Ahok Dinilai Sangat Cocok Jadi Dirut Pertamina

Ahok Dinilai Sangat Cocok Jadi Dirut Pertamina
Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Ansy Lema. ( Foto: Istimewa )
Alexander Madji / AMA Jumat, 15 November 2019 | 18:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Yohanis Fransiskus Lema menilai, mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok, sangat cocok menjadi direktur utama (Dirut) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), terutama Pertamina. Pasalnya, selain memiliki integritas, dia adalah seorang eksekutor sejati.

“Integritas adalah relasi antara pemimpin dengan nilai-nilai utama dalam dirinya. Ahok menonjol dari sisi ini karena ia bersih dan jujur. Sementara kapasitas menyangkut relasi antara pemimpin dengan kemampuan kerja atau kinerjanya. Kapasitas menyangkut kompetensi kerja. Ahok hebat dalam managerial skill,” kata Ansy, sapaan Yohanis Fransiskus Lema, dalam pernyataan tertulis yang diteirma Beritasatu.com di Jakarta Jumat (15/11/2019).

Menurut wakil rakyat dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT) itu, dengan segala kualitas yang dimilikinya, Ahok mampu menerjemahkan visi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin untuk menciptakan Indonesia maju, baik pada level paradigmatis maupun praksis. Apalagi, Ahok memiliki pengalaman panjang di dunia birokrasi pemerintahan.

“Ahok pernah menjadi wakil gubernur Jokowi, sehingga diyakini punya pengalaman menerjemahkan visi dan kebijakan Jokowi di BUMN. Ada chemistry antara Jokowi-Ahok ketika membangun Jakarta,” kata Juru Bicara Ahok di Pilgub DKI Jakarta tersebut.

Menurut Ansy, Ahok sangat cocok memimpin BUMN seperti Pertamina atau PLN. Apalagi, Ahok berlatar belakang pendidikan Geologi dan juga pernah memimpin korporasi. Selain itu, Ahok juga adalah seorang pembelajar cepat.

“Pertamina dan PLN adalah dua BUMN yang biasa menangani proyek di atas 10 triliun membutuhkan pemimpin yang cermat, detail, dan teliti. Ahok memiliki hal ini. Filosofi perusahaan milik negara memiliki dua tujuan, yakni mengejar profit dan menjalankan public service offering (mengupayakan pelayanan bagi publik),” papar Ansy lagi.

Jika Ahok dipercaya memimpin Pertamina, tugasnya yang utama adalah memastikan distribusi BBM mampu menjangkau seluruh pelosok nusantara dan memastikan harga BBM bisa dikendalikan dan dikoordinasikan dengan Kementerian ESDM. Selain itu, karena defisit anggaran negara terbesar dari sektor migas, maka kerja prioritasnya adalah menaikkan produksi minyak nasional.

Sementara jika ditempatkan di PLN, tugas utama Ahok adalah mendorong percepatan pembangunan listrik 35.000 megawatt yang merupakan program inti Jokowi. Target pertumbuhan ekonomi bisa tercapai bila didukung listrik yang memadai.

Selain itu, Ansy berharap kehadiran Ahok mengurus BUMN membawa virus baik bagi kinerja korporasi sekaligus menciptakan  kultur baru dan sistem kerja BUMN yang bermuara pada penciptaan habitus baru dalam kerja BUMN. "Untuk tujuan ini, butuh Ahok yang tidak saja seorang reformis, tapi juga pendobrak," terang mantan aktivis mahasiswa 1998 itu.



Sumber: Suara Pembaruan