Bisnis Pusat Kebugaran Berpeluang Tumbuh 25% Tahun 2020

Bisnis Pusat Kebugaran Berpeluang Tumbuh 25% Tahun 2020
Chief Marketing Officer ReFIT Club Mela Gunawan (kanan)di sela pameran Info Franchise & Business Concept (IFBC) 2019 Surabaya, di The Square Ballroom Surabaya, Minggu (4/8/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan )
Mashud Toarik / MT Senin, 18 November 2019 | 10:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Penetrasi keanggotaan bisnis pusat kebugaran (gym) di Indonesia dinilai masih sangat rendah, hanya sekitar 1% dari total populasi penduduk Indonesia. Bagi pelaku industri ini, kondisi tadi justru merupakan peluang menggiurkan untuk melakukan pengembangan bisnis.

Mela Gunawan, Co-Founder & Chief Marketing Officer PT Mitra Bugar Bersama (ReFIT Indonesia) mengatakan saat ini bisnis gym sedang sunrise, karena itu pihaknya optimistis tahun 2020 bisnis ini berpotensi mengalami pertumbuhan sebesar 25% dari tahun 2019.

Kayakinan itu membuat pusat kebugaran yang menggarap segmen affordable gym ini berkomitmen untuk memperluas jaringan bisnis. Pada tahun 2020 mendatang, Mala yakin dapat membuka sebanyak 10 cabang ReFIt Club di kota kedua dan ketiga yang disasar.

Adapun pola bisnis yang ditawarkan dalam memenuhi kebutuhan investasi tadi yaitu menawarkan waralaba kepada investor. “Kami berharap dapat menghimpun investasi sebesar Rp 30 miliar di 2020 untuk membuka 10 cabang tadi,” urainya, Senin (18/11/2019).

Saat ini ReFIT Club telah mengoperasikan tujuh cabang. Dari jumlah itu menurutnya hanya satu yang dimiliki penuh oleh ReFIT Indonesia, sisanya merupakan hasil kerja sama dengan para investor.

Cabang-cabang tadi tersebar di Tangerang, Bekasi, Kebagusan, Jakarta Selatan, Sidoarjo, JawaTimur, dan Semarang Jawa Tengah. Sementara investor yang menanamkan modalnya terdiri dari individual dan institusi. “Mereka melakukan investasi secara pasif, sebab pengelolaan gym sepenuhnya dilakukan oleh ReFIt Indonesia,” ujarnya.

Kedepannya, Mala berharap ReFIt Club dapat beroperasi juga di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, termasuk pada kota-kota lapis kedua di Indonesia.

Lebih jauh Mala mengklaim bahwa klub kebugaran yang dikelolanya bisa menghasilkan keuntungan bersih hingga Rp 80 juga per bulan. “Pada salah satu klub kami memiliki anggota aktif hingga 400 dengan laba bersih mencapai 80 juta per bulan,” ujarnya.

Untuk itu ReFit mengajak pemodal untuk menanamkan dananya untuk bersama mengembangan binis ini. Adapun nilai investasi mendirikan ReFIT Club, investor diwajibkan menyediakan dana Rp 1,9 miliar. Dana ini digunakan untuk membeli alat-alat fitness sekitar Rp 1,2 miliar, Rp 400 juta untuk biaya konstruksi dan sisanya untuk membangun system pendukung, seperti CCTV, promosi, pemasaran hingga branding.

Agar imbal hasil investor kian maksimal, Mela meyarankan investor memiliki properti yang digunakan sebagai tempat ReFIT Club. Tujuannya supaya return of investment bisa tercapai sekitar tiga tahun.



Sumber: Majalah Investor