PLN: Papua Bebas Subsidi Listrik 2024
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

PLN: Papua Bebas Subsidi Listrik 2024

Jumat, 18 Oktober 2019 | 20:36 WIB
Oleh : Fajar Widhiyanto / FW

PT Perusahaan Listrik Negara persero (PLN) mentargetkan aliran listrik di provinsi Papua dan Papua Barat akan bebas dari subsidi pada tahun 2024. Manajemen perseroan optimistis listrik di provinsi paling timur ini akan bebas subsidi lewat program “1.000 Renewable Energy for Papua” yang diluncurkan Jumat (18/10).

Disampaikan Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PLN Ahmad Rofik usai peluncuran program, 1.000 Renewable Energy for Papua, yang digelar di Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo 135, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, lewat program ini masyarakat Papua akan didorong memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar tempat tinggal mereka untuk dikonversi menajdi energi listrik.

“Saat ini sebagian besar bahan bakar (untuk energi) di Papua masih menggunakan fossil fuel. BBM ini didatangkan kebanyakan dari luar Papua atau bahkan impor. Jadi untuk 1 kwh listrik itu mahal sekali, masih sekitar Rp3000 per Kwh. Bahkan bisa lebih untuk daerah yang terisolir. Karena itu kita launching 1000 Renewable Energy for Papua, yang kita gunakan 100 persen dari energi lokal, ada air, matahari, atau biomass,” kata Rofik.

Disampaikan Rofik, bahan bakar untuk pembangkit Biomass mini, bisa menggunakan kayu, bambu atau bahkan samah. Bahan baku energi yang tak perlu dibeli dan tersedia di sekitar tempat tinggal masyarakat. Sehingga ke depannya diharapkan bisa dihasilkan listrik yang murah.

“Kemudian yang selama ini disubsidi karena mahal, pelan-pelan bisa dikurangi. Maka target kami pada 2024 bisa bebas subsidi. Listrik bisa murah, dan andal. Dan ekonomi pun tumbuh,” ujarnya.

Sejauh ini potensi energi baru dan terbarukan di Papua dari empat pembangkit yang dikembangkan dalam program “1.000 Renewable Energy for Papua” ditengarai sekitar 11 ribu MW. Persoalannya kawasan provinsi Papua itu tidak terdiri atas satu pulau, namun tersebar dengan ribuan pulau. Persebaran pulau ini yang menurut Rofik jadi kendala dalam meningkatkan rasio elektrifikasi.

Dalam kesempatan sama, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) F X Sutijastoto mengatakan, teknologi pembangkit biomass yang dikembangkan oleh litbang PT PLN telah memungkinkan langkah konversi rumput kering hingga sampah menjadi energi. Rumput dan sampah di kawasan timur Indonesia yang memiliki kondisi iklim kering bisa dubah menjadi ahan baku energi pembangkit Biomass.

“Kalorinya cukup bagus. Ada disekitar mereka. Murah, tapi bisa jadi sumber penghidupan baru masyarakat. Menghasilkan listrik, dan listrik menghasilkan kegiatan ekonomi. Itu terutama di pulau beriklim kering,” ujarnya.

Ia pun berharap ketersediaan listrik tadi bisa meningkatkan perekonomian ekonomi kawasan pesisir Papua, untuk menghidupkan cold storage yang dibutuhkan oleh para nelayan.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, Rasio Elektrifikasi (RE) di Provinsi Papua adalah 94,28% dan Papua Barat 99,99%, sehingga saat ini RE di dua provinsi itu adalah sebesar 95,75%, yang dicapai melalui kontribusi PLN sebesar 58,25%, program LTSHE (Lampu Tenaga Surya Hemat Energi) dari Kementerian ESDM dan listrik swadaya inisiatif pemda-pemda setempat.

Namun masih ada sekitar 1.724 desa yang gelap gulita, dari jumlah desa sebanyak 7.358 desa, sehingga oleh karena itu PLN meluncurkan Program 1.000 Renewable Energy for Papua sebagai tindak lanjut dari program Ekspedisi Papua Terang
Perkiraan Rasio Elektrifikasi akhir tahun 2019 Provinsi Papua adalah sebesar 96,79% dan Provinsi Papua Barat sebesar 99,99%, dengan tambahan desa yang dilistriki oleh PLN sebanyak 399 desa dan LTSHE sebanyak 230 desa, sehingga akhir tahun 2019 masih ada 1.123 desa gelap gulita.

Berbekal data dari Ekspedisi Papua Terang, PLN bisa memetakan kebutuhan kelistrikan di tiap desa. Sejauh ini berdasarkan survei yang digelar dalam Ekpsedisi Papua Terang, ada empat alternatif pembangkit listrik EBT yang ditawarkan dalam Program 1.000 Renewable Energy for Papua, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro; Tabung Listrik (Talis); Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm); serta PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya). Untuk Pikohidro, lebih cocok apabila diaplikasikan pada daerah yang memiliki perbedaan ketinggian.

Sebanyak 314 desa direncanakan akan menggunakan teknologi tabung listrik (Talis), 65 desa menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dan Pikohidro (PLTPH), 158 desa akan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm), 116 desa dilistriki dengan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), 34 Desa menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut, 184 desa akan diterangi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebanyak 151 set, serta selebihnya 252 desa rencananya akan disambungkan ke sistem jaringan listrik (grid) PLN yang telah ada, demikian disampaikan urai Ahmad Rofik.

Usai peluncuran program 1.000 Renewable Energy for Papua, plt Direktur Utama PT PLN Sripeni Inten Cahyani mengemukakan, lewat sejumlah inovasi demi memenuhi rasio elektrifikasi, PLN mentargetkan rasio elektrifikasi 99,9% di tahun 2019, dan di tahun 2020 ditargetkan rasio elektrifikasi bisa mencapai 100%. “Saat Indonesia merdeka ke 75 tahun, diharapkan semuanya akan teraliri listrik. Semua masyarakat Indonesia harus mendapatkan hak yang sama atas ketersediaan listrik,” ujarnya.



Sumber: Majalah Investor


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Ilham Habibie: Cetak SDM Unggul Melalui Sistem Pendidikan STEAM

Agar bisa bersaing di era Industri 4.0, sistem pendidika harus dibenahi.

EKONOMI | 18 Oktober 2019

10 Kemampuan Ini Harus Dimiliki Hadapi Revolusi Industri 4.0

Ada keterampilan baru yang dituntut untuk dimiliki oleh SDM kita

EKONOMI | 18 Oktober 2019

Ekspansi, Warna Bhuana Rilis Surat Berharga Jangka Pendek Rp 500 M

Dana SBIJK sekitar 65 persen untuk modal kerja, 25 persen untuk investasi dan sisaya 10 persen untuk pelunasan sebagian utang.

EKONOMI | 18 Oktober 2019

GMF Kembangkan Bisnis ke Bangladesh

Menyediakan layanan line maintenance yang menyasar maskapai di Bangladesh maupun di negara-negara di Asia Selatan.

EKONOMI | 18 Oktober 2019

Pacu Ekspansi, Green Nitrogen Akan Buka Gerai di Minimarket

Sejak berkiprah di bisnis nitrogen pada tahun 2011 silam, Green Nitrogen telah mengoperasikan sekitar 700 gerai.

EKONOMI | 18 Oktober 2019

Angka Literasi Rendah, Askrindo Giat Lakukan Literasi Asuransi

Dari 100 orang Indonesia hanya 15-16 orang yang mengenal lembaga keuangan asuransi.

EKONOMI | 18 Oktober 2019

Pameran Hospitality Indonesia Siap Dukung Pariwisata Indonesia

Kedua kalinya, pameran Hospitality Indonesia digelar di Hall A-Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran Jakarta, pada 23-26 Oktober 2019.

EKONOMI | 18 Oktober 2019

Dioperasikan, Dermaga Multipurpose Pelabuhan Kendal

Berharap dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah hingga 7%

EKONOMI | 18 Oktober 2019

Rupiah Relatif Datar di Rp 14.147,5

Rupiah berada di level Rp 14.147,5 per dolar AS atau terapresiasi 7,5 poin (0,05 persen).

EKONOMI | 18 Oktober 2019

IHSG Menguat 0,2% ke 6.192

Investor asing mencatat aksi jual bersih sebesar Rp 384,9 miliar.

EKONOMI | 18 Oktober 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS