Pergerakan Saham ENVY Didukung Fundamental Perusahaan

Pergerakan Saham ENVY Didukung Fundamental Perusahaan
Ilustrasi. ( Foto: Antara )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Rabu, 13 November 2019 | 16:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pergerakan harga saham perusahaan penyedia jasa teknologi informasi PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY) didukung fundamental perusahaan.

Sejak penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) 8 Juli 2019 dengan harga penawaran Rp 370 per saham, harga saham IPO sudah naik enam lipat lebih mencapai Rp 2.770 per saham pada penutupan perdagangan Rabu (13/11/2019). Sementara pada perdagangan Selasa (12/11/2019) harga saham ENVY ditutup di Rp 2.610 per saham atau melemah Rp 390 (13,0 persen) dari penutupan sebelumnya Rp 3.000 per saham.

Presiden Direktur PT Envy Technologies Indonesia Tbk, Dato' Sri Mohd Sopiyan mengatakan, perseroan adalah perusahaan teknologi venture yang menyediakan beragam layanan bisnis dan kegiatan di bidang sistem integrasi informatika, keamanan informasi digital, dan sistem integrasi telekomunikasi yang berkelas dunia. "Bisnis perusahaan didasarkan pada fundamental yang kuat serta penekanan pada integrasi yang dinamis," kata dia dalam keterangannya, Rabu (13/11/2019).

PT Envy Technologies Indonesia Tbk per September 2019 membukukan pendapatan kenaikan sebesar 147 persen dibanding periode yang sama 2018 YoY. Pencapaian hingga September 2019 sudah melebihi 97 persen dari target. “Perseroan optimistis dan yakin akan dapat mencapai atau bahkan melebihi dari target tahun ini," kata Dato’ Sri Mohd Sopiyan.

Selain itu, perseroan juga optimistis dapat mencapai kenaikan laba bersih naik hampir dua kali lipat menjadi Rp 13 miliar pada 2020 dari proyeksi akhr tahun 2019 sebesar Rp 7,5 miliar. Mengacu pada laporan keuangan, perseroan mencatatkan laba bersih Rp 5,61 miliar melonjak 79 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 yakni Rp 3,13 miliar. Melonjaknya laba bersih perseroan ditopang pendapatan perseroan yang juga melesat menjadi Rp 121,41 miliar, atau tumbuh hingga 147 persen dibandingkan dengan per September 2018 yakni Rp 49,18 miliar.

Hingga September 2019 ini, aset perseroan tumbuh mencapai Rp 361,53 miliar, bertambah dari posisi akhir Desember 2018 yakni Rp 170,65 miliar, ekuitas tercatat Rp 320,47 miliar dari akhir Desember 2018 yakni Rp 103,80 miliar, sementara kewajiban berhasil ditekan menjadi Rp 41,07 miliar dari Desember 2018 yakni Rp 66,85 miliar.

Soal penurunan harga saham ENVY pada Selasa (12/11/2019), Dato’ Sri Mohd Sopiyan berpendapat tidak ada kaitannya dengan lini bisnis perseroan yang telah didasarkan pada fundamental yang kuat. "Selain itu, perseroan juga telah menyampaikan segala informasi material yang perlu diketahui publik,” kata Dato’ Sri Mohd Sopiyan.



Sumber: BeritaSatu.com