Segmen Menengah Dominasi Pasokan Apartemen

Segmen Menengah Dominasi Pasokan Apartemen
Presentasi Market Review Q3/2019 Coldwell Banker mengenai perkantoran, apartemen, hotel, dan ritel dari sepuluh (10) kota besar di Indonesia, termasuk Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Bali, Makasar, Balikpapan, Pontianak, Palembang, Medan, dan Batam. ( Foto: Beritasatu Photo / Feriawan Hidayat )
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 24 Oktober 2019 | 09:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Seiring dengan kondisi ekonomi yang semakin membaik dan tingkat suku bunga yang rendah, permintaan akan apartemen khususnya untuk segmen menengah mengalami peningkatan yang cukup baik.

Baca Juga: Vasanta Innopark Buka Unit Contoh Menara Chihana

Hasil riset Indonesia Property Market Overview 3rd Quarter 2019 yang dirilis Coldwell Banker Commercial (CBC) menyebutkan, selama periode Januari - September 2019, unit apartemen yang diluncurkan di DKI Jakarta mencapai 2.699 unit yang berasal dari 5 proyek. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, penambahan pasokan apartemen tersebut mengalami peningkatan sebesar 19,8 persen.

"Berdasarkan pangsa pasarnya unit apartemen yang diluncurkan selama 2019 menyasar kelas atas dan menengah - atas yang tersebar di wilayah Kuningan, Fatmawati, Cawang, dan Grogol,” ujar Managing Partner Real Estate Management CBC, Tommy Bastamy, kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Tommy mengatakan, saat ini total pasokan apartemen yang telah dipasarkan di DKI Jakarta mencapai 66.419 unit, didominasi segmen menengah bawah sebesar 34,9 persen dari total pasokan, diikuti kelas menengah sebesar 27,5 persen, menengah atas 22,7 persen, kelas atas 11,6 persen, dan premium 1,1 persen. "Sementara, untuk segmen bawah sebesar 2,3 persen,” papar Tommy.

Baca Juga: Profesional Muda Lirik Investasi Properti di Rancamaya

Berbeda dengan jumlah pasokan baru yang terus mengalami peningkatan, jumlah unit apartemen yang terjual selama sembilan bulan pertama 2019 justru mengalami penurunan sebesar 38,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Penyerapan bersih unit apartemen mencapai 2.376 unit selama 2019, terutama berasal dari proyek-proyek baru yang diluncurkan seperti Branz Mega Kuningan dan Tamansari Skyhive.

Secara garis besar, kata Tommy, penurunan permintaan disebabkan faktor pemilihan presiden selama kuartal kedua 2019. Kondisi politik menjadi pertimbangan pelaku properti dalam melakukan wait and see hingga kondisi menjadi stabil kembali.

“Adapun faktor lain yang mempengaruhi stagnasi permintaan, banyaknya properti yang saat ini belum dijual oleh para investor dari produk properti sebelumnya. Dengan menurunnya kondisi properti, investor sulit untuk menjual properti mereka, sehingga menahan pembelian properti baru,” jelas Tommy.

Baca Juga: Hunian Co-Living Diminati Masyarakat Urban

Berdasarkan pangsa pasar, penyerapan didominasi kelas menengah atas yang mencapai 40,1 persen dari total penjualan selama 2019, diikuti kelas menengah sebesar 27,3 persen dan menengah bawah sebesar 15,1 persen.

“Selama periode Januari hingga September 2019, rata-rata harga apartemen di Jakarta mencapai Rp 25 juta per meter persegi, atau hanya naik 1,1 persen dibanding rata-rata harga pada akhir tahun 2018. Kenaikan harga jual didorong proyek yang belum lama melakukan launching, dengan pergerakan penjualan dikontribusi oleh pengembangan baru,” tandas Tommy.



Sumber: BeritaSatu.com