TETO: Taiwan Beri Kesejahteraan Terbaik bagi Pekerja Migran Indonesia

TETO: Taiwan Beri Kesejahteraan Terbaik bagi Pekerja Migran Indonesia
Suasana perayaan Hari Nasional Republic of China (Taiwan) ke-108 di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (8/10/2019) malam. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Asni Ovier / RSAT Rabu, 9 Oktober 2019 | 11:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Taipei Economic and Trade Office (TETO) John Chen mengatakan kebijakan baru ke arah selatan yang dilakukan Taiwan membuat hubungan antara Indonesia dan Taiwan kian dekat dan erat.

Indonesia dan Taiwan terus meningkatkan kerja sama baik di bidang pendidikan, kesehatan, peningkatan sumber daya manusia, pertanian, penciptaan lapangan kerja, dan banyak lagi lainnya.

“Saat ini ada sekitar 300.000 orang Indonesia yang bekerja, belajar, dan tinggal di Taiwan. Dari jumlah itu sekitar 260.000 adalah pekerja migran Indonesia. Untuk para pekerja migran Indonesia, Taiwan memberikan gaji, asuransi kesehatan, dan kesejahteraan yang terbaik dibandingkan pekerja migran asing lainnya,” ujar John Chen dalam sambutannya pada resepsi Hari Nasional Republic of China (Taiwan) ke-108 di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (8/10/2019) malam.

Hadir dalam acara itu perwakilan pejabat pemerintah Indonesia, anggota parlemen, para diplomatik, komunitas Tionghoa, pengusaha Taiwan, cendekiawan, seniman dan budayawan, dan sekitar 800 undangan lainnya.

Dikatakan di bidang pendidikan, ada sekitar 12.000 orang pelajar Indonesia yang belajar di Taiwan, dan program produksi dan pembelajaran "2 + i" yang dipromosikan oleh Taiwan dan Indonesia. Yakni lulusan perguruan tinggi multi-teknologi Indonesia yang datang ke universitas sains dan teknologi Taiwan untuk belajar selama dua tahun, bisa magang di perusahaan-perusahaan berkualitas tinggi di Taiwan selama satu tahun.

Pemerintah Taiwan dan berbagai universitas juga menawarkan berbagai beasiswa bagi siswa Indonesia, serta berbagai program pelatihan profesional yang dijalankan oleh pemerintah Taiwan dan pihak swasta.

“Kesemuanya ini dilakukan dalam upaya mendukung peningkatan sumber daya manusia seperti yang sedang dijalankan oleh presiden Jokowi,” tambahnya.

Begitu juga cinta kasih kemanusiaan Taiwan terhadap Indonesia tidak pernah reda. Saat gempa bumi tsunami di pulau Lombok, Palu dan provinsi lain di Sulawesi Tengah tahun lalu, pemerintah dan swasta di Taiwan memberikan sumbangan dana sekitar US$ 2,86 juta.

“Sebagian dana digunakan untuk membangun kembali sekolah-sekolah, pusat kegiatan Islam, donasi tanggul, mobil ambulan, pakaian dan makanan lainnya di daerah bencana. Cinta kasih Taiwan memberikan secercah harapan baru di balik musibah bencana,” tuturnya.

John Chen menyebutkan, kerja sama antara Taiwan dan Indonesia tidak terbatas pada hal ini saja. Pihaknya juga melakukan kerja sama di bidang pertanian, pencegahan dan pengendalian demam berdarah, pemetaan tanah, perawatan medis, proses pembuangan sampah, dan daur ulang adalah bidang kerja sama yang substantial antara kedua negara.

“Dengan kebijakan baru ke arah selatan yang terus digalakkan ini, kami yakin kerja sama win win solusi yang erat antara Taiwan dan Indonesia ini akan terus meningkat,” tegasnya.

Nomor 1
Pada bagian lain John Chen menyatakan kinerja keseluruhan negara Taiwan cukup menarik. Dalam hal ekonomi, Taiwan berada di peringkat ke-13 dunia, dan ke-4 di kawasan Asia-Pasifik menurut "World Competitiveness Report 2018" dari Swiss World Economic Forum (WEF).

“Taiwan juga memiliki peringkat sebagai salah satu dari empat teratas inovator super bersama Jerman, Amerika Serikat, dan Swiss. Kestabilan ekonomi secara keseluruhan menempati urutan pertama di dunia, dan sistem keuangan menduduki peringkat ke tujuh di dunia,” ujar John Chen

John Chen mengatakan lingkungan investasi Taiwan juga terus membaik, dan menarik banyak investasi asing. Misalnya, raksasa server global "Supermicro" telah menginvestasikan total NT$ 10 miliar di Taiwan, dan Google mengumumkan akan memperluas investasi dan operasinya di Taiwan.

Di sisi lain, Menurut John Chen tahun ini kami membawa dana investasi terbesar dalam sejarah dari pengusaha Taiwan yang dulunya investasi di Tiongkok, dan sekarang pulang kembali ke Taiwan untuk berinvestasi.

“Dari awal tahun sampai September ini, jumlah investasi telah mencapai NT$ 580 miliar, dan menciptakan lebih dari 28.500 lapangan pekerjaan,” ujar John Chen.

Perayaan resepsi Hari Nasional Taiwan ini juga dimeriahkan sejumlah outlet Taiwan yang terkenal di Indonesia seperti Din Tai Fung, Chatime, Xing Fu Tang, Snowmonsters, dan kopi "Golden Malabar". Ada juga patung es besar dari gedung Taipei 101, yang memungkinkan para tamu untuk merasakan "Taiwan Taste " di Indonesia.

Selain itu, tahun ini juga ditayangkan film Hari Nasional "Berani dan Percaya Diri, Berlayar dengan Dunia" yang diproduksi oleh Kementerian Luar Negeri Taiwan. Dari film itu para tamu undangan memungkin untuk belajar tentang sains dan teknologi Taiwan dan perkembangan ekonomi politik, serta melihat keindahan alam, serta mengenal beragam budaya Taiwan.



Sumber: Suara Pembaruan