Harga Emas Tertekan karena Negosiasi Perdagangan AS-Tiongkok

Harga Emas Tertekan karena Negosiasi Perdagangan AS-Tiongkok
Ilustrasi emas. ( Foto: Antara / Ari Bowo Sucipto )
/ WBP Sabtu, 16 November 2019 | 07:38 WIB

Chicago, Beritasatu.com - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun pada akhir perdagangan Jumat atau Sabtu pagi WIB (16/11/2019) karena pasar saham Amerika Serikat (AS) berbalik menguat (rebound) di tengah meningkatnya optimisme investor atas kemajuan pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun US$ 4,90 atau 0,33 persen, menjadi US$ 1.468,50 per ounce.

Sementara bursa AS naik. Dow Jones Industrial Average naik 222,93 poin atau 0,80 persen, menjadi 28.004,89 poin. Indeks S&P 500 bertambah 23,83 poin atau 0,77 persen, menjadi 3.120,46 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup menguat 61,81 poin atau 0,73 persen, menjadi 8.540,83 poin. Ketika ekuitas membukukan keuntungan, logam mulia biasanya turun karena investor tidak perlu mencari tempat investasi yang aman, dan menjauh dari logam mulia.

AS dan Tiongkok semakin dekat dengan perjanjian perdagangan. Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan pada Kamis (14/11/2019) pembicaraan yang dibangun kedua negara sangat konstruktif untuk mengakhiri perang dagang yang telah berlangsung 16 bulan.

Kudlow seperti dikutip Reuters, mengatakan negosiator dua ekonomi terbesar di dunia itu berhubungan dekat melalui telepon, tetapi dia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang kemungkinan waktu kesepakatan.

"Kami semakin dekat," katanya dalam sebuah acara di Dewan Hubungan Luar Negeri di Washington. "Suasana musiknya cukup bagus, dan tidak selalu demikian dalam hal-hal ini."

Pasar dengan cemas menunggu kesepakatan untuk mengakhiri ketidakpastian yang telah memperlambat investasi bisnis di seluruh dunia. Kesepakatan telah muncul kemungkinan pada Mei, tetapi prospek itu hancur setelah negosiator AS mengatakan Tiongkok mundur dari teks naskah perjanjian. Komentar Kudlow dapat meredakan kekhawatiran pasar yang kembali berkobar pekan ini

Di sisi lain, melemahnya dolar AS membatasi penurunan emas lebih lanjut. Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,18 persen menjadi 97,99. Ketika dolar AS melemah, membuat emas yang dihargakan dalam dolar AS lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak pengiriman Desember turun delapan sen atau 0,47 persen, menjadi US$ 16,948 per ounce. Platinum pengiriman Januari naik US$ 11,70 atau 1,33 persen, menjadi US$ 894,50 per ounce.



Sumber: Reuters, Antara