BFI Finance Genjot Pembiayaan Alat Berat

BFI Finance Genjot Pembiayaan Alat Berat
Senior Vice Presiden PT BFI Finance Indonesia, Yoga Aryanto (tengah), di Pameran Energy & Engineering, di JIexpo Kemayoran Jakarta, Jumat (20/9/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Feriawan Hidayat )
Feriawan Hidayat / FER Sabtu, 21 September 2019 | 15:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) berhasil menjaga performa dan stabilitas pembiayaan alat berat, meskipun kondisi perekonomian global masih belum pulih dan berdampak terhadap perekonomian nasional.

Yoga Aryanto, Senior Vice Presiden PT BFI Finance Indonesia, Yoga Aryanto, mengatakan, saat ini kondisi permintaan atau demand alat berat memang tengah menurun. Meski demikian, BFI Finance telah membukukan pembiayaan untuk alat berat dan permesinan, sebesar Rp 1,2 triliun hingga Juli 2019, dari target pembiayaan Rp 3 triliun

"Kondisi perekonomian global yang melambat memberikan pengaruh terhadap perekonimian dalam negeri. Kondisi ini juga dirasakan oleh pelaku industri pembiayaan. Namun, kami tetap optimistis mampu mencapai sekitar 90 persen dari target pembiayaan di tahun ini,” ujar Yoga saat ditemui Beritasatu.com, di Pameran Energy & Engineering 2019, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/9/2019) petang.

Yoga mengatakan, BFI Finance terus mengoptimalkan peluang untuk menggenjot pembiayaan. Salah satu caranya, dengan menggelar program kolaborasi dengan sejumlah brand yang masuk dalam top five produsen alat berat.

"Keikutsertaan kami dalam pameran ini juga menjadi bagian dari strategi perseroan untuk mengejar target pembiayaan yang ditargetkan sebesar Rp 3 triliun. Kita tentunya akan mengoptimalkan peluang yang ada,” tambahnya.

Menurut Yoga, melalui berbagai strategi pemasaran yang disiapkan BFI Finance, respons dari konsumen sendiri sangat baik.

"Terbukti, sepanjang dua hari pameran telah dicapai beberapa kesepakatan. Kita sendiri mengharapkan, dari pameran ini bisa menghasilkan pembiayaan sekitar Rp 100 miliar,” kata Yoga.

Lebih lanjut, Yoga mengatakan, BFI Finance saat ini tengah menggenjot pembiayaan alat berat di sektor konstruksi. Pasalnya, sektor pertambangan yang juga merupakan salah kontributor tebesar saat ini tengah mengalami penurunan.

"Selama ini, pembiayaan alat berat sektor kontruksi memberikan kontribusi sekitar 40 persen, pertambangan 30 persen. Sisanya dari sektor hutan tanaman industri dan perkebunan,” pungkas Yoga.

 



Sumber: BeritaSatu.com