Palma Serasih Bidik Dana IPO Rp 440 Miliar

Palma Serasih Bidik Dana IPO  Rp 440 Miliar
Kelapa sawit. ( Foto: Antara / Jojon )
Lona Olavia / MPA Rabu, 6 November 2019 | 18:15 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com- PT Palma Serasih Tbk, perusahaan perkebunan dan industri pengolahan minyak kelapa sawit berencana melepas sebanyak-banyaknya 4 miliar saham atau setara 20% melalui penawaran umum saham perdana (IPO). Harga IPO dipatok di kisaran Rp 103-110 per lembarnya. Dengan demikian, perseroan mengincar dana hingga Rp 440 miliar dari aksi ini.

"Dana hasil IPO akan digunakan perseroan untuk meningkatkan modal di beberapa entitas anak usahanya, yakni capex tanaman 40%, modal kerja 30%, capex tambahan pendanaan pabrik kelapa sawit 14%, dan capex non tambahan 12%," kata Direktur Utama Palma Serasih Budiono Tanbun di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Palma Serasih Grup, untuk informasi memulai usahanya sejak tahun 2008 dengan memperoleh lzin lokasi pertama seluas 1 3.600 ha. Penanaman perdana dilakukan pada tahun 2009 dengan total t 1.400 ha (Inti dan Plasma). Dalam tiga tahun setelah penanaman perdana, Palma Serasih Grup telah berhasil mencapai penanaman dengan total luas 1 11.100 ha (Inti dan Plasma) sampai dengan akhir tahun 2012.

Pada akhir tahun 2014, pabrik kelapa sawit pertama dengan kapasitas sebesar 60 TPH mulai beroperasi dengan total luas tertanam 14.400 ha (Inti dan Plasma). Saat Ini, Palma Seraslh Grup telah memlllkl areal tanam seluas 31.000 ha melalui lima entitas anak.

"Palma Serasih Grup berencana terus memperluas areal tanam di dalam total konsesi lahan yang dimlliki seluas 180.000 ha, serta menambah kapasitas olah melalui pembangunan pabrik baru di waktu dekat," katanya.

Dalam IPO ini, perseroan menunjuk PT Jasa Utama Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Masa penawaran awal (bookbuilding) akan dilaksanakan pada 6-8 November 2019. Perseroan berharap pernyataan efektif dari OJK pada 15 November 2019, sehingga masa penawaran umum bisa dilakukan pada 19 November 2019. Perseroan menargetkan listing di BEI pada 25 November 2019.



Sumber: Suara Pembaruan