Tajuk Rencana Investor Daily Masuk Kategori Terbaik Kompetisi Nasional Media

Tajuk Rencana Investor Daily Masuk Kategori Terbaik Kompetisi Nasional Media
Deputy CEO BeritaSatu Media Holdings Johannes Tong, bersama Direktur Media Ad Sales Livy Prathivi, Pemimpin Redaksi Koran Investor Daily Primus Dorimulu, Deputi Direktur BeritaSatu Media Holdings Listyorini, GM Sales BeritaSatu Media Holdings Djemmy Piether, Deputy GM Advertising Sales Reyhan Korompis beserta Redaktur Pelaksana Esther Nuki, Nurjoni, dan Hari Gunarto saat syukuran Hari Ulang Tahun Koran Investor Daily ke- 17, di Gedung Berita Satu Plaza, Jakarta, Kamis 28 Juni 2018. (Sumber: Investor Daily / Emral)
Novy Lumanauw / Chairul Fikri / HA Jumat, 11 Oktober 2019 | 04:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Tajuk rencana berjudul “Membangun Ekonomi Lewat Start Up” yang dimuat di harian Investor Daily, edisi 30 Juli 2019 termasuk kategori terbaik Kompetisi Nasional Media 2019, yang diselenggarakan Jurnalisme Profesional untuk Bangsa.

“Kami berterima kasih, artikel Tajuk Rencana di harian Investor Daily termasuk kategori terbaik,” kata Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu.

Penyerahan penghargaan karya jurnalistik yang mengangkat tentang berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, digelar di The Sultan Hotel & Residence, Kamis (10/10/2019).

Hadir pada kesempatan itu, Menkominfo Rudiantara, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh, Ketua Pelaksana Margiono, Wakil Ketua DPD RI Fadel Muhammad, dan para tokoh pers.

Tajuk Rencana berjudul "Membangun Ekonomi Lewat Start Up" berisi tentang sebuah gagasan dan masukan insan pers terkait ambisi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi digital Asean dengan nilai transaksi US$ 130 miliar pada tahun 2030 mendatang.

Tajuk itu menyebutkan bahwa Indonesia saat ini sedang bergerak menuju ekonomi digital. Ibarat kecambah di musim penghujan, perusahaan rintisan tumbuh dan bertebaran di mana-mana.

Oleh sebab itu, saatnya bagi pemerintah terus berupaya agar dana-dana asing yang masuk ke perusahaan rintisan diarahkan untuk membangun dan memperkuat industri manufaktur di dalam negeri.

"Dalam menentukan pilihan, pemerintah tidak boleh main-main. Jika salah pilih, mungkin saja pemerintah berhasil mewujudkan ambisinya menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi digital Asean. Tapi apalah artinya menjadi pusat ekonomi digital Asean jika rakyat Indonesia tak menikmatinya," demikian bunyi alinea terakhir tajuk itu.

Kategori yang dilombakan pada Kompetisi Nasional Media Piala Presiden 2019 terdiri atas karya jurnalistik untuk media cetak, media online, elektronik, dan radio. Selain itu, artikel opini dan tajuk rencana. Karya jurnalistik yang dipilih adalah bersifat konstruktif, tidak nyinyir, dan dapat membantu pemerintah menyelesaikan persoalan bangsa.

Direktur Pelaksana Agus Sudibyo mengatakan, panitia berkeliling ke berbagai daerah untuk menyosialisasikan kompetisi ini, di antaranya Jakarta, Medan, Semarang, Surabaya, Bali, dan Manado.

“Tujuan penyelenggaraan Piala Presiden ini adalah memberikan masukan ke pemerintah melalui karya jurnalistik dari berbagai daerah. Kegiatan ini juga menyerap berbagai masukan untuk mempercepat kemajuan Indonesia,” katanya.

Disebutkan, ada lima tema yang dilombakan, yaitu Persatuan dan Kerukunan Bangsa, Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Berkesejahteraan Sosial, Pengembangan Industri Berbasis Pemanfaatan Teknologi Digital, Pendidikan dan Pengembangan SDM di Era 4.0, dan Pariwisata Sebagai Sektor Utama Ekonomi Nasional.

Sedangkan, kategori kompetisi ada sembilan, di antaranya karya jurnalistik media cetak/siber nasional, karya jurnalistik media cetak/siber nusantara, karya jurnalistik televisi short story, karya jurnalistik televisi long story, dan karya jurnalistik radio.

Berdasarkan catatan panitia penyelenggara, Kompetisi Nasional Media Piala Presiden 2019 ini diikuti oleh puluhan media baik cetak, siber, radio maupun media televisi dimana ada 1.440 karya yang masuk kepanitia yang kemudian dibagi dalam beberapa katgori penilaian seperti Kategori Jurnalistik Cetak / Siber Nasional sejumlah 373 karya tulis, Kategori Jurnalistik Cetak/Siber Nusantara 210 karya, Tajuk Rencana Nasional 74 karya, Tajuk Rencana Nusantara 46 karya, Artikel Opini Media Cetak/Siber sejumlah 335 karya, Jurnalistik Radio sebanyak 98 karya, Jurnalistik Televisi Short Story sebanyak 208 karya, Jurnalistik Long Story sebanyak 67 karya, dan Audio Visual Media Sosial sebanyak 29 karya.

Ajang Kompetisi Nasional Media Piala Presiden 2019 ini diharapkan akan mampu memberikan masukan kepada pemerintahan periode 2019-2024 mendatang. Hal itu diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara dalam sambutannya.

"Setidaknya, ajang kompetisi ini bisa dijadikan ajang silaturahmi pemerintah dengan media dan insan pers di manapun berada. Di mana lewat ajang ini, pemerintah mendapat banyak masukan tentang bagaimana cara meningkatkan dan memanfaatkan kualitas sumber daya kita ke depan. Diharapkan dengan adanya ajang ini, sumber daya manusia untuk insan pers juga dapat meningkatkan kualitas institusi medianya. Saya juga berharap UU Pers ke depan tak lagi ada peraturan pemerintah atau peraturan menteri, agar undang-undang yang dijalankan insan pers tidak diintervensi pemerintah," tutur Rudiantara.

Untuk ajang Kompetisi Nasional Media Piala Presiden 2019 sendiri, dewan jurinya adalah sejumlah tokoh dan wartawan senior, yaitu Ninok Leksono (editor senior Kompas dan Rektor Universitas Multimedia Nusantara), Shinta Dhanuwardoyo (CEO dan Founder Bubu.com), Vita Datau (Tenaga Ahli Menteri Pariwisata), Agus Pambagio (Penasihat senior Kementerian Lingkungan Hidup), Eko Sulistyo (Deputi Bidang Komunikasi Politik Kantor Staf Presiden) dan Freddy Tulung (konsultan komunikasi pemasaran).

Dalam malam penganugerahan Kompetisi Nasional Media Piala Presiden 2019 ini selain dihadiri oleh Menkominfo Rudiantara, juga dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Ketua Dewan Pers M. Nuh.



Sumber: Investor Daily