Puspitek Lahirkan 20 Startup Tiap Tahun

Puspitek Lahirkan 20 Startup Tiap Tahun
Peserta pelatihan capacity building di Kota Bogor, Jawa Barat. ( Foto: Ist )
/ HS Jumat, 4 Oktober 2019 | 06:11 WIB

Serpong, Beritasatu.com - Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi di Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, melahirkan 20 perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT) atau startup tiap tahun.

"Kami tiap tahun mencetak 20 perusahaan pemula berbasis teknologi," kata Kepala Puspitek Sri Setiawati kepada wartawan dalam Puspiptek Innovation Festival 2019 di kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (3/10).

Sebagai kawasan sains dan teknologi nasional, Puspiptek mulai melahirkan PPBT sejak 2016. Tiap tahun insentif yang dikucurkan pada setiap PPBT untuk mengembangkan bisnisnya adalah sebesar Rp 150 juta sampai Rp 250 juta.
PPBT tersebut bergerak di berbagai bidang termasuk pangan, digital dan material maju. PPBT yang telah tumbuh terus didampingi agar usahanya semakin berinovasi dan bersifat berkelanjutan.

Inovasi yang dihasilkan Puspiptek dapat digunakan oleh usaha kecil dan menengah (UKM) dalam merintis dan mengembangkan usaha. UKM juga akan semakin berinovasi dan berkembang jika diberi sentuhan teknologi dan inovasi.
Masyarakat dapat datang berkonsultasi ke Puspiptek untuk peningkatan kapasitas dan mendapatkan layanan jasa untuk dibantu mengembangkan UKM.

Sentuhan untuk UKM lebih berinovasi dapat dilakukan antara lain dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi seperti iradiator gamma milik Batan Tenaga Nuklir Nasional untuk pengawetan buah dan makanan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Ainun Naim mengatakan Puspiptek Innovation Festival (PIF) 2019 berupaya mempopulerkan semangat berinovasi dikalangan masyarakat Indonesia.

Disebutkan, PIF 2019 yang mengangkat tema "Innovations Eithout Limits" bertujuan untuk mengembangkan ekosistem inovasi. Berbagai upaya untuk pengembangan ekosistem inovasi dapat dilakukan antara lain meningkatkan produktivitas penelitian, membangun pusat unggulan inovasi yang akhirnya bisa menjadi science techno park atau kawasan sains dan teknologi.



Sumber: ANTARA