Harga Emas Tertekan karena Investor Beralih ke Aset Berisiko

Harga Emas Tertekan karena Investor Beralih ke Aset Berisiko
Ilustrasi ( Foto: Istimewa )
/ WBP Selasa, 1 Oktober 2019 | 08:33 WIB

Chicago, Beritasatu.com - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB (1/10/2019), karena investor lebih memilih aset berisko saham yang ditandai meningkatnya bursa di Wall Street dan greenback.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember jatuh US$ 33,5 atau 2,22 persen, menjadi US$ 1.472,9 per ounce.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang saingannya, naik 0,27 persen menjadi 99,39 pada pukul 17.30 GMT, sesaat sebelum penyelesaian transaksi emas.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Sementara bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street pada perdagangan Senin malam waktu setempat atau Selasa pagi WIB (1/10/2019) ditutup menguat. Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 96,6 poin (0,36 persen) mencapai 26.917, Nasdaq composite index naik 59,7 (0,75 persen) mencapai 7.999, sedangkan S&P 500 index menguat 14,9 poin (0,50 persen) mencapai 2.977.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan ekuitas AS. Ketika pasar saham sedang meningkat, investor dapat berhenti membeli aset safe-haven dan mengalihkan dana-dana mereka ke aset berisiko seperti saham.

Adapun logam mulia lainnya, perak pengiriman Desember turun 65,4 sen atau 3,7 persen menjadi US$ 16,998 per ounce. Platinum pengiriman Oktober turun US$ 46,9 atau 5,01 persen, menjadi US$ 889,2 per ounce.



Sumber: Xinhua, Antara