Wall Street Maik Dipicu Peningkatan Ekspektasi Penurunan Suku Bunga

Wall Street Maik Dipicu Peningkatan Ekspektasi Penurunan Suku Bunga
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP / Johannes Eisele)
/ WBP Jumat, 4 Oktober 2019 | 07:19 WIB

New York, Beritasatu.com - Saham-saham di Wall Street naik pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB (4/10/2019), setelah data menunjukkan aktivitas sektor jasa-jasa AS di level terendah dalam tiga tahun sehingga memicu harapan bank sentral AS, Federal Reserve akan memangkas suku bunga untuk membendung penurunan ekonomi.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 122,42 poin atau 0,47 persen, menjadi di 26.201,04 poin. Indeks S&P 500 bertambah 23,02 poin atau 0,80 persen, menjadi 2.910,63 poin. Indeks Kompsoit Nasdaq berakhir naik 87,02 poin atau 1,12 persen, menjadi 7.872,27 poin.

Saham Microsoft naik 1,2 persen dan Facebook bertambah 2,7 persen, dengan keduanya berkontribusi lebih besar daripada perusahaan-perusahaan lain terhadap kenaikan S&P 500.

Pasar turun setelah Institute for Supply Management (ISM) mengatakan indeks aktivitas non-manufaktur turun ke 52,6 pada September, terendah sejak Agustus 2016. Hal itu menambah kekhawatiran yang dipicu pada Selasa (1/10/2019) ketika sebuah laporan menunjukkan aktivitas pabrik AS kontraksi ke level terendah dalam lebih dari satu dekade, serta data pada Rabu (2/10/2019) menunjukkan pertumbuhan gaji swasta pada Agustus tidak sekuat yang diperkirakan sebelumnya.

Para pedagang mengharapkan setidaknya dua penurunan suku bunga hingga akhir 2019, yang mereka tinggalkan setelah bank sentral menggambarkan masing-masing dari dua pemotongan suku bunga terakhir sebagai "penyesuaian pertengahan siklus."

Laporan pekerjaan penting pada Jumat waktu setempat dapat berkontribusi lebih banyak terhadap bukti tentang apakah perang perdagangan AS-China mendorong ekonomi terbesar dunia menuju resesi.



Sumber: Reuters, Antara