NJS Perluas Pasar Perhiasan Emas Dalam Negeri
Logo BeritaSatu

NJS Perluas Pasar Perhiasan Emas Dalam Negeri

Senin, 21 Oktober 2019 | 22:42 WIB
Oleh : Amrozi Amenan / FER

Surabaya, Beritasatu.com - Produsen perhiasan emas, PT Nafiri Jaffa Sentosa (NJS) terus agresif memperluas pasar emas dalam negeri dengan melebarkan sayap ke luar pulau Jawa.

"Pasar emas dalam negeri cukup menjanjikan dan pasarnya masih terbuka untuk dikembangkan terutama untuk luar pulau Jawa seperti Sumatera, Kalimantan dan Sulewesi," kata President Director PT NJS, Naomi Julia Soegianto di sela pameran Surabaya Internasional Jawellary Fair (SIJF) 2019 di Surabaya, akhir pekan lalu.

President Director PT Nafiri Jaffa Sentosa (NJS), Naomi Julia Soegianto

Baca Juga: NJS Bidik Segmen Menengah Bawah

Julia mengatakan, untuk pengembangan pasar dalam negeri NJS terus memperkuat brand produknya ke konsumen melalui berbagai pameran emas di beberapa kota di Indonesia.

"Pameran emas ini juga merupakan upaya kami dalam melakukan branding produk agar kuat di pasar. Harapannya, produk kami semakin dikenal melalui pameran seperti ini. Pameran juga merupakan salah satu sumber inspirasi bagi pengembangan produk-produk sekaligus untuk mendekatkan kami dengan konsumen,” ujar Julia.

Selain branding produk, sambung Julia, untuk perluasan pasar pihaknya juga terus menambah jaringan toko yang menjual produk emas perhiasannya dengan target membidik konsumen grosir atau wholesale."Mereka ini adalah salah satu target konsumen kami,” tandas Julia.

Baca Juga: Khofifah Soroti Ekspor Perhiasan Emas Lewat Singapura

Marketing NJS, Timothy Noah Setabudi, menambahkan, saat ini ada sekitar 50 toko yang menjadi distributor perseroan. "Target kami hingga akhir tahun ini bisa terus bertambah. Saat ini 50 toko itu sudah tersebar di berbagai daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera," terang Noah.

Julia menegaskan, NJS masih akan mengoptimalkan potensi pasar dalam negeri mengingat banyak pasar potensi di luar pulau Jawa yang belum digarap. Bila pasar dalam negeri sudah berhasil dioptimalkan, maka tak menutup kemungkinan kelak akan ekspansi ke pasar ekspor. Dia mengakui pasar ekspor sangat menarik.

"Terutama untuk pasar Timur Tengah dan Amerika Serikat (AS). Tapi masih belum kami lakukan sekarang, mungkin tahun depan atau tahun berikutnya," imbuh Julia.



Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bosch Optimistis Penjualan Tumbuh Double Digit

Sejak 2016 pertumbuhan penjualan produk Bosch di Indonesia selalu naik double digit.

EKONOMI | 21 Oktober 2019

Implementasi B30 Dimulai Januari 2020

Upaya penggunaan B30 merupakan komitmen Indonesia kepada dunia untuk menjaga lingkungan hidup.

EKONOMI | 21 Oktober 2019

Pura Trans Melantai di Bursa Desember 2019

PT Putra Rajawali Kencana (Pura Trans) berencana menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada Desember 2019.

EKONOMI | 21 Oktober 2019

Order Ekspor Meningkat, Sky Energy Genjot Produksi

PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) terus menggenjot produksi modul surya guna memenuhi permintaan ekspor yang semakin meningkat.

EKONOMI | 21 Oktober 2019

Ekonomi Stagnan 5%, Indonesia Berisiko Tua Sebelum Kaya

Buku ini menampilkan beberapa keberhasilan Pemerintahan Jokowi, dan juga faktor-faktor apa yang menghambat pertumbuhan.

EKONOMI | 21 Oktober 2019

Peluang Penemuan Giant Discovery di Wilayah Jabanusa

Giant Discovery oleh KKS di bawah pengawasan SKK Migas Jabanusa dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.

EKONOMI | 21 Oktober 2019

Menpupera: Sayembara Ibu Kota Negara Belajar dari Kazakhstan

Selain dirancang menjadi kota cerdas, desain ibu kota negara baru juga harus mencerminkan identitas bangsa.

EKONOMI | 21 Oktober 2019

Gojek Pastikan Akhiri "Bakar Uang"

Setiap perusahaan, termasuk para founder Gojek, berkeinginan 3-4 tahun mendatang bisa IPO.

EKONOMI | 21 Oktober 2019

Kawasan Industri Jaringan Barito Pacific Ekspansi Tahap 3

Penjualan tahap 3 ini diprediksi akan menandingi kesuksesan penjualan tahap 1 dan tahap 2.

EKONOMI | 21 Oktober 2019

Kasus Stunting di Indonesia Masih Tinggi

Angka stunting di Indonesia mencapai 30,8 persen.

EKONOMI | 21 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS