Dennis Adhiswara: Belajar Mengatur Keuangan

Dennis Adhiswara: Belajar Mengatur Keuangan
Aktor Dennis Adhiswara ( Foto: Suara Pembaruan / Dina Fitri Anisa )
Dina Fitri Anisa / FMB Kamis, 31 Oktober 2019 | 10:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mengatur keuangan bukan saja memperhitungkan setiap pemasukan dan pengeluaran, taetpi juga belajar bagaimana cara keduanya berjalan seimbang, tidak besar pasak daripada tiang sehingga menimbulkan defisit keuangan. Hal ini pun pernah dirasakan oleh aktor Dennis Adhiswarayang sempat mengalami kegagalan dalam mengatur isi dompetnya.

“Sekitar 10 tahun lalu, saya pernah merasakan isi rekening hanya berisi nominal Rp 150.000. Hal itu karena kebiasaan buruk yang lebih sering untuk menyisakan uang daripada menyisihkan,” ungkapnya saat dijumpai SP, di TAYTB Fest, Rabu (30/10/2019).

Keterpurukan finansial itu pun membuat Dennis belajar bahwa dirinya butuh belajar mengenai mengelola uang. Sampai akhirnya temannya sendiri yang mengajarkan Dennis pola menyisihkan dengan investasi.

“Saya dikasih tahu teman saya yang bekerja di perbankan, kalau investasi itu bisa mengalahkan apa namanya laju inflasi. Jadi kalau menabung saja, nominal yang kita anggap besar sekarang belum tentu di masa depan masih sama,” jelasnya.

Kini, Dennis bercerita sudah cukup lama menggeluti dunia investasi yang bisa mengelola uangnya. Untuk itu, pemain film Milly dan Mamet ini pun mengingatkan para generasi milenial agar membuka diri mempelajari tentang investasi.

Ia pun memberikan saran, bagi anak-anak muda yang ingin memulai investasi, hal pertama yang harus dilihat adalah mengecek logo OJK (Otoritas Jasa Keuangan), agar tidak terjebak dengan investasi bodong yang sering menawarkan ‘kaya cepat’. Dennis mengatakan bahwa produk investasi yang menjanjikan cepat kaya itu tidak benar, sebab tidak ada yang namanya kaya mendadak.

"Selanjutnya, kamu bisa cari rekan atau institusi yang memang sudah berpengalaman lama. Keempat pilih yang ada aplikasinya. Soalnya investasi yang ada aplikasinya itu menyediakan analytic, jadi saya bisa tahu pergerakan investasi gue kayak apa dari waktu ke waktu." tambahnya.

Tidak perlu langsung bermain di angka jutaan rupiah, Dennis menyarankan agar para pemula untuk menginvestasikan hartanya mulai dari Rp 100.000 saja. Hal ini disarankan agar para pemula bisa mencoba tanpa takut rugi.

"Kemudian, cari produk investasi yang bisa ngalahin laju inflasi Indonesia, di sini laju inflasinya di atas 6 persen, jadi kamu harus cari produk di atas 6 persen. Dan yang terakhir, jangan jadi orang serakah saat investasi, sebab itu bisa membahayakan pola pikir kita saat investasi,” tukasnya.



Sumber: Suara Pembaruan