Jaga Harga CPO Agar Tak Melonjak Cepat
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Jaga Harga CPO Agar Tak Melonjak Cepat

Sabtu, 2 November 2019 | 08:28 WIB
Oleh : L Gora Kunjana / AO

Nusa Dua, Beritasatu.com - Indonesia diharapkan menerapkan self correcting measures untuk menjaga agar harga minyak sawit (crude palm oil/ CPO) tidak melonjak tinggi terlalu cepat. Lonjakan harga yang terlalu cepat dikhawatirkan akan merugikan konsumen global dan ujungnya Indonesia sebagai pemasok CPO terbesar dunia.

Demikian disampaikan pakar minyak sawit yang juga Direktur Godrej International Ptd, Dorab E Mistry, saat menjadi pembicara dalam "15th Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2019 and 2020 Price Outlook" di Nusa Dua, Bali, Jumat (1/11/2019).

"Harga CPO tahun 2020 dapat mencapai level RM 2.700 per ton. Dengan sejumlah asumsi, di antaranya harga Brent pada level US$ 60-80 per barel, kebijakan The Fed, kekacauan politik di Amerika Serikat (AS), serta pelemahan dolar AS," kata Mistry.

Mistry mengatakan, sejumlah faktor akan bergantung pada harga Brent. Serta, implementasi B30 di Indonesia. Yang terjadi saat ini adalah pasar sedang bereaksi, harga bergerak, dan pasokan mulai didistribusikan. Sementara itu, akan ada sedikit peralihan untuk segmen pangan, dari minyak sawit ke soft oils. Produksi minyak kedelai dan minyak bunga matahari tahun 2020 hanya akan meningkat tipis dari tahun 2019.

"Tahun 2020 akan menjadi tahun biodiesel dan produksi yang lebih rendah. Estimasi saya untuk tahun 2019, produksi minyak sawit Malaysia akan mencapai 20,3 juta ton dan Indonesia 43 juta ton," kata Mistry.

Produksi yang tidak terlalu besar, kata dia, disebabkan oleh berbagai faktor. Diantaranya, kekeringan menjadi faktor yang berpengarih signifikan. Di Malaysia, pohon-pohon yang lebih tua mengalami stres setelah lonjakan produksi yang signifikan tahun 2018. Dan, karena anjloknya harga CPO, petani mulai Agustus memangkas penggunaan pupuk.

"Produksi CPO Malaysia yang seharusnya mencapai puncak pada bulan September-Oktober, tidak sesuai perkiraan. Selain karena kekeringan, juga karena siklus tahunan. Produksi CPO Malaysia tahun 2020 akan lebih rendah dari tahun 2019. Prediksi awal saya, saya tekankan bahwa ini adalah prediksi awal, produksi CPO Malaysia pada semester I tahun 2020 akan lebih rendah 1 juta ton dan akan stagnan pada semester akhir 2020," kata Mistry.

Kondisi serupa, lanjut dia, terjadi di Indonesia. Harga yang anjlok menyebabkan pekebun mengurangi penggunaan pupuk, sementara kekeringan terus melanda sejak semester I tahun 2019.

"Sinyal pelemahan produksi sudah mulai terlihat dan tahun 2020 akan lebih buruk. Produksi pada bulan puncak, Oktober 2019, tidak seperti tahun lalu. Produksi mulai bulan November akan semakin turun. Saya prediksi, produksi tahun 2019 hanya alam lebih tinggi 1 juta ton. Untuk tahun 2020, saya tidak optimistis dengan produksi CPO Indonesia. Karena kekeringan pada 2019 dan pengurangan penggunaan pupuk, ditambah rendahnya penambahan lahan baru, kemungkinan produksi hanya akan naik sekitar 1 juta ton," kata Mistry.

Mistry menambahkan, kebijakan Presiden Joko Widodo mendorong implementasi wajib B30 menjadi game changer di pasar CPO. Penetapan alokasi memicu kepercayaan dan menepis keraguan terhadap B30. "Sentimen (atas B30) adalah red hot (sangat positif)," kata Mistry.

Hanya saja, imbuh dia, ketergantungan atas biodiesel terlalu dalam. Di mana pun program wajib biodiesel diterapkan, kata dia, baik di Indonesia, Brasil, dan AS, akan memperketat pasar minyak nabati. Mistry mengutip Oil World, tahun 2019, biofuel akan menyerap sebanyak 46 juta ton minyak nabati. Hampir 17 juta ton minyak sawit untuk Palm Methyl Esther (PME/ bahan biodiesel).

"B30 direncanakan mulai Januari 2020. Dengan meningkatnya harga, seperti yang kita prediksi, bagaimana kebijakan pungutan ekspor minyak sawit Indonesia? Lalu, jika harga bergerak tinggi terlalu cepat, apakah Indonesia sudah punya mekanisme self correcting untuk menahan atau mengurangi (persentase) B30?," kata Mistry.

Dia memperkirakan, stok minyak nabati dunia akan semakin menipis mulai Maret 2020, yang akan mendongkrak harga.

"Apakah etis ketika minyak untuk pangan digunakan untuk energi ketika harga naik, lalu tidak terjangkau bagi jutaan konsumen? Karena itu, ekanisme self correcting sangat diperlukan. Dengan produksi yang lebih rendah, penggunaan sawit untuk biodiesel akan memicu kenaikan harga. Karena itu, perlu dijaga agar harga tetap pada level moderate. Dan, harga yang terlalu tinggi akan menekan permintaan," kata Mistry.

Mistry mengusulkan, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) merekomendasikan pentingnya mekanisme self correcting kepada pemerintah.

"Saya yakin, pemerintah akan menghargai itu, ketika harga bergerak tinggi terlalu cepat. Agar pasokan tetap tersedia dan terjangkau bagi dunia. Memang, anda bisa saja senang dengan program B30, B40, atau B50, tapi seharusnya tidak hanya melihat profit. Dan, ketika pasokan akan semakin ketat, tidak ada yang bisa menopang selain minyak sawit. Saya tidak yakin dengan soya oil dan sun oil," kata Mistry.

Stok B30
Hal senada dikemukakan Direktur Eksekutif ISTA Mielke GmbH, OIL WORLD Thomas Mielke Mielke dalam kesempatan yang sama. Menurut dia, produksi tahun 2020 tidak akan setinggi capaian dalam 3 tahun terakhir. Lalu, stok akan semakin berkurang.

“B30, meski saya tidak yakin akan terlaksana secara penuh setahun (sejak awal Januari 2020), akan menggerakkan harga lebih tinggi. Stok yang sebelumnya tinggi mengkompensasi produksi yang rendah, sementara permintaan tetap tumbuh. Lalu, pasar akan bereaksi dan harga terdongkrak. Jika naik terlalu cepat dan tinggi, pangsa pasar minyak sawit akan berkurang. Tapi, produksi minyak subtitusi juga tidak terlalu tinggi," kata Mielke.

Mielke memprediksi, harga CPO pada periode Januari-Juni 2020 akan bergerak rata-rata pada level US$ 650-700 (FOB). Sementara, produksi CPO tahun 2020 diperkirakan naik 1,8 juta ton menjadi 45,4 juta ton dari tahun 2019 yang diproyeksikan mencapai 43,6 juta ton atau naik 2 juta ton dari 2018. Menurut Mielke, produksi tahun 2020 akan dipengaruhi penggunaan pupuk lebuh renday, kekeringan, pertanaman baru lebih rendah, minimnya peremajaan dan tenaga kerja.

"Indonesia sukses dengan program biodieselnya. Dunia juga bergantung pada Indonesia sebagai eksportir minyak sawit. Jadi, kalau bicara B30 dan B50, jangan lupa ada konsumen di luar sana yang bergantung pada Indonesia. Indonesia sukses dengan biodiesel," kata dia.

Karena itu, ujar dia, Uni Eropa bukan isu yang menjadi perhatian. "Tetapi, perhatian saya adalah bagaimana seharusnya program biodiesel Indo esia fleksibel. Agar tetap dapat memenuhi kebutuhan dunia, menyeimbangkan kebutuan sektor pangan dan biodiesel. Karena, tidak ada negara lain yang bisa mengkompensasi penurunan pasokan minyak sawit Indonesia," kata Mielke.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA LAINNYA

Ralali.com Gelar Gebyar Hasil Tani Bersama Mitra BUMDes Nusantara

Ralali.com berupaya membantu mewujudkan sistem pangan berkelanjutan melalui pemberdayaan hasil tani yang berkualitas.

EKONOMI | 25 September 2021

Saleh Husin Kedatangan Sahabat dari NTT

Managing Director Sinarmas Saleh Husin kedatangan tamu, sahabatnya dari Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT).

EKONOMI | 25 September 2021

Berdikari Raih Pinjaman Rp 100 Miliar dari BJB untuk Transformasi Pangan

PT Berdikari (Persero) mendapat fasilitas pinjaman sebesar Rp 100 miliar dari BJB.

EKONOMI | 25 September 2021

Harga Emas Menguat karena Pelemahan Dolar

Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi US$ 1.746,84 per ons.

EKONOMI | 25 September 2021

Pekan Ini IHSG Naik 39 Poin, Kapitalisasi Bursa Meningkat Rp 91 Triliun

IHSG pada pekan ini periode 13-17 September 2021 naik 39 poin (0,63%) menuju 6.133,246 dari posisi 6.094,873.

EKONOMI | 25 September 2021

Harga Minyak ke Level Tertinggi 3 Tahun karena Ketatnya Pasokan

Brent berjangka naik 84 sen, atau 1,1%, menjadi US$ 78,09 per barel.

EKONOMI | 25 September 2021


Tiongkok Larang Transaksi Cryptocurency, Wall Street Bervariasi

Dow Jones Industrial Average naik 33,18 poin, atau 0,10%, menjadi 34.798,00.

EKONOMI | 25 September 2021

Bursa Eropa Turun Jelang Pemilu Jerman, Investor Fokus Evergrande

Pan-European Stoxx 600 ditutup turun 0,9% dengan semua bursa utama dan sebagian besar sektor di wilayah negatif.

EKONOMI | 25 September 2021

Evergrande Lewati Tenggat Waktu Pembayaran Bunga Obligasi

Batas waktu Evergrande untuk membayar US$ 83,5 juta bunga obligasi dengan mata uang dolar berlalu tanpa komentar dari perusahaan.

EKONOMI | 25 September 2021


TAG POPULER

# Kivlan Zen


# Pilpres 2024


# Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Kereta Jarak Jauh



TERKINI
Kasus Dugaan Suap Azis Syamsuddin, KPK Telusuri Tersangka Lain

Kasus Dugaan Suap Azis Syamsuddin, KPK Telusuri Tersangka Lain

NASIONAL | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings