Cigna Bidik Potensi Proteksi Kesehatan Global
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Cigna Bidik Potensi Proteksi Kesehatan Global

Senin, 28 Oktober 2019 | 10:11 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan asuransi jiwa PT Asuransi Cigna (Cigna Indonesia) memperkuat kemitraan dengan pialang asuransi untuk memperluas jangkauan pemasaran produk proteksi di Tanah Air. Terutama dalam upaya menangkap potensi besar asuransi kesehatan global yang saat ini belum banyak disentuh perusahaan-perusahaan lain, karena Cigna Life ingin melaju cepat di tahun 2020 mendatang.

“Kami berupaya hadir untuk membantu masyarakat Indonesia meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, dan ketenangan pikiran. Karena itulah, berbagai cara kami lakukan untuk meningkatkan proteksi bagi masyarakat Indonesia, termasuk menggandeng para pialang asuransi,” ujar President Director & CEO Cigna Indonesia Phil Reynolds di sela-sela seminar “Asuransi Kesehatan Global bagi Individu untuk Mendukung Keberlanjutan Layanan Kesehatan”.

Phil Reynolds berharap lewat seminar yang disupport itu, para pialang bisa mendapat bekal baru saat memasarkan produk asuransi. Mereka memiliki pemahaman yang baik bagaimana kondisi calon nasabah. Setidaknya bisa ikut menjadi konsultan finansial bagi banyak masyarakat Indonesia.

Gap proteksi di Indonesia masih mengkhawatirkan, baru tiga persen yang memiliki asuransi. Ini menjadi tantangan bagi perusahaan asuransi, termasuk kami, untuk meningkatkan literasi asuransi,” tambahnya.

Phil Reynolds optimistis, dengan berbagai jalur distribusi, termasuk menggandeng para pialang atau broker, pihaknya bisa meraih kinerja perusahaan yang lebih baik.

Sepanjang 2018 lalu, dari kanal distribusi telemarketing, Cigna meraih pendapatan premi bruto atau Gross Written Premium (GWP) sebesar Rp 713,14 miliar. Telemarketing memberi kontribusi 62,1 persen dari total GWP Cigna yang mencapai Rp 1,14 triliun. Pada kuartal pertama 2019, GWP dari telemarketing mencapai Rp 169,75 miliar.

Cigna Indonesia lama dikenal sebagai perusahaan asuransi yang kuat di kanal distribusi affinity marketing atau distribusi melalui mitra institusi keuangan dan non-keuangan. Boleh dibilang, Cigna merupakan pionir di jalur ini.

Namun, mulai 2015, Cigna Indonesia menerapkan strategi baru yakni penjualan langsung ke konsumen lewat kanal telemarketing. Ternyata, kanal ini menjadi kontributor utama. Berikutnya, Cigna Indonesia juga memperkuat kanal distribusi keagenan, dan kinerjanya melonjak.

Tahun 2018 lalu, pendapatan premi bruto Cigna dari kanal distribusi keagenan Rp 93,87 miliar dengan rata-rata pertumbuhan tiap tahunnya 57,05 %. Tahun 2017, GWP keagenan hanya Rp 75,48 miliar, dan tahun 2016 sebesar Rp 39,73%. Kontribusi dari kanal keagenan terhadap total GWP Cigna mencapai 8,2 %. Padahal, dua tahun sebelumnya baru 3%. Pada kuartal pertama 2019, pendapatan premi bruto dari keagenan mencapai Rp 19,53 miliar.

Sementara itu, berdasarkan data AAJI pada kuartal kedua 2019, Cigna meraih pendapatan premi sebesar Rp 636,46 miliar. Dari jumlah itu, pendapatan premi bruto sebesar Rp 615,99 miliar. Rasio pencapaian solvabilitas Cigna juga besar mencapai 319,67 %.

Perolehan premi disetahunkan Cigna pada kuartal kedua 2019 mencapai Rp 201,48 miliar dengan perincian dari keagenan sebesar Rp 31,56 miliar, lalu bancassurance Rp 9,07 miliar, sedangkan lewat broker mencapai Rp 22,04 miliar, dan telemarketing sebesar Rp 108,63 miliar.

Berdasarkan catatan, Cigna Indonesia yang berdiri sejak 1990, merupakan anak perusahaan Cigna Corporation, sebuah perusahaan penyedia jasa kesehatan global yang beroperasi di 30 negara dan melayani lebih dari 165 juta nasabah di dunia.
Phil Reynolds menjelaskan, kini Cigna Indonesia telah berkembang menjadi salah satu penyedia asuransi terdepan di Tanah Air. “Kami menyediakan beragam rangkaian produk dan layanan yang sesuai dengan berbagai kebutuhan perlindungan nasabah di setiap tahap kehidupan mereka,” kata dia.

Ditambahkan, pada akhir tahun 2018, pihaknya mencatatkan hasil finansial solid dengan risk-based capital sebesar 315 %, jauh di atas standar yang ditetapkan pemerintah yaitu 120 %.

Phil Reynolds menambahkan, kemitraan dengan para pialang juga diperkuat dengan kerja sama pemasaran produk premium Cigna seperti produk Global Individual Private Medical Insurance pada 2017. Produk itu menyasar masyarakat kelas menengah ke atas yang ingin mendapatkan layanan kesehatan terbaik. Bahkan, layanan terbaik itu bisa mereka peroleh di sejumlah rumah sakit di luar negeri.

Dijelaskan, produk itu sudah memberi kontribusi yang lumayan buat Cigna, walaupun jumlah pesertanya baru sekitar 1 % dari total nasabah Cigna yang saat ini berjumlah sekitar 1,5 juta orang. Phil Reynolds yakin, permintaan terhadap produk seperti itu akan meningkat. Hal itu melihat dari pertumbuhan masyarakat kelas menengah di Indonesia.

Kelas Menengah Tumbuh
Adanya proyeksi pertumbuhan kelas menengah juga pernah disampaikan Presiden Joko Widodo pertengahan September lalu. Presiden memprediksi, jumlah kelas mengah Indonesia di tahun 2020 mencapai 141 juta jiwa. Jumlah itu naik dua kali lipat ketimbang 2018 yang masih di kisaran 70 juta jiwa. “Ini bukti ada revolusi konsumen di Indonesia. Bertambahnya jumlah kelas menengah menunjukkan bahwa daya beli masyarakat juga meningkat,” ujar Presiden.

Beberapa waktu lalu, Cigna pernah melansir data tingginya jumlah masyarakat Indonesia yang memilih menghabiskan dananya untuk menikmati layanan kesehatan di luar negeri. Tiap tahunnya, ada sekitar Rp 155 triliun yang dihabiskan sekitar satu juta orang Indonesia untuk berobat ke luar negeri.

Kebanyakan orang Indonesia itu berobat ke Singapura, Malaysia, dan Tiongkok. Sejumlah negara mencatat pendapatan besar dari masuknya pasien dari negara lain. Seperti Singapura, tiap tahunnya sekitar 850.000 pasien dari negara lain datang untuk berobat. Setidaknya, mereka meraih pendapatan sekitar US$ 3,8 miliar per tahun. Lalu Thailand, tiap tahunnya sekitar US$ 4,3 miliar mereka peroleh dari datangnya 2,5 juta pasien asing ke negara mereka.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menuturkan, porsi asuransi kesehatan selalu masuk tiga besar dalam industri asuransi di berbagai negara. Makanya, ia berharap masyarakat Indonesia lebih banyak menggunakan asuransi kesehatan yang bersifat komersial. Ia tidak menampik potensi masyarakat Indonesia yang ingin mendapatkan produk premium lumayan tinggi.

Hal itu juga diakui Ketua Umum Perkumpulan Ahli Manajemen Jaminan dan Asuransi Kesehatan Indonesia (Pamjaki) Rosa Christiana Ginting. Menurut dia, potensi pasar proteksi kesehatan global untuk individu kalangan masyarakat kelas menengah atas cukup tinggi. Jumlahnya sekitar 20 persen atau sebanyak 53 juta orang di Indonesia. Mereka ingin memperoleh pelayanan kesehatan yang nyaman, tidak antre dan menunggu lama, termasuk bisa berobat di mana saja di luar negeri.

“Ini porsinya perusahaan asuransi swasta untuk menangkap pasar di luar program BPJS pemerintah,” ujar Rosa.

Hal senada dikatakan Ketua Umum APARI Bambang Suseno. Ia menjelaskan, produk premium seperti itu bisa menjadi peluang bagi anggotanya dalam meningkatkan kinerja. Selama ini, dari total produk asuransi yang dijual melalui pialang, terbesar diperoleh dari sektor infrastruktur dan properti. Sektor kesehatan masih di peringkat ketiga. Itupun diperoleh dari kumpulan, bukan individu.

Padahal, ada produk kesehatan global yang bisa digarap, seperti produk yang dimiliki Cigna. Apalagi, potensi pasarnya masih sangat besar. Saat ini, dari total penjualan produk asuransi ke masyarakat, baru 35 % yang dijual melalui pialang asuransi, sisanya 65 % penjualan langsung dari perusahaan asuransi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pameran Virtual FIF Group Digelar di Mataram

Chief Executif Officer (CEO) FIF Group, Margono Tanuwijaya berharap masyarakat Mataram bisa memanfaatkan kesempatan FIF Group Fest ini dengan baik.

EKONOMI | 23 Oktober 2021

Lepas 55% Saham SDM, Anak Usaha Adaro Raup Rp 62,94 Miliar

Anak usaha PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Alam Tri Abadi (ATA) melepas 2.750 lembar atau 55% saham PT Sarana Daya Mandiri (SDM).

EKONOMI | 23 Oktober 2021

Bendungan Randugunting Ditargetkan Rampung November 2021

Pembangunan bendungan Randugunting dikerjakan oleh PT Wijaya Karya-PT Andesmont Sakti (KSO) dengan menghabiskan dana APBN sebesar Rp 858 miliar.

EKONOMI | 23 Oktober 2021

Adhi Commuter Properti Bersiap Pasarkan Perkantoran Terintegrasi LRT

PT Adhi Commuter Properti (ACP) menjadikan MTH 27 Office Suites sebagai pionir office building yang berkonsep Transit Oriented Development (TOD).

EKONOMI | 23 Oktober 2021

Pascapandemi, Indonesia Bisa Menjadi Ekonomi Ke-7 Dunia

Semua elemen bangsa harus bekerja sama demi memastikan proyeksi Indonesia dapat menjadi negara dengan ekonomi ke-7 di dunia pada tahun 2030.

EKONOMI | 23 Oktober 2021

SiCepat Ekspres Kembali Tambah Kepemilikan Saham di DMMX 6,05%

SiCepat mengalokasikan dana sebesar Rp 15,97 miliar untuk menambah kepemilikan di Digital Mediatama Maxima.

EKONOMI | 23 Oktober 2021

Investasi dan Pendanaan Jadi Tantangan Utama Industri Migas Nasional

Praktisi energi yang juga mantan Dirut Pertamina Ari Soemarno menilai Indonesia masih menjadi negara yang kurang menarik untuk investasi migas.

EKONOMI | 23 Oktober 2021

Andalkan Integrasi Digital Pajak, Upaya KAI Lakukan Efisiensi

KAI memiliki transaksi hingga 12.000 dokumen pajak per bulan. Untuk mempermudah proses, perseroan mengaplikasikan platform integrasi data perpajakan digital.

EKONOMI | 23 Oktober 2021

DPR Dukung Opsi Garuda Ditutup jika Negosiasi dengan Lessor Gagal

Bila negosiasi dan restrukturisasi Garuda Indonesia tidak berjalan mulus, pemerintah menyiapkan Pelita Air Service sebagai maskapai berjadwal.

EKONOMI | 23 Oktober 2021

Penumpang Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta Wajib Tes PCR Mulai 24 Oktober 2021

Penumpang pesawat yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta wajib menunjukkan surat vaksin minimal dosis pertama dan surat keterangan hasil negatif tes PCR.

EKONOMI | 23 Oktober 2021


TAG POPULER

# Alec Baldwin


# Angkutan Sungai dan Danau


# LADI


# Kapal Van Der Wijck


# Pinjol Ilegal



TERKINI
Lawan Juventus, Inzaghi Minta Pemain Inter Tingkatkan Level Penampilan

Lawan Juventus, Inzaghi Minta Pemain Inter Tingkatkan Level Penampilan

BOLA | 4 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings