Pegawai PLN Luncurkan Aplikasi PoweringNation.id

Pegawai PLN Luncurkan Aplikasi PoweringNation.id
Ilustrasi listrik masuk desa. ( Foto: Antara )
Rangga Prakoso / FER Jumat, 20 September 2019 | 18:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pegawai PT PLN (persero) mengajak masyarakat untuk terlibat dalam capaian 100 persen ratio elektfikasi. Keterlibatan itu bisa melalui donasi maupun menjadi relawan terkait bantuan penyalaan listrik. Di era digital ini maka hal tersebut semakin mudah melalui aplikasi. Oleh sebab itu pegawai PLN meluncurkan aplikasi PoweringNation.id guna mewujudkan hal tersebut.

Chief Executive Officer (CEO) PoweringNation.id, Henri Firdaus mengatakan sekitar 1,5 juta kepala keluarga (KK) di seluruh Indonesia belum teraliri listrik. Dengan aplikasi ini masyarakat bisa membantu dan menginformasikan lokasi yang belum mendapatkan listrik.

"Target kami 100.000 KK dari 1,5 juta kepala keluarga tersebut bisa dijangkau melalui aplikasi ini," kata Henri dalam peluncuran PoweringNation.id di Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Henri menuturkan, program ini berbeda dengan program BUMN Hadir Untuk Negeri yang juga memiliki tujuan yang sama guna menerangi seluruh pelosok Tanah Air. Dia menjelaskan, program aplikasi ini memberikan paket penyalaan bagi pelanggan senilai Rp3 juta. Adapun rincian paket itu yakni biaya pasang baru daya hingga 900 volt ampere, biaya instalasi 3 titik lampu dan 2 stop kontak, biaya sertifikat laik operasi (SLO), peralatan listrik berupa 3 bohlam lampu LED, satu unit penanak nasi elektrik, serta satu unit kipas angin. Dalam paket itu juga menyertakan token listrik prabayar dan sembako.

"Selama ini bantuan hanya sampai penyalaan listrik saja. Kami memberikan peralatan listrik sehingga keluarga tidak mampu tak perlu lagi keluar uang untuk membeli rice cooker maupun kipas angin. Dengan begitu masyarakat bisa merasakan betapa nikmatnya menggunakan listrik," tutur Henri.

Henri mengatakan, keluarga yang belum menikmati listrik tersebar di seluruh Indonesia. Aplikasi PoweringNation.id menyasar keluarga yang belum menikmati listrik tapi di wilayahnya sudah tersedia jaringan listrik. Masyarakat tersebut pada umumnya tidak mampu untuk membayar biaya sambungan listrik.

"Di wilayah Jakarta saja, ada sekitar 12.000 kepala keluarga yang mendapatkan listrik dari tetangga sekitar atau disebut lavering," jelas Henri.

Henri menambahkan, dengan aplikasi ini maka masyarakat bisa mengirim foto kondisi keluarga yang ingin mendapatkan bantuan tersebut. Nantinya, ada tim relawan yang mendatangi lokasi untuk melakukan verifikasi. Bila termasuk keluarga tidak mampu maka tim menyatakan mereka berhak mendapatkan bantuan tersebut.

"Masyarakat yang ingin berdonasi tidak dikenakan biaya administrasi. Aplikasi ini bukan hanya untuk pegawai PLN saja," tandas Henri.



Sumber: BeritaSatu.com