Perusahaan Komponen Otomotif Ini Perkuat Pasar AS

Perusahaan Komponen Otomotif Ini Perkuat Pasar AS
Presiden Direktur PT. Garuda Metalindo, Tbk. Erwin Wijaya dan Direktur Anthony Wijaya saat Paparan Kinerja Kuartal III/2019 di Jakarta, Kamis (14/11/2019). ( Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 14 November 2019 | 13:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Emiten komponen otomotif PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) pada 2020 menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 20 miliar guna menunjang kinerja dan ekspansi bisnis ke Amerika Serikat (AS).

"Capex Rp 20 miliar diambil dari kas internal perusahaan," kata Corporate Secretary PT Garuda Metalindo, Anthony Wijaya pada paparan publik perseroan di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Anthony mengatakan, capex akan digunakan untuk memperkuat sistem teknologi dan informasi (TI) serta meningkatkan kemampuan aspek digitalisasi untuk mewujudkan smart factory dalam sejalan dengan industri 4.0.

Selain itu, capex juga untuk mendukung kesiapan perusahaan menyuplai spesial part komponen pada perusahaan otomotif besar di AS. "Diharapkan ekspor bisa teralisasi pada kuartal dua atau paling lambat kuartal tiga 2020," kata Anthony Wijaya.

Dia mengatakan, perseroan pada 2020 menargetkan ekspor sebesar Rp 55 miliar ke India dan AS atau naik hampir dua kali lipat dibanding proyeksi akhir tahun 2019 sebesar Rp 30 miliar. "Ekspansi bisnis perseroan ke pasar global tetap berjalan melalui kunjungan bisnis, menggandeng partnership di berbagai negara, dan menumbuhkan kepercayaan potential partners di global market melalui aktivitas pemasaran yang berkesinambungan," kata dia.

Sementara hingga kuartal III-2019 penjualan bersih naik sebesar 4,08 persen mencapai Rp 911,5 miliar dibandingkan periode yang sama 2018. Di bidang usaha fasteners & engineered components, pertumbuhan ini didukung peningkatan penjualan domestik 3,34 persen, sedangkan di bidang usaha steel wire & bar melalui anak perusahaan PT. Mega Pratama Ferindo penjualan bertumbuh 7,92 persen. Laba bersih konsolidasi turun 18,63 persen terutama disebabkan kenaikan harga baja dunia dan pelemahan nilai rupiah.

Perusahaan mencatat penurunan total aset sebesar 0,26 persen di kuartal ketiga tahun 2019 menjadi Rp 1,281 triliun dibandingkan kuartal ketiga tahun 2018, sedangkan total liabilitas turun 9,72 persen menjadi Rp 522,30 miliar dibandingkan kuartal ketiga 2018.

Perusahaan terus melakukan perbaikan dan pengembangan dengan menambah produk baru ke pelanggan eksisting, meningkatkan pangsa pasar domestik dan perluasan pasar ekspor. Selain itu, pembinaan sumber daya manusia (SDM) secara berkesinambungan, sistem manajemen dan teknologi.



Sumber: BeritaSatu.com