Ketua BPK: Indonesia Harus Melangkah Maju ke Society 5.0

Ketua BPK: Indonesia Harus Melangkah Maju ke Society 5.0
Ketua BPK Agung Firman Sampurna menyuarakan bagaimana Indonesia harus maju ke Society 5.0 pada SEABC 2019. (6/11) ( Foto: BPK / Jayanty Nada Shofa )
Jayanty Nada Shofa / JNS Kamis, 7 November 2019 | 22:59 WIB

PALEMBANG, Beritasatu.com - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna menjadi pembicara utama (keynote speaker) dalam the 5th Sriwijaya Economics, Accounting and Business Conference (SEABC) 2019.

Dalam Seminar internasional yang bertema Society 5.0 for New Human Centered Development: Opportunities and Challenges tersebut, Agung Firman mengatakan era Industry 4.0 telah menjadikan perkembangan teknologi sebagai pemicu dalam perubahan ekonomi, sosial budaya, dan geopolitik.

“Indonesia, yang saat ini telah melangkah ke era Industry 4.0, harus mengambil kesempatan ini untuk maju ke dalam masyarakat Society 5.0,” ungkapnya dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Universitas Sriwijaya Palembang, di Kota Palembang, Rabu. (6/11)

Menurut Ketua BPK, kehadiran perusahaan berbasis informasi, yang dikenal sebagai unicorn dan start-up telah memperkenalkan konsep ekonomi bersama, definisi baru tentang aset dan kapitalisasi, dan mengubah cara berpikir masyarakat.

Society 5.0 ini bertujuan untuk menciptakan suatu masyarakat, di mana orang dapat menyelesaikan berbagai tantangan sosial dengan memasukkan inovasi seperti Artificial Intelligence (AI), teknologi robot dan Big Data ke dalam setiap industri dan kehidupan sosial. Dalam masyarakat seperti ini, siapa pun dapat menciptakan nilai dan layanan baru secara terus menerus, kapan saja, di mana saja, dalam keamanan dan hidup harmoni dengan alam, serta bebas dari berbagai kendala yang dialami saat ini seperti jarak, waktu, informasi, dan biaya.

Agung Firman menjelaskan, di era Society 5.0. pemerintah banyak memiliki program yang membutuhkan sistem manajemen basis data yang handal. Oleh karena itu, dengan mandat konstitusionalnya, BPK melakukan audit kinerja untuk membuktikan validitas, keakuratan, dan keandalan manajemen basis data pemerintah.

Setelah mendapatkan informasi yang memadai melalui proses audit, BPK juga dapat merekomendasikan pengembangan Big Data Nasional untuk mengelola Basis Data Pemerintah.

“Dalam implementasi konsep Society 5.0 sesuai dengan kewenangannya BPK akan melakukan lead by example,” ucapnya.

Untuk menuju ke arah tersebut, BPK telah mengembangkan knowledge management dalam tata kelola internalnya, serta mengembangkan AI untuk membantu proses audit dan tindak lanjut, sambil tetap menempatkan kompetensi dan profesionalitas auditor sebagai yang utama.

Selain Agung Firman, kegiatan yang rencananya dilaksanakan selama dua hari, Rabu dan Kamis (6 – 7 November 2019) ini juga menghadirkan pembicara lainnya, yaitu Guru Besar la Trobe University, Melbourne, Australia, Zahirul Hoque, Guru Besar University Edinburg, Inggris, Heriot-Watt, Guru Besar Birla Institute of Management Technology, Greater Noida, Uttar Pradesh, India, A.K. Dey, dan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya, Bernadette Robiani.



Sumber: BeritaSatu.com