November Dinilai Lebih Menjanjikan untuk Beli Rumah

November Dinilai Lebih Menjanjikan untuk Beli Rumah
PT Star Nusa Prima tengah mengembangkan perumahan Nirwana Bojong Residence. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Sabtu, 21 September 2019 | 09:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Membeli rumah tentunya bukan cuma soal kesiapan finansial semata. Lokasi maupun kenyamanan lingkungan, juga menjadi pertimbangan tersendiri. Selain itu, beragam gimmick menarik yang ditawarkan pengembang serta proyek properti terbaru juga tak kalah menguntungkan bagi calon konsumen. Oleh karena itu, konsumen disarankan jangan buru-buru beli rumah.

Menurut Aini Sudiaswati, marketing Nirwana Bojong Residence, salah satu perumahan yang dikembangkan PT Star Nusa Prima, animo penjualan properti menghadapi akhir tahun merupakan proyeksi pasar yang tak pernah sepi.

"Kalau di Bulan November itu kita malah tinggi-tingginya penjualan, bahkan sampai rebutan kavling," ungkap Aini Sudiastuti dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Sabtu (21/9/2019).

Lebih lanjut, Aini menjelaskan, kendati akhir tahun biasanya menjadi momen menghamburkan uang untuk liburan, namun tak sedikit orang yang lebih memanfaatkan peluang.

"Kalau untuk kelas menengah ke bawah itu jarang yang mikir kesitu. Mereka lebih memilih suatu hal yang lebih menguntungkan seperti punya rumah. Kecuali, yang kelas menengah ke atas itu baru ada lebihan untuk acara liburan," tambahnya

Kemudian, lanjut Aini Sudiastuti, alasan mereka memilih membeli properti hanya di bulan November yaitu memanfaatkan bonus akhir tahun dengan yang lebih bermanfaat.

"Alasan mereka dapat bonus akhir tahun, disitulah mereka ngarep-nya dari situ untuk pelunasan uang muka atau down payment (DP), untuk booking. Pokoknya, intinya mereka dapatnya dari bonus akhir tahun itu. Jadi paling tidak, November itu list dulu nih mau rumah yang dimana terus booking. Nah, kalau sudah booking biasanya tuh pelunasan uang muka dari developer bisa sampai tiga bulan. Jadi, alasannya tuh mereka sambil menunggu bonus cair," papar Aini.

Secara terpisah, Yulius Fang seorang ahli properti dan pakar feng shui profesional di Indonesia menjelaskan, sektor properti akan mulai mendapatkan awal pertumbuhan sejak dari tahun babi tanah. "Dimana energinya akan mulai terasa sejak semester kedua tahun 2019," kata Yulis Fang.

Kendati tren permintaan properti di September masih sedikit porsinya, kata Yulius Fang, kalangan pengembang properti tetap optimistis penjualan bisa meningkat.

"Dengan demikian, bila properti yang ditawarkan mempunyai prospek baik ke depannya, dan ditambah dengan promosi atau gimmick yang bagus, serta adanya kekuatiran dari calon pembeli bahwa harga kemungkinan akan bisa naik kembali karena inflasi, maka kombinasi tersebut akan bisa merangsang calon pembeli untuk mengambil unit yang diinginkan," jelasnya.

Lebih lanjut, Yulis Fang menambahkan, prospek membeli rumah di bulan November 2019 sangat menarik, karena memiliki potensi energi konflik.

"Satu hal yang menarik adalah bulan November 2019 mempunyai potensi energi konflik dimana energi feng shui bulanan konflik dengan energi tahunan babi tanah. Bila dilihat dari sudut pandang positif ini artinya ini adalah kesempatan perubahan, ketidakstabilan. Artinya, kesempatan bagi orang-orang untuk pindah rumah, pindah kantor atau kerjaan, traveling, untuk menjawab perubahan atau ketidakstabilan tersebut," jelas Yulius Fang.

Dengan demikian bila properti yang ditawarkan ready stock, masih dikatakan Yulius Fang, maka ini akan bisa menjawab kesempatan tersebut untuk langsung pindah rumah baru.

"Oleh karena itu pasar properti yang sudah ada bangunannya atau ready stock dan siap huni akan diuntungkan dari kesempatan tersebut, karena di saat bersamaan calon pembeli akan mempunyai hasrat untuk langsung terjadinya perubahan lingkungan baru seperti pindah rumah," ujarnya .

Yulius Fang menambahkan, ada sejumlah jenis produk properti yang diperkirakan bakal membawa keberuntungan untuk di November 2019.

"Pasar properti dengan stok bangunan yang sudah ada, bisa rumah tapak maupun hunian apartemen dan kondominium yang akan berpotensi mendapatkan beruntungan dalam siklus November 2019 ini. Bila kondisi pasar properti tidak tersedia permintaan sesuai keinginan calon pembeli tersebut, maka yang diuntungkan adalah properti seken, karena bisa langsung siap pindah," pungkas Yulius Fang.



Sumber: BeritaSatu.com