Pupuk Indonesia Siapkan Stok Pupuk Subsidi 3 Kali Lipat
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Pupuk Indonesia Siapkan Stok Pupuk Subsidi 3 Kali Lipat

Jumat, 13 September 2019 | 18:03 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak usahanya menyiapkan stok pupuk sebanyak 1,26 juta ton yang terdiri dari 532.106 ton Urea, 375.510 ton nitrogen, fosfor, dan kalium (NPK), 123.096 ton ZA, 123.012 ton SP-36 dan 114.979 ton organik untuk kebutuhan pupuk bersubsidi nasional.

Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan, stok tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi jelang musim tanam pada Oktober hingga Maret mendatang. Jumlah stok yang disiapkan di lini III dan IV tersebut cukup untuk kebutuhan tiga bulan ke depan.

“Melalui para produsen pupuk yaitu Pupuk Kaltim, Petrokimia Gresik, Pupuk Kujang Cikampek, Pupuk Iskandar Muda serta Pusri Palembang, kami menyiapkan jumlah ini agar dapat memenuhi kebutuhan petani sesuai alokasi yang diatur Kementerian Pertanian. Sehingga tidak terjadi kekurangan stok pupuk jelang musim tanam tahun ini,” kata Wijaya Laksana dalam media gathering di Jakarta, Jumat (13/7/2019).

Wijaya menegaskan, dalam menjalankan penugasan penyaluran pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah dalam Permendag 15/M-DAG/PER/4/2013 yang menyebut stok pupuk bersubsidi harus tersedia untuk memenuhi kebutuhan hingga dua minggu. Namun untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pupuk dan agar petani lebih mudah dan cepat menerima pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia meningkatkan ketersedian stok hingga dua kali lipat baik di lini III (Gudang yang berlokasi di Kabupaten) dan Lini IV (Kios Resmi).

Selain itu, sesuai Peraturan Pemerintah, stok pupuk bersubsidi yang disalurkan Pupuk Indonesia disesuaikan berdasarkan alokasi pupuk di masing-masing provinsi. Berdasarkan wilayah dan kebutuhannya, stok pupuk tertinggi saat ini ada di Jawa Timur yaitu sebesar 345.472 ton untuk semua jenis pupuk, kemudian Jawa Barat sebesar 216.724 ton, dan Jawa Tengah 195.189 ton.

Tercatat hingga 11 September 2019 Pupuk Indonesia Grup telah menyalurkan 6.026.667 ton pupuk bersubsidi. Terdiri dari 2.612.641 ton Urea, 583.313 ton SP-36, 636.207 ton ZA, 1.697.400 ton NPK, 497.104 ton Organik. “Angka penyaluran pupuk bersubsidi hingga 11 September sudah mencapai 68 persen dari alokasi penyaluran pupuk bersubsidi di tahun 2019 sebesar 8,8 Juta ton,” lanjut Wijaya Laksana.

Alokasi 2019 sebanyak 8,8 juta ton tersebut berkurang sebanyak 676.000 ton dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 9,55 juta ton. “Untuk mengantisipasi kebutuhan petani, kami pun menyiapkan stok pupuk non subsidi di kios-kios,” jelas Wijaya Laksana.

Dia berharap dengan komitmen bersama antara produsen pupuk, distributor, dan kios dapat bersinergi dengan baik untuk mengutamakan kepentingan petani dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di seluruh negeri.

Wijaya mengingatkan bahwa pihaknya tidak ragu untuk menindak tegas distributor dan penyalur pupuk bersubsidi yang kedapatan melakukan kecurangan. Sebab pupuk bersubsidi merupakan amanat undang-undang yang harus disalurkan kepada petani yang telah terdaftar dalam Rencana Definitif Kelompok Kerja (RDKK). “Kami tidak segan menindak tegas para distributor dan kios-kios yang tidak menyalurkan dengan jujur. Kami ingatkan juga bahwa setiap tindakan penyelewengan pupuk bersubsidi dapat dijerat hukuman pidana maksimal 5 tahun penjara,” kata Wijaya Laksana.

Pendistribusian pupuk bersubsidi diatur oleh Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian secara nasional mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 47/Permentan/SR.310/11/2018 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk bersubsidi tahun anggaran 2019.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Garuda Gandeng KPK Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi

Garuda Indonesia berkomitmen untuk memperkuat penegakan budaya kerja profesional berintegritas.

EKONOMI | 13 September 2019

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 13.966,5

Rupiah berada di level Rp 13.966,5 per dolar AS atau terapresiasi 27,5 poin (0,2 persen).

EKONOMI | 13 September 2019

IHSG Ditutup Melemah Tipis

IHSG melemah 0,12 persen ke kisaran 6.334,84.

EKONOMI | 13 September 2019

IHSG Ditutup Turun 7 Poin, Ini Daftar Top 10 Market Cap

Sebanyak 171 saham menguat, 253 saham melemah, dan 168 saham stagnan.

EKONOMI | 13 September 2019

Bursa Asia Ditutup Naik, Eropa Dibuka Menguat

Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 265 poin (0,98 persen) mencapai 27.352.

EKONOMI | 13 September 2019

Kiprah Pelaku Industri di Konferensi BizX 2019

Adapun fokus workshop BizX 2019 adalah tiga hal yakni, marketing, sales, dan customer service.

EKONOMI | 13 September 2019

TN Kapital-ALAMI Bantu Kembangkan Industri Fintech Syariah

Financing fintech P2P dengan sistem berbasis murni syariah di Indonesia masih sangat sedikit, terutama yang kredibel dan sudah resmi terdaftar di OJK.

EKONOMI | 13 September 2019

Wapres: Sektor Transportasi Harus Ikuti Perkembangan Teknologi

Negara Indonesia memiliki transportasi yang paling lengkap mulai dari moda transportasi di sektor darat, laut, udara, dan perekeretaapian.

EKONOMI | 13 September 2019

Benahi Sektor Pertanian, Peternakan, dan Perikanan

Meski kemiskinan total menurun, tapi kemiskinan di pedesaan masih yang terburuk.

EKONOMI | 13 September 2019

ESDM Luncurkan Aplikasi Penjualan Batu Bara

Pelaku usaha pertambangan diberikan masa transisi hingga awal November mendatang.

EKONOMI | 13 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS