Oktober 2019, Waskita Beton Precast Peroleh Kontrak Rp 4,36 Triliun

Oktober 2019, Waskita Beton Precast Peroleh Kontrak Rp 4,36 Triliun
Salah satu produk WSBP ( Foto: istimewa / - )
Mashud Toarik / MT Rabu, 6 November 2019 | 08:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) memacu perolehan kontrak eksternal pada jelang tutup tahun 2019. Setelah sebelumnya mengumumkan perolehan kontrak di Singapura, anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT) ini menyampaikan Proyek Refinery Development Maste Plan (RDMP) Refinery Unit (RU) V Pertamina Balikpapan.

Ini merupakan proyek kerja sama dengan Hyundai senilai Rp 217 miliar. Selian itu WSBP juga meraih proyek Pembangunan Apartemen Modernland (Modernland Group) di Jakarta Garden City senilai Rp 77 miliar.

Direktur Pemasaran PT Waskita Beton Precast Tbk, Agus Wintoro mengatakan pada Proyek Refinery Development Maste Plan (RDMP) Refinery Unit (RU) V Pertamina Balikpapan ini, perusahaan menyuplai produk spun pile berdiameter 500 mm. Adapun pada proyek pembangunan Apartemen, WSBP akan menyuplai produk readymix. Selain itu, WSBP menyuplai produk tetrapod pada proyek senilai 217,5 miliar pada proyek di Singapura.

“Dengan adanya kontrak baru ini, total perolehan nilai kontrak WSBP baik dari internal maupun eksternal hingga Oktober 2019 sebesar Rp 4,36 triliun,” ujar Agus Wantoro sebagaimana dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu (6/11/2019).

Adapun porsi nilai kontrak eksternal per Oktober 2019 adalah 52% atau melampaui target tahun 2019 sebesar 40%.

Beberapa proyek besar lainnya yang telah diperoleh sebelumnya antara lain Proyek Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) Seksi 2 dan 3, Apartement Tokyo Riverside, Tol Pekanbaru - Dumai Seksi 6C, Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Ramp on & off, Bandara Kulonprogo, Bendungan Leuwikeris, PLTGU Tambak Lorok, Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Addendum Proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, Proyek Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Seksi II, Bandara Sultan Hasanuddin, dan proyek lainnya.



Sumber: Majalah Investor