Pertamina EP Optimistis Tingkatkan Produksi Migas
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Pertamina EP Optimistis Tingkatkan Produksi Migas

Minggu, 29 September 2019 | 13:48 WIB
Oleh : Amrozi Amenan / WBP

Bali, Beritasatu.com - PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina mencatat produksi minyak per Agustus 2019 mencapai 82.327 BOPD, lebih tinggi dibandingkan Agustus 2018 sebesar 77.248 BOPD. Memang masih ada gap (kesenjangan) dibandingkan target APBN yang ditugaskan kepada perusahaan sekitar 85.000.

“Cuma dalam 4 atau 5 bulan terakhir 2019 ini kami tetap akan mengejar target dengan kegiatan pengeboran, reservoir, perawatan sumur. Kalaupun dengan kegiatan itu mungkin sampai akhir tahun tidak mencapai yang ditugaskan itu, tetapi minimal mengurangi gap yang ada. Target kami itu sampai 83.500 BOPD,” kata Direktur Operasi & Produksi PT Pertamina EP Chalid Said Salim di sela kegiatan Bali Run Fast 2019 dalam rangkaian HUT ke-14 Pertamina EP di Ubud Gianyar, Bali, Sabtu, (28/9/2019).

Sementara realisasi gas sebesar 966 MSCFD per Agustus 2019 atau lebih rendah dibandingkan Agustus 2018 sebesar 1.021 MMSCFD. Penurunan disebabkan ada lapangan gas, Musi Barat di Sumatera Selatan, yang perlu dijaga reservoir-nya agar sustain dan bisa menambah waktu produksinya.

“Kalau tidak diturunkan, recovery malah lebih cepat. Penurunannya antara 20 hingga 30 MMSCFD. Maka dari itu kami optimalkan produksi gas dari lapangan lainnya," jelas Chalid Said Salim.

Pertamina EP optimistis mampu meningkatkan produksi minyak dan gas (migas) pada 2020, karena adanya temuan eksplorasi beberapa tahun sebelumnya yang dijadikan sebagai proyek mendatang. Perusahaan juga melakukan berbagai inovasi untuk pengembangan tahap lanjut atau Enhanced Oil Recovery (EOR) seperti penerapan field trial polimer di lapangan Tanjung dan di lapangan Lirik dan Sukowati yang menggunakan CO2 dan kini dalam tahap studi.

Dia mengatakan, Pertamina EP akan mengawali awal 2020 dengan pemboran tujuh sumur baru, yakni lima sumur pengembangan dan dua sumur eksplorasi. Ketujuh sumur itu berada di Asset 1 Rantau, Asset 3 Jatibarang dan Subang, Asset 5 Bunyu dan Sangasanga. Persiapannya sudah dilakukan, mulai evaluasi, penentuan titik koordinat, pembebasan lahan dan konstruksi rig dan lainnya sekitar enam bulan.

“Target kami satu Januari nanti kita sudah mulai ngebor. Tahun 2020 kami punya target yang mungkin sudah fix itu ada lima tapi mungkin ada tambahan dua, yaitu sumur eksplorasi dan sumur development. Estimasi produksinya ada yang 250 BPPD, 300 BOPD dan 500 BOPD,” kata Chalid Said Salim.

Menurut Chalid, pengeboran sumur-sumur itu menunjukkan bahwa perusahaan tidak ingin perencenaannya meleset dan ada estafet dalam produksi. Tahun lalu perusahaan fokus pada lima temuan eksplorasi di Jawa Barat, yakni Bambu Besar, Akasia Bagus, Akasia Maju, Akasia Besar Jati Asri di Subang-karawang. Selanjutnya eksplorasi yang baru di area asset 4 seperti Sumur Wolai dan Morea.

“Itu temuan eksplorasi yang sekarang sedang dikembangkan dan kontribusi produksinya sudah lebih 5.000 BOPD terhadap total produksi Pertamina EP tahun ini. Dan itu masih terus dilakukan pengembangan pada sumur-sumur penilaian lainnya,” ungkap Chalid Said Salim.

Pertamina EP, lanjutnya, pada 2019 menargetkan pemboran sumur pengembangan sekitar 100 sumur di seluruh aset dengan proyeksi realisasi hingga akhir tahun ini sebanyak 96 sumur. “Yang sudah selesai sekarang hampir 60 sumur, kita akan kebut sampai akhir tahun ini hingga target 96 sumur tercapai. Ada yang bener-bener baru dan ada juga yang existing,” kata Chalid Said Salim.

Dia berharap, ke depan dari temuan eksplorasi yang baru-baru, meskipun agak kecil tapi banyak itu bisa meningkatkan produksi gas, yang paling banyak berada di Aset 4 yakni di Sulawesi tengah.

“Tapi pengembangan selanjutnya sangat tergantung dari buyer. Kalau buyer menurunkan permintaan maka serapan produksi gas kami juga menurun. Tapi kami 100 persen optimis pencapaian target produksi gas tahun ini 970 MMSFD,” ujar Chalid Said Salim.

Chalid menambahkan dalam mengelola perusahaan yang memiliki tantangan sangat tinggi ini, ada konsep growth & sustain agar perusahaan bisa bertumbuh dan bertahan. Sementara untuk pengembangan tahap lanjut atau Enhanced Oil Recovery (EOR) juga tengah dikembangkan di beberapa lapangan, seperti field trial polimer di lapangan Tanjung.

Ke depan akan diterapkan juga di Lapangan lain seperti Lirik dan Sukowati. Untuk Sukowati ini mekanismenya akan menggunakan CO2 dari Jambaran Tiung Biru. Untuk itu perlu dilakukan studi terkait jalur ROW, jenis pipa, reservoir dan lainnya. Biaya studi sekitar US$ 12.000 yang dilakukan oleh Dirjen Migas dan Lemigas yang hasilnya akan disampaikan sekitar Februari 2020.

Apabila EOR ini berhasil maka bisa menjadi yang pertama dilakukan di Indonesia. Sebaliknya apabila hasil studi menunjukkan tidak ekonomis maka hal tersebut tidak bisa dilanjutkan.

Sementara Asset 4 General Manager Agus Amperianto, menyampaikan bahwa Asset 4 siap untuk menjadi bagian dari strategi growth & sustain, terutama dari sisi mempertahankan produksi. "Produksi Sukowati Field saat ini mencapai 9.300 BOPD, meningkat hampir 3.000 BOPD sejak kami ambil alih 2018 yang lalu, dimana produksi di kisaran 6.700 BOPD. Proyeksi kami sampai akhir tahun bisa mencapai 10.000", ujar Agus Amperianto.

Untuk mencapai produksi 10.000 BOPD tersebut ada beberapa inovasi. Utamanya dengan memperhatikan 4 poin prinsip, yaitu, Production Optimalization, Cost Efectiveness, Profit Driven, Value Creation.



Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kibif Kampanyekan Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan

Gerakan penggunaan kantong belanja ramah lingkungan harus menjadi bagian dari gaya hidup dan budaya masyarakat Indonesia.

MEGAPOLITAN | 29 September 2019

Kemtan Kembangkan Sertifikasi Pertanian Sistem Digital

Dari jumlah 38 juta tenaga kerja sektor pertanian, baru sekitar 5 persen yang sudah tersertifikasi bidang pertanian.

EKONOMI | 29 September 2019

Perluas Jangkauan GrabExpress, Grab dan KAI Integrasikan Layanan Pengiriman Barang

Grab mengumumkan kemitraan strategis antara layanan pengiriman paket on-demand miliknya, GrabExpress, dengan layanan logistik milik PT. Kereta Api Indonesia

EKONOMI | 28 September 2019

Investor Diajak Tanam Investasi di Ibu Kota Baru

Ajang Investor Summit Kalimantan Timur mengajak investor untuk melirik potensi pembangunan ibu kota baru.

EKONOMI | 28 September 2019

Serpong Garden 'Topping Off' Bellerosa dan Cattleya

Pengembang properti PT Hutama Anugrah Propertindo (HAP) melakukan topping off Tower Bellerosa dan Tower Cattleya – Serpong Garden Apartment (Segar).

EKONOMI | 28 September 2019

Transaksi Uang Elektronik Tembus Rp 450 Miliar per Hari

Sebagai perbandingan, di tahun 2016 transaksinya rata-rata masih di bawah Rp 50 miliar per hari lalu menjadi Rp 450 miliar per hari di 2019.

EKONOMI | 28 September 2019

Petrokimia Gresik: Sektor Pertanian Membutuhkan Tenaga Milenial

Berdasarkan data Sensus Pertanian 2013, jumlah rumah tangga petani turun 20 persen dari 79,5 juta menjadi 63,6 juta.

EKONOMI | 28 September 2019

Taiwan Expo 2019 Dorong Arus Investasi ke Jatim

Taiwan Expo 2019 diharapkan bisa menjadi pintu masuk jalinan kerja sama Indonesia dan Taiwan.

EKONOMI | 28 September 2019

Ekonomi Dunia Melambat, Bank-bank Sentral Kompak Turunkan Suku Bunga

Bank Sentral India, Filipina, Thailand, Selandia Baru, Meksiko, Brasil dan Korea menurunakn suku bunga acuan.

EKONOMI | 28 September 2019

Kadin Dorong Pengembangan Industri Petrokimia Berbasis Metanol

Kapasitas produksi dalam negeri untuk bahan baku petrokimia baru mencapai 2,45 juta ton ,sementara itu kebutuhan dalam negeri mencapai 5,6 juta ton.

EKONOMI | 28 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS