Besok, Larangan Ekspor Nikel Diputuskan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Besok, Larangan Ekspor Nikel Diputuskan

Rabu, 6 November 2019 | 16:01 WIB
Oleh : Rangga Prakoso / MPA


Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyelesaikan investigasi terkait dugaan kelebihan kuota ekspor bijih nikel. Hasil investigasi itu akan dibawa ke rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Investigasi itu menjadi dasar penentuan nasib penghentian sementara ekspor bijih nikel yang sudah diterapkan sejak 29 Oktober kemarin.

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Yunus Saefulhak mengatakan tim ESDM bersama dinas pemerintah daerah telah melakukan kunjungan lapangan ke 30 perusahaan yang membangun smelter. Namun dia belum bisa membeberkan hasilnya tersebut lantaran akan dibawa ke rapat koordinasi dengan Kementerian Koordinasi bidang Kemaritiman dan Investasi.

"Besok ada pertemuan kembali yang dipimpim pak Menko (Luhut). Tolong sabar. Apakah ekspor tetap berhenti atau tidak, bukan dalam forum ini saya putuskan. Kita tunggu saja di tingkat pimpinan," kata Yunus dalam acara diskusi yang digelar oleh Kahmi di Jakarta, Rabu (6/11).

Yunus menuturkan investigasi yang dilakukan berupa audit lapangan. Tim gabungan melihat langsung seperti apa kemajuan pembangunan smelter. Pasalnya izin ekspor diberikan bagi perusahaan yang berkomitmen membangun smelter. ESDM pun sudah menerapkan persyaratan ketat yakni evaluasi progres smelter setiap enam bulan. Bila progres smelter tak mencapai minimal 90% dari rencana kerja per enam bulan maka ada sanksi yang dikenakan. Sanksi tersebut berupa pencabutan izin ekspor.

"Dari 37 smelter, 7 smelter hampir mencapai 100% dan ada yang sudah berproduksi. Jadi tim mengaudit 30 smelter yang masih membangun," tuturnya.

Dikatakannya tim gabungan pun melakukan audit mengenai realisasi kuota ekspor dari 37 perusahaan tersebut. Dia menerangkan kuota ekspor yang diberikan telah ditetapkan setiap tahunnya. Artiannya perusahaan tak bisa seenaknya mengekspor melebihi kuota yang telah ditetapkan. Hal ini berkaitan dengan laporan 150 kapal yang diduga mengangkut bijih nikel dengan kadar diatas 1,7%. Padahal izin ekspor yang diizinkan hanya bijih nikel dengan kadar kurang dari 1,7%.

"Muatan itu ditahan sementara dan diaudit," ujarnya.

Lebih lanjut Yunus mengungkapkan kuota ekspor bijih nikel yang diizinkan tahun ini sekitar 26 juta ton. Sementara realisasinya baru sekitar 23 juta ton. Namun dari rapat koordinasi di Menko Kemaritiman dan Investasi pada akhir Oktober kemarin terungkap data yang berbeda. Oleh sebab itu diputuskan untuk menghentikan sementara ekspor bijih nikel dan dilalukan investigasi. "Data realisasi ekspor 23 juta ton yang tercatat di saya," ujarnya.

Yunus menerangkan larangan ekspor bijih nikel masih merujuk pada Peraturan Menteri ESDM No.11 Tahun 2019. Beleid tersebut memberi batas waktu ekspor hingga 31 Desember 2019. Artiannya pada awal 2020 bijih nikel dilarang ekspor. "Apabila kalau mau percepatan (larangan ekspor) tentunya harus melalui proses adendum peraturan menteri tersebut," terangnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

2020, Envy Technologies Bidik Kenaikan Laba Dua kali Lipat

Naiknya pendapatan akan menopang lonjakan laba perusahaan.

EKONOMI | 6 November 2019

Perlu Response Cepat Atasi Kolera Babi yang Meluas

Di tengah wabah ASF (flu babi) dari negara-negara Asia, Indonesia diserang kolera babi.

NASIONAL | 6 November 2019

Dibandingkan Negara Lain, Jokowi Bersyukur Pertumbuhan RI 5%

Indonesia merupakan negara yang besar dengan pasar dan potensi yang juga besar.

EKONOMI | 6 November 2019

PLN Pakai Kendaraan Listrik Buatan Anak Bangsa

MoU ini menjadi bukti komitmen dan kontribusi bersama terhadap program pemerintah untuk mempercepat kendaraan listrik.

EKONOMI | 6 November 2019

500 Perusahaan Berpameran di Plastics & Rubber Indonesia 2019

Pameran Plastics & Rubber Indonesia 2019 akan kembali diselenggarakan untuk ke-32 kalinya mulai 20 hingga 23 November 2019 mendatang di Jakarta International Expo Kemayoran. Menempati area seluas lebih dari 25,000m2, pameran bertaraf internasional ini fokus dalam memenuhi kebutuhan industri dengan menghadirkan mesin, pengolahan, teknologi dan inovasi terkini untuk pengemasan, cetakan, pewarna serta bahan plastik dan karet.

EKONOMI | 6 November 2019

OJK Minta Pelaku Multifinance Berbenah

Perusahaan multifinance masih harus melanjutkan agenda perbaikan kualitas tata kelola.

EKONOMI | 6 November 2019

BPJamsostek Gelar Lomba Foto Jurnalistik 2019

BPJamsostek selenggarakan lomba foto jurnalistik.

EKONOMI | 6 November 2019

Perusahaan RI Paling Optimistis pada Prospek Bisnis

Mereka mengharapkan penjualan tumbuh sebesar 15% atau lebih pada tahun berikutnya

EKONOMI | 6 November 2019

Jokowi Minta Perbankan Berhati-hati Hadapi Tekanan Global

Jokowi bersyukur bahwa di tengah perlambatan ekonomi dunia, Indonesia mencetak pertumbuhan di kisaran 5 persen.

EKONOMI | 6 November 2019

Rehat Siang, IHSG Turun 28 Poin

Sebanyak 146 saham naik, 235 saham melemah dan 129 saham stagnan.

EKONOMI | 6 November 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS