Wall Street Menguat Berkat Sentimen Positif Negosiasi AS-Tiongkok

Wall Street Menguat Berkat Sentimen Positif Negosiasi AS-Tiongkok
Presiden AS Donald Trump ( Foto: AFP / ANDREW CABALLERO-REYNOLDS )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Sabtu, 12 Oktober 2019 | 11:44 WIB

Washington, Beritasatu.com - Tahap pertama negosiasi perdagangan antara dua perekonomian terbesar di dunia, AS dan Tiongkok, telah menemukan titik temu yang substansial. Negosiasi tahap kedua akan segera dimulai. Demikian disampaikan Presiden AS Donald Trump usai menandatangani perjanjian tahap pertama di Oval Office bersama Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He, Jumat (11/10/2019).

Tahap pertama perjanjian dagang AS-Tiongkok akan ditulis dalam tiga minggu ke depan. Perjanjian akan merumuskan isu-isu terkait hak kekayaan intelektual dan jasa keuangan, dan juga pembelian produk agrikultur AS senilai US$ 40 miliar-US$ 50 miliar oleh Tiongkok.

"Ini adalah perjanjian yang besar untuk para petani," kata Trump.

Trump mengatakan perjanjian ini lebih "besar" dibandingkan poin-poin negosiasi bulan Mei lalu yang akhirnya gagal dan memicu kenaikan tarif untuk produk-produk impor senilai ratusan miliar dolar dari kedua belah pihak.
Sementara, Liu He mengatakan perbedaan perjanjian Oktober vs Mei, adalah perjanjian kali ini lebih "kooperatif".

Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengumumkan AS telah membatalkan kenaikan tariuf untuk produk impor dari Tiongkok yang tadinya akan diberlakukan 15 Oktober nanti. AS sebelumnya mengancam akan menaikkan tarif dari 25 persen menjadi 30 persen untuk produk impor Tiongkok senilai US$ 250 miliar. Namun, rencana menaikkan tarif terpisah sebesar 15 persen untuk impor Tiongkok senilai US$ 160 miliar pada 15 Desember nanti tetap berjalan.

"Kami sama-sama memiliki pemahaman mendasar atas isu-isu penting tetapi masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan," kata Mnuchin.

Mnuchin bahkan mengatakan AS akan mempertimbangkan kembali pandangannya atas Tiongkok sebagai "manipulator mata uang".

Atas kabar gembira ini, Dow Jones Industrial Average naik 1,21 persen ke 26.816,59, S&P 500 naik 1,09 persen ke 2.970,27, Nasdaq naik 1,34 persen ke 8.057,04, dan NYSE naik 1,26 persen ke 12.926,92.



Sumber: BeritaSatu.com