Apersi Sambut Positif Penambahan Kuota FLPP

Apersi Sambut Positif Penambahan Kuota FLPP
Ilustrasi perumahan. ( Foto: Antara / Raisan Al Farisi )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 18 September 2019 | 10:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menyambut positif langkah pemerintah menambah kuota subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar Rp 8,6 triliun atau setara dengan 80.000 unit rumah.

 Ketua umum DPP Apersi, Junaidi Abdillah

Ketua umum DPP Apersi, Junaidi Abdillah, mengatakan, pertemuan tiga asosiasi pengembang perumahan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (16/9/2019) lalu, menghasilkan penambahan kuota rumah subsidi, terkait skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang telah habis anggarannya.

"Tentu kami bergembira, setelah ada kepastian dari Presiden Jokowi untuk memberikan tambahan dana FLPP sebanyak 80.000 unit rumah, walau masih jauh dari harapan,” ujar Junaedi Abdillah kepada Beritasatu.com, di kantor DPP Apersi, Jakarta, Selasa (17/9/2019) petang.

Menurut Junaidi, dengan adanya tambahan kuota subsidi ini akan sangat membantu pengembang dan konsumen. "Jadi yang terbantu itu, tidak hanya pengembang. Konsumen juga berpeluang untuk mendapatkan rumah murah. Selama ini, mereka menunggu realisasi akad kredit. Padahal, mereka sudah membayar uang muka," papar Junaedi.

Junaedi mengatakan, selama ini pengembang dan konsumen menghadapi kondisi ketidakpastian soal kuota FLPP yang sudah habis anggarannya sejak pertengahan Juni lalu. Kondisi tersebut, membuat banyak pengembang yang menghentikan sementara proyek rumah subsidi.

"Karena tidak ada anggaran dari pemerintah, banyak teman-teman pengembang di daerah yang mengeluh tidak bisa melakukan akad KPR, karena kuota FLPP sudah habis," jelas Junaedi.

Menurut Junaedi, dengan adanya wacana penambahan kuota FLPP ini, pengembang tentunya memiliki harapan untuk menyelesaikan proyek rumah subsidi. Terlebih, saat ini masih banyak pengembang (khususnya di daerah) yang menunggu dana FLPP tersebut, dengan sekitar 90.000 unit rumah subsidi yang belum bisa lakukan akad KPR.

"Saat bertemu Presiden, kami mengajukan tambahan kuota 120.000 unit. Namun, yang disetujui oleh pemerintah hanya 80.000 unit. Alhamdulillah, walaupun masih jauh dari harapan namun mudah-mudahan dalam waktu satu atau dua pekan ini, tambahan kuota tersebut bisa segera direalisasikan," pungkas Junaedi.



Sumber: BeritaSatu.com