Santara, Platform Urun Dana Pertama Raih Izin OJK

Santara, Platform Urun Dana Pertama Raih Izin OJK
Santara, platform urun dana bisnis yang lazim disebut Equity Crowdfunding (ECF) resmi mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Minggu, 22 September 2019 | 10:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Santara, platform urun dana bisnis yang lazim disebut equity crowdfunding (ECF) resmi mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada tanggal 18 September 2019, santara.co.id resmi dirilis dan diberikan izin untuk beroperasi penuh oleh OJK.

Co-founder dan Vice President Santara, Afrig Wasiso, mengatakan, melalui platform equity crowdfunding Santara, masyarakat bisa patungan untuk memiliki sebuah bisnis yang sudah berjalan, sehingga tidak memerlukan modal yang sangat besar.

"Lewat Santara, kita bisa patungan menjadi pemilik cabang bisnis restoran, beauty clinic, minimarket, barbershop, dan bisnis-bisnis lain yang sudah ramai. Ada merek-merek besar yang sudah proses untuk bisa dimiliki bersama oleh masyarakat lewat platform Santara,” ujar Afrig Wasiso kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Minggu (22/9/2019).

Baca Juga: Era Digital Dorong Filantropi Online Bersemi

Menurut Afrig, peresmian ini disampaikan langsung berdasarkan surat keputusan anggota dewan komisioner OJK Nomor KEP-59/D.04/2019 tentang Pemberian Izin usaha penyelenggaraan melalui penawaran saham berbasis teknologi informasi (equity crowdfunding) PT Santara Daya Inspiratama.

"Izin ini merupakan buah manis dari kerja keras tim Santara selama satu tahun terakhir. Mulai dari requirement bisnis, legal, dan terutama requirement secara teknologi, Santara berhasil memenuhi yang disyaratkan OJK," tambah Afrig Wasiso.

Saat ini, sebanyak delapan perusahaan telah mengajukan permohonan izin kepada OJK untuk dapat beroperasi sebagai penyedia platform equity crowdfunding. Santara menjadi yang pertama mendapatkan izin penuh dari OJK.

Baca Juga: Inovasi Keuangan Digital Mengubah Sektor Riil

Afrig menjelaskan, Santara ingin secara perlahan menggeser pola hidup konsumtif masyarakat Indonesia menjadi lebih produktif.

"Di tanggal muda, jangan sampai uang kita selalu habis untuk belanja dan membeli barang konsumtif. Beli bisnis saja di Santara. Menyenangkan, dan jadi bekal untuk masa depan," tegas Afrig Wasiso.

Santara sendiri dibentuk oleh sekelompok pengusaha muda Indonesia yang concern terhadap isu scale up atau peningkatan skala bisnis.

Direktur Utama Santara, Muhammad Reza Avesena, memiliki pengalaman panjang di bidang finansial teknologi, dan pernah beberapa kali mendapatkan penghargaan dari IBM Indonesia terkait service excellence.



Sumber: BeritaSatu.com