Harga Minyak Bervariasi Menyusul Ketegangan Timur Tengah

Harga Minyak Bervariasi Menyusul Ketegangan Timur Tengah
Ilustrasi minyak. ( Foto: Istimewa )
/ WBP Kamis, 10 Oktober 2019 | 08:48 WIB

New York, Beritasatu.com  - Harga minyak bervariasi pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB (10/10/2019), karena investor mempertimbangkan kenaikan persediaan minyak Amerika Serikat pekan lalu dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Patokan AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun tipis US$ 0,04 menjadi US$ 52,59 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember sedikit menguat US$ 0,08 menjadi ditutup US$ 58,32 per barel di London ICE Futures Exchange.

Untuk pekan yang berakhir 4 Oktober, persediaan minyak mentah komersial AS naik 2,9 juta barel dari minggu sebelumnya, menjadi 425,6 juta barel, tulis laporan Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu (9/10/2019).

Dalam Prospek Energi Jangka Pendek (STEO) Oktober yang dirilis pada Selasa (8/10/2019), EIA memperkirakan bahwa produksi minyak mentah AS akan meningkat di setiap bulan yang tersisa di 2019, dan pada akhirnya mencapai 13,0 juta barel per hari pada Desember 2019.

EIA juga memperkirakan produksi minyak mentah AS mencapai rata-rata 12,3 juta barel per hari pada 2019 dan 13,2 juta barel per hari pada 2020.

Investor juga terus mengawasi perkembangan terbaru dari ketegangan militer di Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran produksi minyak mentah di wilayah tersebut.

Turki secara resmi memulai operasi militernya untuk menumpas pasukan Kurdi di Suriah utara pada Rabu (9/10/2019), dan menyebabkan gelombang besar pengungsian di tengah kecaman pemerintah Suriah.



Sumber: Reuters, Antara