Sekar Bumi Raih Penghargaan Ekspor Keenam Kali

Sekar Bumi Raih Penghargaan Ekspor Keenam Kali
PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) berhasil meraih kembali penghargaan ekspor Primaniyarta untuk yang ke-6 kalinya. ( Foto: Sekar Bumi / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Kamis, 17 Oktober 2019 | 12:05 WIB

Tangerang Selatan, Beritasatu.com- PT Sekar Bumi Tbk. (SKBM) berhasil meraih kembali penghargaan ekspor Primaniyarta untuk yang ke-6 kalinya. SKBM meraih predikat sebagai Eksportir Berkinerja (extraordinary performance).

“Merupakan suatu kebanggaan untuk SKBM yang telah berdiri sejak tahun 1973 hingga sekarang dapat terus menjaga kinerjanya meskipun di tengah kondisi pasar yang menantang, apalagi dengan pengakuan dari Pemerintah melalui Primaniyarta Award ini," ujar Direktur Perseroan, Howard Ken Lukmito, sewaktu ditemui pada Opening Ceremony TEI 2019 di ICE BSD City, Tangerang Rabu (16/10).

Primaniyarta merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Pemerintah Indonesia kepada eksportir yang dinilai paling berprestasi di bidang ekspor dan dapat menjadi teladan bagi eksportir lain.

"Kita menyadari bahwa negara kita adalah negara maritim yang diberkati dengan kekayaan sumber daya alam yang begitu berlimpah, ditambah Pemerintah tengah mendukung pemain di sektor perikanan dan kelautan untuk dapat terus meningkatkan kinerjanya,” paparnya.

SKBM adalah perusahaan manufaktur dan distributor produk makanan beku, yang pada pertengahan tahun ini kembali melakukan ekspansi dengan membuka pabrik makanan olahan beku (frozen processed food) di Cikupa, Tangerang.

“SKBM adalah pemain ekspor yang kredibilitasnya sudah terbukti di pasar internasional. Pabrik-pabrik kami dapat mengekspor produk tanah air ke retailers/supermarket besar di Amerika maupun Australia yang persyaratannya sangat ketat, beberapa diantaranya adalah Walmart, Kroger, Woolworths (Australia-New Zealand), Ahold, Albertsons, Aldi dan HEB. Selain itu, perseroan juga mengekspor produknya ke Jepang, Korea, Singapore, Tiongkok serta Eropa. Kami memiliki sertifikasi Best Aquaculture Practice (BAP) 4-star, HACCP, BRC, ISO 22:000, GMP, SNI, dan Halal dari MUI. Jadi food safety merupakan prioritas kami,” papar Howard.

Pelopor

SKMB juga merupakan pelopor di sektor pengolahan udang di tanah air, yang pada saat ini mengembangkan sayapnya dengan memproduksi produk makanan hasil laut dan makanan siap saji dengan teknologi ready to eat.

“Selain pabrik pengolahan, SKBM juga memiliki tambak udang, pabrik pakan udang dan ikan sendiri. Artinya bisnis kami sudah terintegrasi dari hulu ke hilir”, lanjutnya ujar Howard yang memimpin divisi Sales, Marketing dan Business Development di SKBM. Beliau juga memaparkan bahwa Perseroan saat ini tengah gencar untuk terus melakukan pengembangan bisnis.

Tak hanya udang, produk yang dihasilkan di antaranya bakso, dimsum, fish tofu, fish cake, spring roll, samosa, sosis ikan siap makan, serta produk value-added lainnya. Produk-produk ini dipasarkan di bawah merek Bumifood, Mitraku dan Sosikan (sosis ikan siap makan) yang dipayungi oleh merek group perusahaan FINNA.

“Produk-produk yang sedang dikembangkan diantaranya, cuttlefish ball with squid ink, cuttlefish ball with cheese filling, octopus ball, mini fish tofu dan octopus springrolls sriratcha siap untuk masuk pasar international dalam jangka waktu dekat ini. Semua produk yang diolah dan dikembangkan Perseroan sejalan dengan tujuan perusahaan kami yaitu sebagai produsen dan supplier makanan beku No. 1 di tanah air,” tambah Howard.



Sumber: Suara Pembaruan