Ditekan Sentimen Regional, IHSG Diprediksi Melemah

Ditekan Sentimen Regional, IHSG Diprediksi Melemah
Ilustrasi IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). ( Foto: Antara / Aditya Pradana Putra )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Selasa, 12 November 2019 | 09:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menurut riset Valbury Sekuritas Indonesia, faktor global yang masih memperlihatkan sentimen negatif serta dukungan katalis positif dari internal yang masih terbatas membuka peluang bagi IHSG kembali rawan terkoreksi pada hari ini.

Peningkatan cadangan devisa RI yang mencapai USD126,7 miliar per Oktober 2019 atau naik dibandingkan posisi September sebesar USD 124,3 miliar diharapkan memberikan optimistme bagi pelaku pasar atas perekonomian dalam negeri. Peningkatan cadangan devisa diarahkan untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi. Bahkan cadngan devisa ini berdampak pada realisasi penerimaan BI yang mencapai Rp 30,82 triliun, setara dengan 113 persen dari target Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI) 2019 sebesar Rp 27,15 triliun. Secara rinci, realisasi penerimaan berasal dari hasil pengelolaan aset valas mencapai Rp 30,77 triliun, melampaui target ATBI tahun ini yang mencapai Rp 27,02 triliun. Pengelolaan aset tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 29,26 triliun.

Bank Indonesia (BI) memproyeksi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga akhir tahun ini di kisaran Rp 14.000-14.400 per USD, sedangkan pada tahun depan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp 13.900-Rp 14.300 per USD. BI melihat ada tiga faktor yang harus dicermati terkait ekonomi global yang masih bergejolak, yakni pertumbuhan ekonomi dunia yang terus menurun, melemahnya arus aliran dana asing dan aksi dari bank sentral negara lain yang telah melakukan pelonggaran. Sementara itu, BI mengklaim kerja keras yang dilakukan telah menunjukkan kinerja ekonomi relatif membaik dibandingkan banyak negara yang menunjukan penurunan.

Sentimen pasar dari luar negeri berasal dari keraguan kesepakatan perang dagang AS dengan Tiongkok semakin jauh dari harapan. Sentimen ini dapat berimbas bagi pasar saham Indonesia yang rawan kembali untuk terkoreksi. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald kembali membuat pasar terkejut dengan menyatakan bahwa AS belum setuju untuk menarik kembali tarif yang sebelumnya dikenakan terhadap Tiongkok. Trump menjelaskan bahwa AS belum mencapai kesepakatan dan menekankan bahwa AS tidak akan menghilangkan semua tarif. Trump mengkoreksi karena ada laporan yang salah tentang kesediaan AS untuk menaikkan tarif sebagai bagian dari perjanjian fase pertama.

Hong Kong merilis pembacaan awal untuk data pertumbuhan ekonomi periode kuartal III 2019 membukukan kontraksi sebesar 3,2 persen QoQ. Sebelumnya pada kuartal II 2019 perekonomian Hong Kong juga terkontraksi 0,4 persen qoq, pertumbuhan ekonomi yang kembali negatif pada kuartal III 2019 menjadi sinyalemen Hong Kong mengalami resesi untuk kali pertama sejak tahun 2009.

Perspektif tenikal
Support Level : 6123/6098/6069
Resistance Level : 6178/6208/6233
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Down

Rekomendasi perdagangan hari ini:

BBRI: Trading Buy
• Close 4000, TP 4050
• Boleh buy di level 3950-4000
• Resistance di 4050 & support di 3950
• Waspadai jika tembus di 3950
• Batasi risiko di 3930

TLKM: Trading Buy
• Close 4100, TP 4150
• Boleh buy di level 4050-4100
• Resistance di 4150 & support di 4050
• Waspadai jika tembus di 4050
• Batasi risiko di 4020

ICBP : Trading Buy
• Close 11400, TP 11650
• Boleh buy di level 11300-11400
• Resistance di 11650 & support di 11300
• Waspadai jika tembus di 11300
• Batasi risiko di 11175

INTP: Trading Buy
• Close 20325, TP 20650
• Boleh buy di level 20025-20325
• Resistance di 20650 & support di 20025
• Waspadai jika tembus di 20025
• Batasi risiko di 19900

SIMP: Trading Buy
• Close 370, TP 390
• Boleh buy di level 350-370
• Resistance di 390 & support di 350
• Waspadai jika tembus di 350
• Batasi risiko di 340

ACES: Trading Buy
• Close 1750, TP 1765
• Boleh buy di level 1730-1750
• Resistance di 1765 & support di 1730
• Waspadai jika tembus di 1730
• Batasi risiko di 1720



Sumber: BeritaSatu.com