Jaga Pasokan Hortikultura, Kemtan Perkuat Early Warning System
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Jaga Pasokan Hortikultura, Kemtan Perkuat Early Warning System

Jumat, 15 November 2019 | 11:18 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Purwakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikuktura tengah merancang Early Warning System (EWS), sebuah sistem alarm untuk menjaga stabilitas dan pasokan komoditas hortikultura di masyarakat. Sistem ini untuk mencegah kelangkaan dan kelebihan produksi pertanian.

Dirjen Hortikultura Kemtan, Prihasto Setyanto dalam keterangan yang diterima redaksi Jumat (15/11/2019) mengatakan, EWS diharapkan menjadi panduan (guidance) bagi pemangku kepentingan, untuk memantau ketersediaan komoditas di pasaran. Dia menceritakan pengalaman di 2017. Saat itu, harga cabai pada awal tahun menyentuh Rp 250.000 per kilogram. "Bayangkan setara dua kilogram daging sapi," ujar pria yang akrab disapa Anton ini saat membuka acara seminar terkait budidaya bawang merah bertajuk ”Capacity Building and TSS Technology Adoption” di Pabrik PT East West Seed lndonesia (Ewindo), Kabupaten Purwakarta, Kamis (13/11/2019).

Prihasto Setyanto mengungkapkan, melalui EWS, kelangkaan, kelebihan produksi, hingga persoalan gejolak harga bisa diminimalisir. Sebab nantinya tim EWS di tingkat pusat akan berkoordinasi dengan daerah mengkaji secara komprehensif, kebutuhan suatu daerah selama 4-5 bulan ke depan. "Berapa kebutuhan produksinya, berapa luas lahan tanamnya, hingga kebutuhan bibit maupun lainnya," kata Prihasto Setyanto.

Dengan Early Warning System kata dia, daerah bisa memprediksi kebutuhan masyarakat. "Jadi sudah terdata. Dianalisis potensi harganya. Hasilnya kemudian kami berikan kepada daerah untuk menjadi bahan di lapangan," kata Prihasto Setyanto.

Dalam kesempatan itu, Anton juga mengunjungi sejumlah lokasi produksi benih PT Ewindo mulai tempat penyemaian benih, lokasi tanam, hingga pengemasan benih. "Peran swasta penting, misalnya mengkampanyekan teknik menanam TSS 9biji bawang merah). Ini sejalan dengan apa yang kami sedang kampanyekan," ungkap Prihasto Setyanto.

Program EWS yang tengah dirintis Ditjen Hortikultura merupakan turunan visi yang digagas Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo terkait pembentukan pusat Komando Strategis Pertanian (Konstran). Salah satu agenda besarnya adalah negara memiliki basis data pangan terintegrasi dan tidak tumpang tindih satu sama lain. "Single data. Maka dari itu Pak Menteri (Pertanian) menginstruksikan sinkronisasi data dengan sejumlah Kementerian/Lembaga terkait," kata Prihasto Setyanto.

Selain itu, wujud dari konstran adalah agriculture war room yakni pusat kontrol untuk mengkoordinasikan segala aktivitas pertanian, mulai dari pusat hingga daerah. "Targetnya dalam 100 hari pertama ini terbentuk 500 konstratan, dan dalam lima tahun ditargetkan menjadi 5.000 konstratan se-Indonesia," jelas Prihasto Setyanto.

Managing Director Ewindo Glenn Pardede mengatakan, pihaknya terus mendorong teknik budidaya bawang merah TSS menggunakan benih atau biji. "Bukan bibit/umbi yang selama ini selalu mereka gunakan," ujar Glenn Pardede.

Glenn menjelaskan, teknik TSS ini mampu menciptakan pertanian yang efektif sehingga menghemat biaya produksi dan meningkatkan produktivitas. "Jika menggunakan sistem konvensional, kebutuhan bibit mencapai 1,5 ton per hekatera (ha) senilai Rp 45 juta. Sedangkan TSS hanya memerlukan 5 kg benih dengan biaya Rp 10 juta per ha," ungkap Glenn Pardede.

Glenn memaparkan jika petani menerapkan teknik budidaya bawang merah dari biji, maka akan mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian umbi bibit. "Selama ini ketergantungan petani terhadap umbi bibit saja membuat pemerintah terpaksa harus mengimpor bibit bawang sedikitnya 1.500 ton pada tahun 2016,” tambah Glenn Pardede.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Pemeliharaan Jalan Lintas Timur Sumatera Optimalkan Pembiayaan SBSN

Pemeliharaan jalan yang menggunakan dana SBSN dilaksanakan pada ruas Simpang Penawar-Gedong Aji Baru-Rawajitu dan Pematang Panggang-Simpang Bujung Tenuk.

EKONOMI | 25 September 2021

Ralali.com Gelar Gebyar Hasil Tani Bersama Mitra BUMDes Nusantara

Ralali.com berupaya membantu mewujudkan sistem pangan berkelanjutan melalui pemberdayaan hasil tani yang berkualitas.

EKONOMI | 25 September 2021

Saleh Husin Kedatangan Sahabat dari NTT

Managing Director Sinarmas Saleh Husin kedatangan tamu, sahabatnya dari Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT).

EKONOMI | 25 September 2021

Berdikari Raih Pinjaman Rp 100 Miliar dari BJB untuk Transformasi Pangan

PT Berdikari (Persero) mendapat fasilitas pinjaman sebesar Rp 100 miliar dari BJB.

EKONOMI | 25 September 2021

Harga Emas Menguat karena Pelemahan Dolar

Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi US$ 1.746,84 per ons.

EKONOMI | 25 September 2021

Pekan Ini IHSG Naik 39 Poin, Kapitalisasi Bursa Meningkat Rp 91 Triliun

IHSG pada pekan ini periode 13-17 September 2021 naik 39 poin (0,63%) menuju 6.133,246 dari posisi 6.094,873.

EKONOMI | 25 September 2021

Harga Minyak ke Level Tertinggi 3 Tahun karena Ketatnya Pasokan

Brent berjangka naik 84 sen, atau 1,1%, menjadi US$ 78,09 per barel.

EKONOMI | 25 September 2021


Tiongkok Larang Transaksi Cryptocurency, Wall Street Bervariasi

Dow Jones Industrial Average naik 33,18 poin, atau 0,10%, menjadi 34.798,00.

EKONOMI | 25 September 2021

Bursa Eropa Turun Jelang Pemilu Jerman, Investor Fokus Evergrande

Pan-European Stoxx 600 ditutup turun 0,9% dengan semua bursa utama dan sebagian besar sektor di wilayah negatif.

EKONOMI | 25 September 2021


TAG POPULER

# Kivlan Zen


# Pilpres 2024


# Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Kereta Jarak Jauh



TERKINI
Jadi Tersangka Suap, Golkar Akan Berikan Bantuan Hukum kepada Azis Syamsuddin

Jadi Tersangka Suap, Golkar Akan Berikan Bantuan Hukum kepada Azis Syamsuddin

NASIONAL | 22 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings