2019, Raiz Invest Targetkan 40.000 Investor
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.108 (0.21)   |   COMPOSITE 6251.05 (38.59)   |   DBX 1329.86 (16.32)   |   I-GRADE 180.794 (0.41)   |   IDX30 506.396 (0.9)   |   IDX80 136.709 (0.42)   |   IDXBUMN20 403.084 (1.37)   |   IDXESGL 140.339 (-0.42)   |   IDXG30 143.133 (0.8)   |   IDXHIDIV20 446.039 (0.87)   |   IDXQ30 145.232 (0.1)   |   IDXSMC-COM 293.729 (3.96)   |   IDXSMC-LIQ 360.142 (3.07)   |   IDXV30 135.556 (1.53)   |   INFOBANK15 1043.56 (-2.24)   |   Investor33 435.417 (-0.04)   |   ISSI 183.035 (1.64)   |   JII 629.726 (4.78)   |   JII70 221.943 (2.13)   |   KOMPAS100 1220.71 (4.09)   |   LQ45 950.717 (1.82)   |   MBX 1696.63 (8.69)   |   MNC36 322.327 (0.16)   |   PEFINDO25 325.87 (0.1)   |   SMInfra18 306.901 (3.47)   |   SRI-KEHATI 370.644 (-0.59)   |  

2019, Raiz Invest Targetkan 40.000 Investor

Senin, 23 September 2019 | 17:07 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Raiz Invest, perusahaan aplikasi investasi reksa dana asal Australia melakukan ekspansi bisnis ke Indonesia. Raiz Invest mematok target 40.000 users sampai dengan akhir tahun 2019.

"Aplikasi Raiz hadir di Google Aps pada 1 September 2019, sementara registrasi di IOS alam proses administrasi. Selama tiga minggu ini, sudah ada 2.000 yang download, sedangkan yang buka account dan tercatat sebagai Investor Fund Unit Account (IFUA), ada 300 orang," kata Chief Marketing Officer PT Raiz Invest Indonesia, Fahmi Arya di ditemui sela Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 di Jakarta, Senin (23/9/2019).

Fahmi Arya mengatakan, Raiz Invest Indonesia bekerja sama dengan Avrist Asset Management untuk menyediakan produk investasi reksa dana yang terdiri dari tiga yaitu reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, dan reksa dana indeks saham LQ45.

Raiz menyasar kalangan yang belum melek investasi reksa dana, khususnya generasi milenial dan kalangan first jobber. "Mengacu 100.000 data yang dimiliki Raiz, karaktristik investor berusia 20-36 tahun dan mayoritas domisili di Jabar, Jateng dan Jabodetabk," kata Fahmi Arya.

Raiz mengusung ekosistem layanan tertutup di mana Raiz terintegrasi dengan sumber dana pengguna yang berasal dari rekening bank atau e-wallet. Sebagai tahap awal, Raiz menjalin kerja sama dengan CIMB Niaga guna memudahkan user dalam melakukan pemindahan dana secara langsung memanfaatkan layanan internet banking. "Dalam kerja sama ini, user perlu memiliki rekening tabungan di CIMB Niaga sebagai syarat utama sebelum menggunakan layanan dari aplikasi Raiz," kata Fahmi Arya.

Ke depan, Raiz juga akan menambah channel pembayaran dengan bekerja sama melalui LinkAja, layanan uang elektronik milik empat bank BUMN yakni BRI, Mandiri, BNI dan BTN.

Di Indonesia, PT Raiz Invest Indonesia telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan telah memperoleh izin usaha sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dari OJK pada 10 Desember 2018. "Raiz Invest telah resmi diluncurkan di Indonesia sejak tanggal 23 Agustus 2019," kata Fahmi Arya.

Raiz menawarkan tiga jenis metode investasi, yaitu lump sum (investasi dengan bulk/jumlah besar), recurring (investasi dengan cara dicicil sesuai nominal dan intensitas yang kita inginkan), dan round up (pengumpulan dana investasi dari hasil pembulatan otomatis dana transaksi yang kita lakukan pada e-wallet atau rekening bank yang didaftarkan di Raiz). "Investasi di Raiz dapad dilakukan dengan minimal Rp 10.000," kata Fahmi Arya.

Sebaagai gambaran, aplikasi Raiz di Australia telah diunduh lebih dari 1,1 juta kali sejak tahun 2016. Lebih dari 700.000 orang telah membuka akun Raiz dan per 30 Juni 2019 Raiz Invest Australia memiliki lebih dari 194.000 pengguna aktif. "Khusus di Indonesia, kami targetkan pada 2020 akan memilki 500.000 user," kata Fahmi Arya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Rupiah Terdepresiasi ke Rp 14.085

Rupiah berada di level Rp 14.085 per dolar AS atau terdepresiasi 30 poin (0,21 persen).

EKONOMI | 23 September 2019

IHSG Ditutup Terkoreksi 0,4% ke 6.206,2

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,41 persen ke kisaran 6.206,2.

EKONOMI | 23 September 2019

OJK Nilai Operasional Fintech Telah Jangkau Luar Jawa

Operasional fintech ke luar Jawa tersebut merupakan salah satu kriteria yang dinilai oleh OJK dalam regulatory sandbox.

EKONOMI | 23 September 2019

Top 10 Market Cap, HMSP dan TPIA Turun Dalam

Kapitalisasi pasar saham Indonesia pada saat penutupan sebesar Rp 7.147 triliun.

EKONOMI | 23 September 2019

Sri Mulyani: Pajak untuk Fintech akan Diterapkan Secara Adil

Pemerintah akan buat kebijakan yang semakin global dan borderless, tapi tetap adil.

EKONOMI | 23 September 2019

Sesi I, IHSG Terkoreksi 0,3%

IHSG melemah 0,3 persen ke kisaran 6.213,3.

EKONOMI | 23 September 2019

Siang Ini, Rupiah Masih Melemah di Kisaran Rp 14.080

Rupiah berada di level Rp 14.082,5 per dolar AS atau terdepresiasi 27,5 poin (0,2 persen).

EKONOMI | 23 September 2019

Bank Sinarmas Genjot Pengguna Mobile Banking

Bank Sinarmas terus menciptakan inovasi-inovasi dan terobosan digital perbankan untuk memudahkan layanan transaksi perbankan kepada para nasabahnya.

EKONOMI | 23 September 2019

Semester I 2019, PLN Cetak Laba Bersih Rp 7,35 T

PLN membukukan laba Rp 7,35 triliun, naik pesat dari kerugian tahun lalu Rp 5,35 triliun.

EKONOMI | 23 September 2019

Harga Emas Antam Turun Tipis

Harga emas Antam di butik Pulogadung Jakarta, Rp 762.000 per gram, atau turun Rp 1.000.

EKONOMI | 23 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS