Produsen Baja Lokal Dukung Percepatan Pembangunan Ibu Kota Baru

Produsen Baja Lokal Dukung Percepatan Pembangunan Ibu Kota Baru
Vice President PT Tata Logam, Stephanus Koeswandi, di acara pameran Konstruksi Indonesia, yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. Tata Logam )
Feriawan Hidayat / FER Senin, 11 November 2019 | 20:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah telah menetapkan Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai lokasi ibu kota baru.

Baca Juga: Pemindahan Ibu Kota Bakal Menarik Minat Diaspora

Masterplan pembangunan ibu kota baru diperkirakan akan rampung pada 2020. Secara fisik, pemerintah menargetkan akan selesai pada 2024. Itu artinya, pemerintah akan fokus memenuhi target waktu yang telah ditetapkan.

Vice President PT Tata Logam, Stephanus Koeswandi, mengatakan, pemindahan ibu kota menjadi momentum bagi para pengusaha jasa konstruksi untuk membuktikan bahwa Indonesia juga mampu membangun infrastruktur dalam waktu relatif singkat.

"Kita akan buktikan dengan penggunaan material baja ringan, pembangunan di Ibu Kota baru bisa berjalan maksimal," ujar Stephanus kepada Beritasatu.com di Jakarta, Senin (11/11/2019).

Baca Juga: Buka Pabrik Baru, Tatalogam Ekspansi ke Industri Hulu

Stephanus mengatakan, Domus Revo merupakan salah satu produk Tata Logam yang mengusung inovasi teknologi terbaru dalam pembangunan hunian. Produk dinilai cocok untuk mendukung pembangunan hunian di ibu kota baru.

"Produk ini, sangat cocok bagi masyarakat yang mau membangun rumah atau merenovasi rumahnya dalam waktu hanya 5 hari,” jelas Stephanus.

Menurut Stephanus, Domus Revo merupakan bahan bangunan yang komponen-komponen penyusunnya telah dipersiapkan sebelumnya atau pun telah diproduksi di pabrik. Setiap komponen di-packing terpisah dan diberi label penjelasan secara detil tentang cara perakitan.

"Domus Revo memberikan kemudahan bagi konsumen dalam membangun rumahnya, semudah kita membeli furniture knockdown dan kemudian merakit sendiri di rumah. Konsumen bisa membangun sendiri, karena komponen-komponennya jelas,” ujar Stephanus Koeswandi.

Lebih lanjut, Stephanus menambahkan, kelebihan dari rumah yang dibangun dengan teknologi Domus Revo ini adalah proses pembangunannya yang terbilang sangat cepat. Selain itu, proses pembangunan juga tidak membutuhkan banyak pekerja serta tidak ada bahan-bahan dalam membangun rumah yang terbuang.

“Hal ini tentunya dapat memotong anggaran pengeluaran secara signifikan, sehingga biaya membangun rumah menjadi lebih hemat,” pungkas Stephanus.



Sumber: BeritaSatu.com