Startup Warung Makan Wahyoo Bidik 50.000 Mitra Tahun Depan

Startup Warung Makan Wahyoo Bidik 50.000 Mitra Tahun Depan
Sebanyak 7.000 pengusaha Warung Tegal (Warteg) telah bergabung dengan platform Wahyoo. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Lona Olavia / FMB Minggu, 10 November 2019 | 21:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wahyoo, startup perusahaan sosial yang berfokus pada digitalisasi dan modernisasi warung makan melalui platform teknologi, menargetkan akan ada 50.000 warung makan yang akan bergabung tahun depan. Saat ini tercatat wilayah jangkauannya baru ada di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Tahun depan ditargetkan akan tambah di lima wilayah di Jawa untuk mengejar target yang telah dicanangkan.

“Wahyoo akan fokus untuk mengembangkan fitur baru seiring dengan berkembangnya jumlah mitra warung makan kami. Tahun 2020 depan Wahyoo menargetkan total 50.000 warung makan untuk bergabung dalam keluarga warung makan digital Wahyoo,” kata Peter Shearer, CEO Wahyoo dalam acara silaturahmi bersama 2.000 mitra warung makannya di Jakarta, Minggu (10/11).

Hingga saat ini, ia menyebutkan sudah ada 12.500 warung makan yang telah bergabung. Adapun, hingga akhir tahun ini diyakini secara total akan ada 13.000 mitra yang bergabung.

Pada acara yang bertemakan 'Pikniknye Wahyoo: Warungku, Pahlawanku" ini, Wahyoo memperkenalkan app Wahyoo terbarunya dengan tampilan yang lebih mudah digunakan. "Wahyoo juga menyosialisasikan upgrade app Wahyoo terbaru dengan tampilan yang lebih fresh dan user-friendly bagi pengguna. Selain itu, Wahyoo juga memperkenalkan tiga fitur baru, yaitu flash sale, community event, dan help center," pungkasnya.

Flash sale adalah fitur promosi yang ditawarkan Wahyoo untuk memberi "masyu" dan "mbakyu" (sebutan mitra warung makan) kesempatan mendapatkan potongan harga atau diskon dalam batas waktu dan ketersediaan stok barang yang telah ditentukan.

Selain itu, dalam fitur event community, masyu dan mbakyu dapat mengikuti informasi terkini mengenai program Wahyoo Academy dan Gathering. "Melalui akademi ini kami ingin menstandardisasi warung-warung makan ini. Jadi, sementara ini sifat aplikasinya untuk B2B (business to business) nanti B2C (business to consumer) jika sudah terstandarisasi," kata Peter.

Sedangkan melalui help center, Wahyoo menyediakan informasi atau pusat bantuan bagi masyu dan mbakyu jika memiliki kendala pada saat menggunakan aplikasi Wahyoo.

Turut hadir untuk menyemangati para masyu dan mbakyu di acara Pikniknye Wahyoo ini, Gibran Rakabuming, entrepreneur kuliner yang juga salah satu investor Wahyoo. "Kita tahu kuliner Indonesia seperti street food memiliki potensi untuk mendunia. Namun, masih bisa kita perbaiki standar pelayanannya dalam arti menghidangkan makanan diolah dari bahan segar dan sehat, menjaga kebersihan warung, serta memberikan pelayanan pelanggan yang membuat mereka betah dan kangen untuk kembali," katanya.

Didirikan Juni 2017, Wahyoo bertujuan untuk memberdayakan efisiensi biaya dan pengembangan pendapatan pengusaha warung makan di indonesia melalui platform teknologi serta program pemberdayaan usaha mikro bisnis tersebut. 



Sumber: Suara Pembaruan