Pengemudi GrabCar Bantah Ada Diskriminasi

Pengemudi GrabCar Bantah Ada Diskriminasi
ilustrasi Grabcar ( Foto: istimewa / istimewa )
Lona Olavia / WBP Minggu, 20 Oktober 2019 | 07:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketegangan di ruang sidang Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengenai dugaan diskriminasi yang dilakukan PT Solusi Transportasi Indonesia (Grab) dan PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI) ternyata tidak berpengaruh pada driver GrabCar baik di Medan dan kota-kota lain. Mereka bekerja seperti biasa dan tidak merasa ada perbedaan perlakuan seperti yang dituduhkan oleh pelapor.

“Diskriminasi apa, saya tidak merasa ada perbedaan apa-apa," kata Iwanto, yang sudah menjadi pengemudi GrabCar sejak 2015 seperti dalam keterangan yang diterima redaksi Minggu (20/20/2019).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada Selasa (8/10) telah digelar sidang pemeriksaan dugaan diskriminasi di Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Dalam sidang itu, pengacara Grab dan TPI, Hotman Paris Hutapea, meminta majelis agar tidak melanjutkan pemeriksaan karena kasus ini bukanlah kasus persaingan usaha, melainkan perdata biasa.

“Tidak ada perusahaan lain yang dirugikan. Driver juga bebas, tidak ada paksaan untuk memakai aplikasi Grab. Dan ingat, para pelapor ini adalah orang-orang yang sudah dilaporkan ke polisi oleh PT TPI karena tidak mengembalikan mobil yang mereka sewa,” kata Hotman Paris Hutapea.

Pendapat serupa disampaikan oleh Ketua komunitas mitra GrabCar di Jakarta sejak 2016, Hensun Yance. Ia pun merasa para driver GrabCar yang ada di komunitasnya tidak merasakan ada perbedaan perlakuan.

"Intinya saya meihat, selama kerja benar dihargailah sama Grab, makanya dapat fasilitas Elite, kalau kerja tidak bener mau dia pakai mobil sendiri, rental atau apalah, ya wajarlah tidak dapat Elite” kata Hensun Yance.

Untuk informasi, program Elite merupakan penghargaan dari Grab untuk mitra GrabCar yang telah memberikan layanan bintang 5 kepada penumpangnya. Mitra yang bergabung dalam program GrabCar Elite berhak mendapatkan manfaat tambahan pendapatan 20 persen melalui pengaktifan layanan GrabCar Plus yang mengutamakan layanan bintang lima kepada penumpang.

Sementara mitra yang bergabung dalam program GrabCar Elite+ dapat menikmati manfaat fitur order prioritas dan prioritas turbo untuk mendapatkan order melimpah setiap hari dan prioritas benefit tambahan lainnya.

Untuk bergabung dalam program GrabCar Elite dan Elite+, mitra pengemudi harus memiliki minimal 100 trip perjalanan, termasuk dalam zona hijau, tidak melanggar kode etik dan memiliki komentar negatif dari penumpang serta performa bintang terakhir minimal 4.7 dan tidak memiliki rating 1 dan 2.

Jika memenuhi syarat, mitra GrabCar bisa mendapatkan manfat jika berhasil mengumpulkan tarif penumpang dalam 30 hari sesuai angka yang telah ditentukan Grab. Untuk mitra GrabCar Jakarta minimal Rp 6 juta per bulan dan Surabaya minimal Rp 5 juta per bulan. Untuk Bali, Manado, Makassar, dan Medan minimal Rp 4 juta per bulan. Sedangkan Lampung, Palembang, Semarang, dan Yogyakarta minimal Rp 3 juta per bulan.



Sumber: Suara Pembaruan