Kemperin Optimististis TubanPetro Berkontribusi ke Industri Petrokimia
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kemperin Optimististis TubanPetro Berkontribusi ke Industri Petrokimia

Kamis, 12 September 2019 | 18:15 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Proses konversi utang Multi Years Bond (MYB) PT Tuban Petrochemical Industries (Tuban Petro) tinggal menunggu Peraturan Pemerintah (PP). PP tersebut menjadi titik tolak pengembangan TubanPetro sebagai basis industri petrokimia nasional yang terintegrasi.

Sekjen Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono menjelaskan, Kementerian Perindustrian optimistis pengembangan TubanPetro akan berkontribusi bagi industri nasional. "Salah satunya pasokan petrokimia bagi industri di dalam negeri bakal lebih terjamin," kata Achmad Sigit Dwiwahjono dalam diskusi publik "Optimlisasi Industri Petrokimia Nasional" di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Diketahui, kebijakan konversi ini telah masuk dalam Undang Undang (UU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2019. Semua kementerian sudah mendukung penuh. Saat ini, Kementerian Keuangan memiliki saham 70 persen di TubanPetro. Pascakonversi, pemerintah akan memiliki 95,9 persen saham di TubanPetro.

Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, jika ingin membesarkan kemampuan petrokimia, persoalan di TubanPetro harus diselesaikan. Dia menyebut bahwa kebijakan pemerintah yang menyelesaikan utang MYB TubanPetro Rp 3,3 triliun melalui konversi, sudah tepat. Hal ini, akan memberi ruang kepada TubanPetro, untuk mengembangkan bisnis.

Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian Fridy Juwono mengatakan, langkah pengembangan TubanPetro harus didukung semua pihak. "Kapasitas produksi di anak usaha TubanPetro, khususnya PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) yang selama ini hanya difungsikan pengolah BBM, bisa ditingkatkan lagi," kata Fridy Juwono

Langkah pengembangan dilakukan dengan membuat masterplant integrated petrochemical cluster. Dalam masterplan tersebut direncanakan TPPI yang merupakan anak usaha TubanPetro dibangun aromatic centre dan olefin centre. Saat ini, baru terbangun aromatic plant yang menghasilkan benzene toluene dan xylene (BTX), satu-satunya yang dimiliki Indonesia. "Karena produk-produk tersebut masih diimpor, sehingga bisa dijadikan substitusi impor untuk menghemat devisa," kata Fridy Juwono.

Jika pengembangan TubanPetro tidak diakselerasi, maka defisit terus berulang. Pasalnya, industri petrokimia hulu-hilir berkontribusi cukup signifikan terhadap defisit neraca perdagangan.

Sementara Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuanhan (Kemkeu) Isa Rachmatarwata menyampaikan, pengembangan industri petrokimia nasional melalui TubanPetro, mendapat dukungan penuh lintas kementerian. Penyelesaian utang melalui konversi dimaksudkan untuk menuntaskan kendala-kendala yang menghambat TubanPetro, terutama dari sisi struktur permodalan dan keuangan. Kebijakan konversi yang diambil dilakukan dengan transparan dan akuntabel. Langkah ini bertujuan untuk menyelamatkan piutang serta optimalisasi aset negara.

Direktur Utama PT Tuban Petrochemical Industries, Sukriyanto menambahkan, sebagai kompensasi dari pelunasan utang sebesar Rp 3,3 triliun, pemerintah akan menguasai 95,9 persen saham di TubanPetro. Sehingga, pemerintah menjadi super majority. Rencana kepemilikan saham tersebut, sudah disetujui oleh kementerian terkait. "Jadi saat ini semua menteri dan ketua lembaga terkait sudah paraf, bukti kebijakan konversi ini didukung lintas kementerian,” ujar Sukriyanto.

Pascakonversi tuntas, masih tersisa utang Rp 800 miliar yang akan diangsur selama kurun waktu 10 tahun. Angsuran itu akan dilakukan sembari TubanPetro mengembangkan grup untuk mendukung industri petrokimia nasional. Sehingga, jika beroperasi maksimal, dalam jangka panjang, akan membantu neraca perdagangan.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiyono mengatakan penambahan saham pemerintah dari 70 persen menjadi 95,9 persen di Tuban Petro semakin cepat selesai maka lebih baik. Menurutnya, industri petrokimia merupakan tulang punggung kemajuan ekonomi negara, setelah industri logam dan industri pangan.

Urgensi pengembangan industri petrokimia, juga mendesak karena Indonesia pernah menjadi yang terbesar di ASEAN di periode tahun 1985-1998 dari sisi kapasitas produksi. Namun, kondisi tersebut, saat ini terbalik dimana Indonesia menjadi negara tujuan impor dari negara ASEAN dikarenakan tidak ada lagi investasi baru di sektor petrokimia. “Untuk itu, negara harus hadir dalam penguatan struktur industri petrokimia agar bisa kembali menjadi yang terbesar di ASEAN,” tegas Fajar Budiyono.

Melalui penambahan kepemilikan saham pemerintah di TubanPetro, maka kilang TPPI bisa dioperasikan dengan optimal sehingga bisa memberikan keuntungan yang lebih baik.

Saat ini, industri manufaktur dalam negeri membutuhkan lebih dari 2 juta ton bahan baku kimia aromatik. Selama ini Indonesia masih mengimpor bahan baku kimia aromatik karena tidak tersedia di dalam negeri. Kalau kilang TPPI produksi aromatik, bisa subtitusi impor senilai US$2 miliar per tahun. “Jadi, optimalisasi TubanPetro ini sangat ditunggu karena pada akhirnya akan menyehatkan kondisi devisa negara,” jelas Fajar Budiyono.

Sebagai catatan, langkah penyelesaian utang MYB dilakukan sehubungan dengan restrukturisasi utang perusahaan, di mana pada 27 Februari 2004, TubanPetro menerbitkan obligasi kepada Kemenkeu berupa MYB dengan nilai pokok Rp 3,3 triliun. Tuban Petro kemudian dinyatakan gagal bayar (default) pada 27 September 2012. MYB ini yang kemudian akan diselesaikan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

IHSG Menguat, Saham BBRI Paling Aktif Ditransaksikan

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) teraktif saat IHSG ditutup naik 23,30 poin (0,38%) ke level 6,133,24.

EKONOMI | 17 September 2021

IHSG Ditutup Menguat, Asing Borong Saham TLKM dan AGRO

Investor asing mencatat transaksi beli bersih (net buy) Rp 545,68 miliar, pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (17/9/2021).

EKONOMI | 17 September 2021

IMTA Harapkan Pemerintah Permudah Jasa Angkutan Logistik Antarwilayah

Kelancaran kegiatan multimoda transpor dapat mendukung ekspor impor, khususnya dari Indonesia timur

EKONOMI | 17 September 2021

IHSG Ditutup Menguat di Akhir Pekan, Saham SWAT Paling Cuan

Harga saham PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT) menguat 34,44% pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (17/9/2021).

EKONOMI | 17 September 2021

CAT Institute Cetak Trader Profesional di Pasar Finansial

Chartered Astronacci Trader (CAT) Institute, lembaga pendidikan dan serifikasi trading pasar finansial kembali mencetak trader profesional.

EKONOMI | 17 September 2021

Tambah 4 Kapal Baru, Jasa Armada Bidik Peluang Bisnis Merger Pelindo

PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) meyakini merger Pelindo I, II, III dan IV akan berdampak positif pada kinerja perseroan.

EKONOMI | 17 September 2021

Aset Rp 6 Triliun, Liabilitas Bumiputera Rp 68 Triliun

OJK mengungkapkan liabilitas Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 mencapai Rp 68 triliun.

EKONOMI | 17 September 2021

Menpupera Sebut Konstruksi Terintegrasi Rancang Bangun Lebih Efisien

"Inovasi percepatan pembangunan infrastruktur salah satunya dilakukan melalui skema pekerjaan konstruksi terintegrasi rancang dan bangun," kata Basuki.

EKONOMI | 17 September 2021

IFortepreneur 4.0 untuk Kebangkitan UMKM Kreatif

IFortepreneur 4.0 kompetisi “Digital Business Plan” yang menyediakan ajang pembelajaran, berbagi wawasan, dan semangat bertransformasi secara digital bagi UMKM.

EKONOMI | 17 September 2021

Eastpring Indonesia Tambah Mitra Penjual Reksa Dana

Eastspring Indonesia menggandeng Invesnow untuk mendistribusikan reksa dana ke nasabah ritel.

EKONOMI | 17 September 2021


TAG POPULER

# KKB


# Trending Topic


# Update Covid-19


# Vaksin Nusantara


# Erick Thohir



TERKINI
Penambahan Masa Jabatan Presiden, Titi Anggraini: Gagasan Ahistoris

Penambahan Masa Jabatan Presiden, Titi Anggraini: Gagasan Ahistoris

POLITIK | 5 detik yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings