SKK Migas dan 11 KKKS Perkuat Strategi Pengadaan

SKK Migas dan 11 KKKS Perkuat Strategi Pengadaan
Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa SKK Migas Erwin Suryadi pada acara sharing dan diskusi tentang PTK 007 Buku Kedua Revisi 04 pada 12-13 September 2019 di Surabaya. ( Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan )
Amrozi Amenan / FER Jumat, 13 September 2019 | 20:44 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama 11 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di wilayah Jabanusa menggelar sharing dan diskusi tentang PTK 007 Buku Kedua Revisi 04 pada 12-13 September 2019 di Surabaya.

Pejabat sementara (Pjs) GM Asset 4, Kretarto Hendro Wibowo, mengatakan, industri minyak dan gas bumi (Migas) di sektor hulu adalah bisnis yang penuh aturan (regulated). Seperti pada proses pengadaan yang menjadi bagian dari pengelolaan rantai suplai.

"Ketika rantai suplai sudah dilakukan berdasarkan aturan, maka pengelolaan bisnis di sektor hulu migas menjadi lebih transparan dan akuntabel," ujar Kretarto, di Surabaya, Jumat (13/9/2019).

Kretarto berharap dalam kegiatan pengelolaan rantai suplai industri hulu Migas ada berbagai terobosan untuk percepatan dan penyederhanaan proses serta menjamin akuntabilitas. Peran pengelolaan rantai suplai juga diharapkan mampu menjamin ketersediaan barang atau jasa yang dibutuhkan sesuai dengan jadwal dan spesifikasi yang dibutuhkan oleh pengguna dan operasional KKKS dalam kegiatan lifting minyak dan gas bumi.

"Upaya-upaya tersebut tanpa mengesampingkan standar kualitas, kesesuaian waktu penyerahan dalam jumlah yang diperlukan dengan harga yang kompetitif, serta yang terpenting adalah aspek safety/HSSE, yang pada akhirnya dapat mendukung capaian target produksi,” ungkap Kretarto, yang juga Manager Senior Eksploitasi Pertamina EP Asset 4.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa SKK Migas, Erwin Suryadi, menyatakan, beberapa prinsip dasar Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa KKKS, yaitu Efektif, Efisien, Kompetitif, Transparan, Berwawasan lingkungan, Kapasitas Nasional, Bertanggung Jawab, Adil.

Sesuai dengan situasi industri migas saat ini, SKK Migas berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi dan efisiensi cost recovery melalui kegiatan pengadaan. Diantaranya penerapan strategi kontrak yang tepat misalnya berdasarkan performance base untuk implementasi teknologi baru atau new technology, pengadaan/kontrak bersama serta peningkatan kapasitas nasional melalui capaian TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri).

"Peningkatan kemampuan nasional akan menciptakan multiplier effect yang lebih luas bagi perekonomian nasional dengan menyerap banyak tenaga kerja, serta menciptakan kerja sama dengan lembaga penelitian dan pelatihan untuk program alih teknologi," ujar Erwin Suryadi.

Erwin menambahkan, penerapan new technology dalam pengelola industri hulu Migas Indonesia sangat diperlukan guna memenuhi KPI (Key Performance Indicator) SKK Migas, yaitu penambahan reserve replacement rasio, efisiensi cost recovery dan percepatan pencapaian target lifting.



Sumber: Investor Daily