Warga Pekanbaru Antusias Atasi Sampah dengan Mountrash

Warga Pekanbaru Antusias Atasi Sampah dengan Mountrash
Sosialisasi penggunaan aplikasi solusi sampah di Pekanbaru, Riau.
Heriyanto / HS Senin, 23 September 2019 | 06:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mountrash, aplikasi solusi sampah, terutama plastik dan kertas, terus memperluas jangkauan pelayanan di luar Jakarta (Jabodetabek). Selain mengatasi persoalan sampah, aplikasi ini juga bisa digunakan untuk berbagai transaksi dan layanan lainnya.

Dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/9), aplikasi besukan PT Mountrash Avatar Indonesia (MAI) ini mengajak masyarakat Pekanbaru, Riau, untuk mengatasi sampah di kota Pekanbaru dan sekitarnya.

Soehendra selaku General Manager Mountrash, menjelaskan ketika sosialisasi di Boco Kafe, Pekanbaru, pada Rabu (18/9) lalu, sejumlah warga sangat antusias untuk menggunakan aplikasi Mountrash. Apalagi, sampah plastik juga menjadi persoalan di Pekanbaru dan kota-kota di Provinsi Riau.

“Lebih dari 150 warga dan mahasiswa yang hadir dan sangat tertarik untuk bersama-sama kami dalam mengatasi persoalan sampah plastik,” ujarnya.

Dikatakan, warga yang tertarik karena aplikasi tersebut tidak saja memberikan nilai tambah dalam mengatasi kemasan plastik bekas, tetapi juga bisa memanfaatkannya untuk berbagai transaksi yang memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Gideon W Ketaren selaku Chief Strategy Officer PT MAI menjelaskan aplikasi Mountrash sudah mengalami sejumlah modifikasi yang bisa mejadi solusi atas persoalan sampah dan memenuhi kebutuhan secara terintegrasi.

“Jadi setiap warga yang bisa mengumpulkan sampah dalam jumlah tertentu bisa langsung dikonversikan dengan sejumlah uang. Uang tersebut bisa ditransaksikan dengan berbagai kebutuhan untuk berbelanja, beli pulsa, bayar tagihan PLN dan BPJS, serta beberapa layanan lainnya,” ujar jebolan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang cukup paham soal mikroba ini.

Dia menjelaskan, tim PT MAI sudah menjalankan aplikasi ini di beberapa titik di Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Pengembangan Mountrash akan disinergikan dengan sejumlah pengumpul sampah plastik sehingga bisa diolah.

Sementara itu, dalam sosialisasi di Boco Kafe, Pekanbaru, sejumlah warga membawa kemasan plastik bekas yang ditukar dengan kopi. Animo warga, khususnya mahasiswa dan kalangan remaja, sangat tertarik untuk menghadiri kegiatan Mountrash tersebut.

Soehendra menjelaskan penukaran segelas kopi bisa dengan dua kilogram (kg) botol plastik warna atau botol campur PET (polyethylene terephthalate). Demikian juga bisa ditukar dengan kertas HVS bekas sebanyak tiga kg.

“Mekanisme penukaran itu mendapat banyak respons dari kalangan remaja. Datang bawa sampah, ditukar dengan kopi lalu bisa nongkrong di Boco Kafe,” katanya.

Secara terpisah, beberapa industri plastik dan kemasan yang tergabung dalam Packaging and Recycling Association for Indonesia Sustainable Environment (PRAISE) berkomitmen menyiapkan program ekonomi sirkular untuk membantu pemerintah baik di Jakarta maupun kota-kota besar lain di Indonesia dalam mengelola sampah.

"Kami mendorong pemerintah untuk mengimplementasikan sistem penanganan sampah yang efektif dengan melibatkan extended stakeholder responsibility (ESR) dengan menggunakan sistem ekonomi silkular yang meningkatkan keterlibatan komunitas untuk pemilahan sampah, serta memanfaatkan sampah kemasan yang bisa digunakan kembali (reuse) oleh industri," kata Sinta Kaniawati, perwakilan PRAISE dalam keterangannya, pekan lalu.

PRAISE atau juga disebut Asosiasi Untuk Kemasan & Daur Ulang Bagi Indonesia yang Berkelanjutan beranggotakan enam perusahaan di Indonesia yaitu Coca Cola, Danone, Indofood, Nestle, Tetra Pak dan Unilever.



Sumber: Suara Pembaruan