10 Kemampuan Ini Harus Dimiliki Hadapi Revolusi Industri 4.0
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

10 Kemampuan Ini Harus Dimiliki Hadapi Revolusi Industri 4.0

Jumat, 18 Oktober 2019 | 19:31 WIB
Oleh : Herman / MPA

Jakarta, Beritasatu.com – Anggota Tim Pelaksana Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas), Prof Zainal A. Hasibuan mengungkapkan, di era Industri 4.0, ada banyak pekerjaan yang hilang digantikan oleh mesin pintar. Pekerjaan yang hilang tersebut adalah yang sifatnya repetitif atau berulang-ulang.

Namun, di saat yang bersamaan, era Industri 4.0 juga turut melahirkan beragam peluang kerja baru. Tetapi tantangannya adalah apakah Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki Indonesia cukup kompeten untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan baru tersebut.

“Memang akan ada pekerjaan yang hilang, tetapi banyak juga pekerjaan baru yang muncul. Pertanyaannya, bagaimana pekerjaan yang baru muncul ini harus kita grap, harus kita rangkul dan kita ciptakan ekosistemnya. Itulah yang sering kita katakan perlu adanya new skill. Ada keterampilan baru yang dituntut untuk dimiliki oleh SDM kita,” kata Zainal Hasibuan di acara diskusi yang digelar Wantiknas, di Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Mengutip hasil riset dari World Economic Forum, Zainal memaparkan ada 10 kemampuan utama yang paling dibutuhkan di tahun 2020, yaitu bisa memecahkan masalah yang komplek (complex problem solving), berpikir kritis (critical thinking), kreatif (creativity), kemampuan memanage manusia (people management), bisa berkoordinasi dengan orang lain atau team-work (coordinating with others), memiliki kecerdasan emosional (emotional intelligence), memiliki kemampuan menilai dan mengambil keputusan (judgment and decision making), berorientasi pelayanan atau mengedepankan pelayanan (service orientation), memiliki kemampuan negosiasi (negotiation), serta memiliki fleksibilitas kognitif (cognitive flexibility).

“Cikal bakal dari skill yang paling dibutuhkan ini sebetulnya sudah ada, tetapi memang perlu dipertajam. Hanya saja, apakah sistem pendidikan kita mendukung tumbuh suburnya skill yang dibutuhkan ini? Yang saya khawatirkan, ini masih jauh panggang dari api,” imbuhnya.

Zainal mengungkapkan, industri 4.0 juga telah mengubah pola bisnis yang harus disikapi dengan serius oleh seluruh pihak. Misalnya, orang terkaya di bisnis ikan saat ini justru tidak memiliki ikan, sesuatu yang tidak mungkin terjadi di masa lalu.

“Dalam pelajaran entrepreneurship, saat ini yang diajarkan adalah cara-cara dagang tradisional. Padahal, pola berbisnis sudah berubah dan kegunaan sesuatunya juga sudah berubah. Cara bekerja pun sudah berubah, tidak ada lagi masalah tempat, waktu, semuanya terhubung. Sehingga cara belajarnya pun harus diubah untuk memenuhi kebutuhan di era industri 4.0,” kata Zainal.

Pertumbuhan ekonomi digital menurut Zainal juga belum dibarengi oleh ketersediaan ahli digital yang mumpuni. Beberapa perusahaan teknologi di Indonesia terpaksa harus mempekerjakan tenaga kerja asing. Kondisi ini berbeda dengan yang terjadi di India. Studi Korn Ferry mengenai Global Talent Crunch memperkirakan pada 2030 mendatang, India bakal surplus tenaga kerja ahli digital sebanyak 245,3 juta orang. Sementara Indonesia diproyeksi kekurangan sekitar 18 juta tenaga ahli digital.

“Yang juga saya kritik, selama ini kita lebih banyak sebagai pengguna teknologi. Padahal ada porsi kita yang harusnya juga membuat teknologi. Masalahnya, kalau pun ada yang membuat, orang kita juga belum tentu mau menggunakannya. Jadi sebetulnya kata kuncinya adalah keberpihakan,” kata Zainal.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Intan Fauzi: Saatnya Para Pelaku Usaha Ultra Mikro Dibantu

Intan Fauzi menyampaikan pandangannya terkait progres pembentukan holding ultra mikro (UMi) .

EKONOMI | 22 September 2021

Kemperin Putuskan Pabrik Aice Group Lulus Sertifikasi ISO 9001

Pengakuan lulus sertifikasi ISO 9001:2015 dan analisis bahaya dan pengendalian titik kritis (HACCP) diterima Aice dari lembaga sertifikasi BBIA Kemperin.

EKONOMI | 22 September 2021

Direktur Utama Garudafood Borong Saham GOOD Rp 2,2 Miliar

Direktur Utama PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) Hardianto Atmadja melakukan aksi pembelian saham usahanya GOOD sebanyak 6 juta lembar saham.

EKONOMI | 22 September 2021

Bahan Bangunan Inovatif Jadi Elemen Penting Arsitektur Modern

Teknologi bahan bangunan inovatif, turut memiliki peran penting terhadap suksesnya rancangan desain sebuah karya arsitektur.

EKONOMI | 22 September 2021

Ini Cerita di Balik BI Tahan Suku Bunga Acuan 3,5%

Bank Indonesia (BI) pada 20-21 September 2021 memutuskan untuk kembali mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50%.

EKONOMI | 22 September 2021

Permintaan Alat Berat Naik, Hexindo Incar Pendapatan US$ 359,42 Juta

PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA), emiten distributor alat berat hingga akhir 2021 menargetkan pendapatan US$ 359,42 juta dan laba bersih US$ 31,75 juta.

EKONOMI | 22 September 2021

PP Presisi Rombak Jajaran Komisaris

PT PP Presisi Tbk (PPRE), emiten sektor konstruksi resmi memberhentikan secara hormat komisaris Muhammad Toha Fauzi.

EKONOMI | 22 September 2021

Kempupera Bangun Jaringan Irigasi Tersier Lewat Program Padat Karya Tunai

Saluran irigasi tersier di desa Cileunya, Kabupaten Kuningan, dikerjakan melalui program padat karya tunai dengan melibatkan partisipasi masyarakat setempat.

EKONOMI | 22 September 2021

Rayakan HUT Ke-31, Guardian Berikan Penghargaan kepada Tokoh Inspiratif

Merayakan HUT ke-31, Guardian memberikan penghargaan kepada 31 tokoh yang dianggap memiliki kontribusi serta dampak positif yang nyata dalam kehidupan.

EKONOMI | 22 September 2021

Inovasi Anak Usaha INOV Diganjar Penghargaan Original Rekor Indonesia

Plasticpay memperoleh penghargaan dari Original Rekor Indonesia (ORI) sebagai pemecah rekor gerakan pilah sampah dari rumah.

EKONOMI | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
KNPI Jakarta Ingatkan Giring PSI Soal Tudingan Anies Berbohong

KNPI Jakarta Ingatkan Giring PSI Soal Tudingan Anies Berbohong

MEGAPOLITAN | 4 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings