Pemerintah Rampungkan Pembangunan Rusun Santri di Bantul

Pemerintah Rampungkan Pembangunan Rusun Santri di Bantul
Ilustrasi rumah susun. ( Foto: GA Photo/Mohammad Defrizal )
/ WBP Minggu, 17 November 2019 | 09:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) merampungkan pembangunan rumah susun (rusun) untuk santri di Pondok Pesantren Mu‘allimin Muhammadiyah, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Menpupera Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa Kempupera senantiasa berkontribusi dalam menyiapkan fasilitas pendidikan khususnya pendidikan agama Islam. "Kontribusi ini semoga akan menjadi berkah bagi kami dan keluarga besar Kementerian PUPR," ujar Menteri Basuki dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta pada Minggu (17/11/2019).

Selain itu, untuk menunjang kemajuan pendidikan, pemerintah juga akan membangun danau di kawasan itu yang dilengkapi batu alam.

Rusun pondok pesantren yang dibangun pada tahun 2017 oleh Satuan Kerja Pengembangan Perumahan Direktorat Rumah Susun tersebut terdiri dari satu Tower Blok (TB) tiga lantai dengan 12 unit tipe barak. Sebanyak 12 unit itu meliputi enam unit tipe barak besar yang masing-masing dapat menampung 44 santri, dan enam unit tipe barak kecil yang masing-masing menampung delapan santri, sehingga keseluruhan daya tampung adalah 216 santri. Rusun ini telah dilengkapi dengan mebel, toilet komunal, area wudu dan PSU.

Rusun dengan tipe pondok pesantren diperuntukan bagi santri lajang pria tersebut dilengkapi dengan mebel, toilet komunal, area wudhu, serta PSU.

Pembangunan rusun dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Mekar Mulia Contraktor dengan anggaran sebesar Rp 7,7 miliar. Sedangkan untuk mebelnya dengan anggaran sebesar Rp820 juta oleh PT Fortona dengan konsultan PT Ciriajasa City Mandiri.

Saat ini Kempupera sedang melaksanakan pembangunan rusun kedua yang berlokasi di Jalan Werkudara Kecamatan Wirobrajan, Yogyakarta yang telah dimulai pembangunannya pada 11 September 2019 dan direncanakan selesai pada 31 Desember 2019 dengan progres saat ini mencapai 36,68 persen. Rusun ini terdiri satu menara dengan sembilan unit tipe barak panjang dengan biaya Rp 5,7 miliar.

Basuki juga melakukan peletakan batu pertama dimulainya pembangunan Masjid Kampus Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah yang diberi nama Masjid Hajah Yuliana.

Masjid yang berada di kawasan Pondok Pesantren Mu‘allimin Muhammadiyah tersebut dibangun atas bantuan seorang saudagar Muhammadiyah Yendra Fahmi dengan dana sebesar Rp30 miliar. Masjid dibangun di atas lahan seluas lima hektare yang akan dilengkapi perpustakaan.



Sumber: ANTARA