Grant Thornton Rangkum Lima Risiko Penggunaan Pay Later
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Grant Thornton Rangkum Lima Risiko Penggunaan Pay Later

Jumat, 27 September 2019 | 20:58 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com – Gelaran Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 yang baru saja usai menegaskan komitmen pemerintah untuk mencapai target inklusi keuangan 75 persen pada akhir tahun ini. Diantara usaha tersebut termasuk membangun ekosistem fintech dan mewadahi berbagai inovasi teknologi di industri yang terus mendisrupsi penggunaan keuangan masyarakat.

Salah satu tren yang diminati belakangan ini adalah pay later. Berbagai perusahaan aplikasi besar berlomba-lomba mempromosikan kemudahan untuk fasilitas beli sekarang bayar belakangan yang dapat dipakai untuk travelling, pembelian makanan, transportasi hari-hari hingga banyak produk konsumsi lainnya. Terkesan memudahkan bagi konsumen, namun jika tidak berhati-hati resiko lilitan utang menanti.

“Yang terlihat 'mudah' di permukaan belum tentu 'mudah' selamanya. Konsumen harus pahami, telaah, dan tentukan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka. Substansi Pay later adalah instrumen kredit yang pasti ada konsekuensi finansial yang dapat merugikan jika tidak dipergunakan secara bijaksana dan seksama," ujar Alexander Adrianto Tjahyadi, Audit and Assurance Partner Grant Thornton Indonesia dalam siaran pers, Jumat (27/9/2019).

Grant Thornton, organisasi global terkemuka yang menyediakan jasa assurance, tax, dan advisory merangkum lima resiko penggunaan pay later yang perlu dipahami sebelum menggunakan pay later.

Pertama, perilaku konsumtif berlebihan. "Tanpa disadari dengan kemudahan untuk beli sekarang bayar belakangan memberikan dorongan impulsif dalam keputusan pembelian yang seringkali justru jatuh kepada barang-barang yang tidak diperlukan, jangan lupa pelaku usaha juga memiliki strategi melakukan promo untuk menghabiskan produk mereka yang tidak terlalu laku," sebut Grant Thornton.

Kedua, biaya yang tidak disadari. Masyarakat terutama milenial sangat menyukai kecepatan dan kepraktisan, terkadang mereka tidak memahami berbagai biaya yang langsung aktif disaat mereka menggunakan fitur pay later seperti biaya subscription, biaya cicilan dan biaya lainnya yang dapat berbeda dari tiap aplikasi. Biaya ini seringkali memberatkan disaat tagihan datang.

Ketiga, pengaturan keuangan terganggu. "Mudahnya pembelian fasilitas pay later dari berbagai aplikasi seringkali dapat mengganggu pengaturan keuangan pribadi dengan banyaknya cicilan yang datang. Dana yang disisihkan untuk membayar tagihan pay later juga dapat terpakai untuk keperluan tak terduga sewaktu-waktu sehingga menimbulkan risiko tidak mampu bayar yang tinggi."

Keempat disebut Grant Thornton adalah penunggakan yang berisiko pada BI checking. Melalui BI checking, lancar atau tidaknya pembayaran nasabah akan terlihat jelas. Jika terjadi tunggakan transaksi pada pay later, tagihan tersebut akan menyebabkan catatan reputasi kredit yang buruk, hal ini akan menyebabkan pengajuan kredit lain yang sifatnya lebih penting untuk digunakan seperti properti dan kendaraan memiliki risiko ditolak kedepannya.

Terakhir yakni peretasan identitas. Bertransaksi via digital tak luput dari bahayanya peretasan yang mengintai. Meskipun setiap aplikasi tentu sudah menyiapkan keamanan tingkat tinggi untuk penggunanya, risiko para kriminal siber mempu menemukan cara meretas database di akun transaksi pengguna dan menggunakannya untuk hal-hal yang tidak bertanggung jawab tetap ada.

Melihat banyaknya risiko yang mungkin timbul, perlu diimbangi juga dengan pemahaman masyarakat akan sisi positif pay later.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dibenahi, Bithumb Global Menyatukan Komunitas Crypto

Bithumb Global menggabungkan semua komunitas crypto dengan adil dan transparan.

EKONOMI | 27 September 2019

Angkasa Pura I Raih Dua Penghargaan RRI BUMN Award 2019

Penghargaan ini merupakan indikator dan pengakuan atas keberhasilan Angkasa Pura I dalam membangun brand image.

EKONOMI | 27 September 2019

Temu Pelanggan Nabel Sakha Gemilang Surabaya

Temu pelanggan yang diadakan PT Nabel Sakha Gemilang ini diharapkan jadi ajang silaturahmi dan tukar pengalaman mengenai produk Total Oil.

EKONOMI | 27 September 2019

Pemerintah Pastikan Solar Subsidi Cukup Hingga Akhir Tahun

BBM jenis Solar subsidi berpotensi mengalami over kuota.

EKONOMI | 27 September 2019

Produk Indonesia Tembus Pasar Rusia

Seorang pengusaha Rusia, Yuri Pavlov, bahkan berani membuka dua kafe sekaligus dengan menyajkan menu Indonesia bernama Yuva Cafe.

EKONOMI | 27 September 2019

Desember, Waskita Raih Rp 22 T dari Turnkey Project

Dana turnkey project itu berasal dari proyek-proyek jalan tol yang telah selesai dikerjakan.

EKONOMI | 27 September 2019

Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Rp 14.172,5

Rupiah berada di level Rp 14.172,5 per dolar AS atau terdepresiasi 7,5 poin (0,05 persen).

EKONOMI | 27 September 2019

Terminal Bandara Hasanuddin Diperluas 3 Kali Lipat

Perluasan terminal ditargetkan tuntas sebelum pertengahan 2021.

EKONOMI | 27 September 2019

IHSG Ditutup Melemah 0,5% ke 6.196,9

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,54 persen ke kisaran 6.196,89.

EKONOMI | 27 September 2019

Bursa Asia Ditutup Bervariasi, Eropa Dibuka Positif

Nikkei 225 Jepang turun 0,77 persen ke 21.878,9, Hang Seng Hong Kong turun 0,33 persen ke 25.954,81.

EKONOMI | 27 September 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS