Investor Asing Minati Program Rumah MBR

Investor Asing Minati Program Rumah MBR
Ilustrasi perumahan. ( Foto: Antara / Yulius Satria Wijaya )
/ FER Sabtu, 14 September 2019 | 15:51 WIB

 Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah investor asing mulai tertarik untuk berinvestasi di sektor properti di Indonesia. Program Satu Juta Rumah yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) diharapkan dapat mendorong masuknya investasi untuk pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Sudah banyak investor asing yang datang kepada saya untuk berinvestasi di sektor properti khususnya pembangunan rumah untuk MBR," ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kempupera, Khalawi Abdul Hamid, dalam keterangan persnya, Sabtu (14/9/2019).

Menurut Khalawi, Program Satu Juta Rumah yang dilaksanakan pemerintah dinilai sangat positif oleh para investor. Hal itu dikarenakan kebutuhan rumah untuk masyarakat di Indonesia masih cukup tinggi.

Beberapa invetor asing yang menyatakan minat untuk berinvetasi di sektor properti, berasal dari Tiongkok, Korea, dan sejumlah negara lainnya. Meskipun demikian, adanya minat investor asing yang melirik bisnis properti jangan dianggap sebagai ancaman bagi pengembang dalam negeri.

“Investor dari Korea, Tiongkok dan sejumlah negara lainnya sangat berminat sekali untuk membangun rumah untuk MBR. Mereka tertarik dengan program pemerintah Indonesia yang mendorong pembangunan rumah untuk masyarakatnya. Sebab di negara lain program seperti itu belum ada,” terangnya.

Guna mengundang masuknya investasi di sektor properti, terang Khalawi, pemerintah juga terus berupaya mempermudah perizinan. Adanya PP Nomor 64 Tahun 2016 tentang Pembangunan Perumahan untuk MBR dinilai akan mampu mendorong capaian Program Satu Juta Rumah di Indonesia.

Khalawi menambahkan, pemerintah juga tetap otimis target Program Satu Juta Rumah ini bisa mencapai angka 1,25 juta seperti yang telah ditetapkan sebelumnya. Apalagi saat ini pengembang di Indonesia seperti Realestat Indonesia (REI) juga aktif dalam menggandeng kerjasama dengan pihak luar.

“Dalam PP ini kami ingin mendorong pemerintah daerah untuk memberikan kemudahan untuk perizinan pembangunan rumah MBR. Sebab mereka memiliki otonomi untuk memberikan perizinan,” pungkas Khalawi.



Sumber: BeritaSatu.com