Kantongi Izin OJK, Tokomodal Gencar Salurkan Pembiayaan

Kantongi Izin OJK, Tokomodal Gencar Salurkan Pembiayaan
Fintech peer to peer (P2P) lending Tokomodal telah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). ( Foto: Dok Tokomodal )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 19 September 2019 | 12:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan keuangan teknologi pembiayaan (financial technology/fintech) peer to peer (P2P) lending, Tokomodal yang dikelola PT Toko Modal Mitra Usaha pada 2017 telah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan raihan ini, Tokomodal yakin penyaluran pinjaman akan makin kencang.

"Dengan mendapat izin OJK, Tokomodal optimistis akan gencar menjalankan bisnis pinjam meminjam guna membantu pengusaha UMKM (usaha mikro kecil menengah) pemilik toko yang tergabung dalam Outlet Binaan Alfamart (OBA)," kata Co-founder Tokomodal, Chris Antonius dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (19/9/2019).

Saat ini, kata Chris Antonius, banyak OBA yang masih kesulitan mengembangkan usahanya karena keterbatasan modal. “Tokomodal berharap bisa membantu mengatasi masalah tersebut,” ujar Chris Antonius.

Soal peluang melakukan penetrasi, Chris Antonius menilai potensinya masih besar. Jumlah OBA saat ini mencapai 40.000 warung. Dari jumlah ini, baru sekitar 10.000 OBA yang sudah menjadi peminjam di Tokomodal. "Sampai akhir tahun ini kami targetkan bisa melayani 20.000 OBA. Di sisi lain, kami yakin jumlah OBA juga akan terus bertambah," kata Chris Antonius.

Optimisme itu terdorong berkat jumlah transaksi di Tokomodal yang kian ramai. Per kuartal, rata-rata ada 100.000 transaksi pinjaman OBA di platform Tokomodal.

Sedangkan dari sisi nilai pinjaman, hingga kuartal kedua tahun ini, pinjaman yang sudah dialirkan Tokomodal ke pemilik warung OBA mencapai Rp 150 miliar. Dari sisi bunga, biaya yang dibebankan ke peminjam tergolong rendah. Untuk satu OBA, dia bilang bunga yang diberikan adalah sebesar 0,5 persen per minggu. “Selama promosi, jika mereka bisa bayar di bawah tujuh hari, bunganya nol persen. Mereka juga tidak dikenakan biaya administrasi,” kata Chris Antonius.

Menurut Chris, Tokomodal berhasil mencetak tingkat keberhasilan pengembalian pada hari ke-90 (TKB 90) sempurna di angka 100 persen. Hal ini didukung mitigasi risiko yang ketat sedari awal sejak OBA mengajukan pinjaman. “Kami juga berkerja sama dengan Alfamikro untuk melakukan survei ke warung tersebut untuk memastikan warung tersebut memang layak," ungkap Chris Antonius.

Presiden Direktur Tokomodal, Aidil Fathany menambahkan, untuk saat ini pihaknya masih fokus menggarap kalangan OBA dalam menyalurkan pinjaman. "Kami fokus membantu OBA untuk menaikkan daya saing mereka," kata Aidil Fathany.

Selain memberikan kemudahan untuk mendapatkan pendanaan, Aidil bilang pihaknya bekerja sama dengan Alfamikro untuk meningkatkan kemampuan para pemilik warung ini, seperti pelatihan manajemen keuangan dan pengelolaan stok barang



Sumber: BeritaSatu.com