Bisnis Hotel di Nusa Penida Potensial

Bisnis Hotel di Nusa Penida Potensial
Pasir putih pantai Atuh, Nusa Penida, Bali ( Foto: istimewa )
Edo Rusyanto / EDO Selasa, 1 Oktober 2019 | 13:40 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Bisnis hotel di kawasan wisata Nusa Penida, Bali dinilai sangat potensial seiring minat kunjungan wisatawan ke pulau tersebut. Destinasi wisata andalan Kabupaten Klungkung, Bali ini memiliki tiga pulau dengan jumlah total penginapan 197 unit.

“Prospek pariwisata Nusa Penida, sangat bagus. Hal itu mengingat di Bali daratan sudah ramai dan macet. Waktu tempuh ke Nusa Penida juga tidak terlalu lama, yakni sekitar 30 menit dari Bali daratan,” ujar Francis Dehnhardt, Managing Director Nara Hotels International, dalam siaran pers di Jakarta, Senin (30/9/2019).

Lebih lanjut, Francis menuturkan jika kedepannya rute menuju Nusa Penida akan menjadi lebih ramai lagi, karena ditunjang oleh Ring Road selebar 20 meter di pinggir tebing menuju kawasan pariwisata, serta rencana pembangunan Pelabuhan Segitiga Emas oleh Pemerintah Kabupaten Klungkung.

Kawasan Nusa Penida mencakup satu pulau besar yaitu Pulau Nusa Penida, dan dua pulau kecil yaitu Pulau Nusa Lembongan dan Pulau Nusa Ceningan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Klungkung, Bali, menyebutkan, luas Nusa Penida mencapai 202,84 kilometer persegi (km2) sekaligus merupakan dua pertiga dari total luas Kabupaten Klungkung. Nusa Penida memiliki panjang pantai 67,2 km dengan pemandangan laut yang indah. Salah satu destinasi wisata pantai yang terkenal adalah Pantai Atuh.

“Pemandangan Nusa Penida sangat indah, keindahan pantai, laut dan tebing di tepi laut sangat mempesona. Terdapat 16 titik snorkeling, dimana wisatawan dapat melihat ikan pari manta dan ikan mola-mola (sunfish) di kedalaman lautnya. Selain itu, Nusa Penida punya kekayaan wisata budaya yang memikat, serta wisata religi yang memiliki banyak tempat ziarah atau kuil pra-sejarah. Hal itu membuat potensi industri pariwasa Nusa Penida sangat potensial,” tutur Francis.

Potensi itu memikat banyak kunjungan wisatawan, menurut Francis ada sekitar 12.000 wisatawan yang berkunjung ke Nusa Penida setiap harinya. Karena itu, tambahnya lagi, Nusa Penida membutuhkan penginapan berupa hotel yang memadai dengan fasilitas berstandar internasional dengan pelayanan maksimal.

Kini, di tiga pulau kawasan Nusa Penida hanya terdapat 197 penginapan. Dari jumlah tersebut hanya tersedia empat ruang pertemuan dan 94 restoran.

Hanya 27 atau 14% dari total penginapan yang memiliki kamar lebih dari 15. Bahkan, mayoritas, yakni 78 atau setara 40% dari penginapan yang ada hanya memiliki berkisar 5-9 kamar. Selebihnya memiliki kamar berkisar 5-14 kamar.

Karena itu, Nara Hotels International akan hadir di Nusa Penida dengan mendirikan hotel berstandar internasional berkapasitas 120 kamar setara dengan bintang tiga premium.

“Tujuannya adalah untuk menampung wisatawan mancanegara yang kekurangan kamar untuk menginap. Biasanya mereka datang untuk berwisata, lalu pulang di hari yang sama karena tidak ada hotel yang memadai. Ceruk pasar ini yang kami sasar,” papar Francis.

Sebagai informasi, Nara Hotels International juga berencana untuk membangun pusat perbelanjaan, festival area, hotel, theme park, business center, waterpark, watersport, beach club, floating restaurant dan luxury estate. Selain itu dilengkapi
helipad dan jetstrip. Properti ini akan dijual dengan harga Rp 10 miliar per unit.

 



Sumber: Investor Daily