Kagama Gelar Seminar Kesiapan SDM Indonesia Hadapi Revolusi Industri 4.0
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kagama Gelar Seminar Kesiapan SDM Indonesia Hadapi Revolusi Industri 4.0

Kamis, 14 November 2019 | 10:56 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Beritasatu.com - Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) kembali menggelar Seminar Nasional Pra Munas. Seminar putaran kelima yang mengusung tema "Kesiapan SDM Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0. Roadmap Pembangunan SDM Indonesia” ini diselenggarakan hari ini, Kamis (14/11/2019) di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur Bali.

Sekretaris Jenderal PP Kagama, AAGN Ari Dwipayana mengatakan bahwa Kagama ingin menghimpun gagasan tentang bagaimana peta jalan pembangunan SDM Indonesia dalam menghadapi tantangan zaman, yang ditandai oleh kemajuan teknologi informasi.

"Salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah dan bangsa Indonesia dewasa ini adalah bagaimana mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menggerakkan dan memanfaatkan teknologi revolusi industri 4.0 dalam mendorong pembangunan ekonomi nasional, daya saing, dan kesejahteraan sosial," ujar Ari dalam keterangannya, Kamis (14/11/2019).

Bercermin pada data dari World Economic Forum dan peringkat Indonesia di Global Innovation Indeks (GII) 2019, Ari mengatakan bahwa posisi Indonesia tertinggal jauh. Menurut Ari, diperlukan usaha-usaha luar biasa untuk memacu tingkat inovasi nasional, baik pada input maupun output.

"Penting dan urgen untuk menaruh perhatian pada sektor pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan kewirausahaan, selain pembenahan-pembenahan struktural pada ekosistem politik, riset dan reproduksi pengetahuan, ekonomi, penegakan hukum, dan keuangan," jelas Ari.

Ari menjelaskan di bidang pendidikan, survei terbaru pada 2015 Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), yang menunjukkan literasi peserta didik usia 15 tahun (diukur dari kemampuan membaca) tergolong rendah.

Dijelaskan oleh Ari, skor rata-rata anak didik Indonesia hanya 403 untuk sains (dari rata-rata skor anak didik negara yang diteliti 493), 397 untuk membaca (rata-rata 493) dan 386 untuk matematika (rata-rata 490).

Sementara dari Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada 2016 presentase pencapaian siswa yang masih kurang ada pada bidang matematika sekitar 77,13 persen, kurang di bidang kemampuan membaca sekitar 46,83 persen, dan kurang di bidang sains 73,61 persen.

Demikian juga pada sektor kesehatan, sejauh ini derajat kesehatan di Indonesia masih belum merata. Contohnya angka kelahiran ibu di usia 15-19 tahun masih tinggi, menurunnya penggunaan alat kontrasepsi modern, pola hidup yang tidak sehat meningkatkan risiko penyakit, prevalensi stunting masih tinggi, dan masih banyak lagi.

Ada lagi di bidang kewirausahaan, dibandingkan jumlah penduduk, jumlah wirausaha di Indonesia masih kecil.

"Dengan patokan di negara-negara yang lebih maju jumlah yang wirausahawan berkisar 14 persen, kita tahun 2018 baru 3.1 persen. Dengan jumlah penduduk yang telah di atas 250 juta, dibutuhkan setidaknya 40 juta pengusaha," jelas Ari.

Tuntutan zaman untuk menyerap angkatan kerja lebih besar dan terus tumbuh, diperlukan pekerjaan berkualitas tinggi yang hanya lahir dari inovasi.

Ari mengutip dari hasil survei LinkedIn, minat perusahaan terhadap tenaga kerja yang memiliki keahlian big data dan coding cukup tinggi dan cepat perkembangannya. Sayangnya, suplai tenaga kerja dengan kriteria tersebut masih minim.

Ketidaksiapan tenaga kerja lokal dengan kebutuhan industri, dinilai mengkhawatirkan karena dapat berdampak pada daya saing industri Indonesia dengan negara lain.

Merujuk pada laporan World Economic Forum (WEF) 2016, dunia industri sedang beralih menggunakan rekayasa inteligen, mesin belajar, transportasi otomatis, dan robotik pintar yang akan mendominasi proses produksi pada 2020.

"Beberapa industri menjadikan teknologi cloud dan mobile internet sebagai fokus model bisnis mereka di masa depan, disusul teknologi pemrosesan data dan penggunaan big data ke dalam proses produksi," pungkasnya.

Disamping itu, menumbuhkan komunitas enterpreneurship yang produktif dan ekosistem yang dinamis juga tidak mudah. Mengingat kebutuhan kita terhadap dedikasi yang tinggi dari sumber daya sebagai fasilitasi dan pendampingan.
Dua hal itu dibutuhkan demi mengakselerasi pengembangan entrepreneur dan melipat gandakan dampaknya lewat edukasi, pasar, dan modal.

Sebetulnya pemerintah sudah merealisasikan beberapa program, terutama dalam hal pendanaan, mentoring, pembinaan, dan fasilitasi, demi menciptakan iklim usaha yang baik. Namun, dalam implementasinya masih ditemui kendala. Komitmen pemerintah itu masih terfragmentasi antar-kementerian dan antar badan pembinaan sektoral.

"Masih diperlukan konvergensi rencana, kebijakan dan aksi antar pihak untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan, termasuk kewirausahaan sosial, di Indonesia," jelas Ari.

Beberapa faktor penentu revolusi industri 4.0, khususnya pada pengembangan SDM ini menghadapi tantangan pelik. Sektor pendidikan, kesehatan, dan kewirausahaan yang menjadi penggerak kemajuan bangsa di bidang industri, jasa, dan perdagangan, menghadapi tantangan yang tidak sederhana.

"Padahal keempat sektor tersebut akan menentukan dinamika sektor-sektor tradisonal seperti pertanian, perikanan, peternakan, dan kerajinan. Tantangan yang dihadapi adalah nyata dan tidak ringan," tegas Ari.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Intan Fauzi: Saatnya Para Pelaku Usaha Ultra Mikro Dibantu

Intan Fauzi menyampaikan pandangannya terkait progres pembentukan holding ultra mikro (UMi) .

EKONOMI | 22 September 2021

Kemperin Putuskan Pabrik Aice Group Lulus Sertifikasi ISO 9001

Pengakuan lulus sertifikasi ISO 9001:2015 dan analisis bahaya dan pengendalian titik kritis (HACCP) diterima Aice dari lembaga sertifikasi BBIA Kemperin.

EKONOMI | 22 September 2021

Direktur Utama Garudafood Borong Saham GOOD Rp 2,2 Miliar

Direktur Utama PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) Hardianto Atmadja melakukan aksi pembelian saham usahanya GOOD sebanyak 6 juta lembar saham.

EKONOMI | 22 September 2021

Bahan Bangunan Inovatif Jadi Elemen Penting Arsitektur Modern

Teknologi bahan bangunan inovatif, turut memiliki peran penting terhadap suksesnya rancangan desain sebuah karya arsitektur.

EKONOMI | 22 September 2021

Ini Cerita di Balik BI Tahan Suku Bunga Acuan 3,5%

Bank Indonesia (BI) pada 20-21 September 2021 memutuskan untuk kembali mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50%.

EKONOMI | 22 September 2021

Permintaan Alat Berat Naik, Hexindo Incar Pendapatan US$ 359,42 Juta

PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA), emiten distributor alat berat hingga akhir 2021 menargetkan pendapatan US$ 359,42 juta dan laba bersih US$ 31,75 juta.

EKONOMI | 22 September 2021

PP Presisi Rombak Jajaran Komisaris

PT PP Presisi Tbk (PPRE), emiten sektor konstruksi resmi memberhentikan secara hormat komisaris Muhammad Toha Fauzi.

EKONOMI | 22 September 2021

Kempupera Bangun Jaringan Irigasi Tersier Lewat Program Padat Karya Tunai

Saluran irigasi tersier di desa Cileunya, Kabupaten Kuningan, dikerjakan melalui program padat karya tunai dengan melibatkan partisipasi masyarakat setempat.

EKONOMI | 22 September 2021

Rayakan HUT Ke-31, Guardian Berikan Penghargaan kepada Tokoh Inspiratif

Merayakan HUT ke-31, Guardian memberikan penghargaan kepada 31 tokoh yang dianggap memiliki kontribusi serta dampak positif yang nyata dalam kehidupan.

EKONOMI | 22 September 2021

Inovasi Anak Usaha INOV Diganjar Penghargaan Original Rekor Indonesia

Plasticpay memperoleh penghargaan dari Original Rekor Indonesia (ORI) sebagai pemecah rekor gerakan pilah sampah dari rumah.

EKONOMI | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
KNPI Jakarta Ingatkan Giring PSI Soal Tudingan Anies Berbohong

KNPI Jakarta Ingatkan Giring PSI Soal Tudingan Anies Berbohong

MEGAPOLITAN | 4 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings