Inovasi Perbankan Diapresiasi Lewat Ajang Ini

Inovasi Perbankan Diapresiasi Lewat Ajang Ini
Founder & Prescom Warta Ekonomi, Fadel Muhammad, pada penghargaan Indonesia Best Bank AWARD 2019 di Jakarta Jumat, 15 November 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 15 November 2019 | 16:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Warta Ekonomi memberikan apresiasi kepada sejumlah bank dengan kinerja optimal sehingga memiliki kondisi sehat atau sangat sehat melalui penghargaan Indonesia Best Bank AWARD 2019 yang digelar di Jakarta, Jumat (15/11/2019).

“Perkembangan teknologi digital mempengaruhi dunia perbankan kita. Untuk itu kebijakan keuangan ke depan membutuhkan inovasi-inovasi,” kata Founder & Presiden Komisaris Warta Ekonomi, Fadel Muhammad, di Jakarta, Jumat.

Fadel Muhammad mengungkapkan, perang dagang dua negara besar AS-Tiongkok tidak bisa dihindari dan telah mempengaruhi ekonomi global. Untuk bisa bertahan, perlu pengembangan dan inovasi termasuk di sektor perbankan. "Pada tahun 2020 Indonesia diperkirakan akan memiliki 80 juta kelas menengah, hampir 3,5 kali penduduk Malaysia," kata Fadel Muhammad.

Dia mengungkapkan, pentingnya peran perbankan membuat industri ini diatur secara ketat oleh regulator (highly regulated). Di tengah kondisi makro yang rentan bergejolak, penuh ketidakpastian, kompleks seperti saat ini, kesehatan bank semakin mendapatkan perhatian serius agar risiko berdampak sistemik dapat ditekan. "Bank diharapkan memiliki kinerja optimal agar mampu mengendalikan risiko internal dan tahan terhadap situasi eksternal sehingga dapat menjalankan bisnis secara berkelanjutan," kata dia.

Dengan terciptanya kondisi perbankan yang sehat, bank dapat memberikan keuntungan bagi para stakeholder-nya. Bagi deposan, bank diharapkan dapat dipercaya dan dikelola secara prudent sehingga risiko pelarian dana semakin minimal. Bagi investor, bank diharapkan mampu tumbuh secara terukur, memberi return yang optimal, dan memiliki risiko yang terkendali.

Sementara pada penghargaan kali ini, tim riset Warta Ekonomi menggunakan pendekatan Risk-Based Bank Rating (RBBR) yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.4/POJK.03/2016 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. Selain itu, menambahkan variabel lain, yakni kinerja intermediasi.

Bank yang dianalisis dibagi ke dalam kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) dan kelompok aset sepanjang 2017-2018. Pengukuran tingkat kesehatan bank menggunakan variabel yang terdiri lima aspek, yakni profil risiko yang dinilai berdasarkan faktor risiko kredit, pasar, likuiditas, operasional, hukum, stratejik, kepatuhan, dan reputasi. Indikatornya ialah peringkat profil risiko bank.

Aspek tata kelola perusahaan (good corporate governance), penilaiannya berdasarkan faktor transparansi, akuntabilitas, profesionalitas, dan kewajaran. Indikatornya ialah peringkat GCG Bank. Aspek rentabilitas (earnings), bank dinilai berdasarkan tiga faktor yakni kinerja bank dalam menghasilkan laba, sumber-sumber yang mendukung rentabilitas, dan stabilitas komponen pendukung rentabilitas.

Aspek Permodalan, berdasarkan kecukupan modal bank yang diukur dengan indikator Capital Adequacy Ratio (CAR) dan rasio modal inti terhadap total aset. Sementara aspek kinerja intermediasi, berdasarkan dua indikator, yakni pertumbuhan kredit dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK).

Berdasarkan penilaian tersebut, tim riset Warta Ekonomi menentukan 84 bank terbaik berpredikat Sehat dan Sangat Sehat tahun 2019.



Sumber: BeritaSatu.com