Isuzu Segera Ekspor Traga ke ASEAN

Isuzu Segera Ekspor Traga ke ASEAN
Direktur Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Rahmat Samulo menjadi pembicara di acara Workshop Wartawan Industri dan Otomotif yang digelar di Menara Astra, Jakarta, 18 November 2019. ( Foto: Beritasatu.com / Herman )
Herman / FMB Senin, 18 November 2019 | 15:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengumumkan rencanannya untuk mengekspor pick up medium Traga ke sejumlah negara di kawaan Aia Tenggara. Rencana ekspor ini menyusul kesuksan penjualan Isuzu Traga di Indonesia sejak diluncurkan 2018 lalu.

Dari data yang disampaikan IAMI, penjualan ritel Isuzu Traga hingga September 2019 telah mencapai 4.288 unit, meningkat 180,6 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar 1.528 unit.

“Rencananya di akhir tahun ini kita akan memulai ekspor Isuzu Traga. Untuk tahap pertama ini akan diekspor ke beberapa nagara di ASEAN. Setelah itu pasarnya akan kita perluas lagi,” kata Direktur Marketing IAMI, Rahmat Samulo, di acara Workshop Wartawan Industri dan Otomotif yang digelar di Menara Astra, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Untuk memenuhi kebutuhan ekspor tersebut, lanjut Rahmat, model yang diproduksi di Indonesia ini sejak awal juga sudah didesain dengan kualitas global, bukan hanya untuk pasar domestik saja. Konten lokalnya pun akan terus ditingkatkan yang saat ini sudah mencapai lebih dari 40 persen.

“Isuzu Traga ini produk baru yang sangat diterima oleh para pengusaha karena dikenal tangguh dan irit bahan bakar. Dalam sebulan, kendaraan ini terujual sekitar 500 sampai 600 unit. Varian box banyak dipakai untuk mengirim barang, baik dalam kota maupun antar kota untuk barang-barang sandang, pangan, maupun logistik. Sedangkan varian bak utamanya dipakai untuk angkutan hasil bumi,” papar Rahmat.

Selain Traga, Isuzu juga memiliki ELF dan Giga di segmen kendaraan komersial. Namun pertumbuhan penjualan keduanya tidak sebagus Traga. Isuzu ELF yang bermain di segmen light truck hingga September 2019 terjual 9.544 unit, turun 9,6 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencapai 10.559. Sedangkan penjualan ritel Isuzu GIGA untuk segmen medium truck baru mencapai 2.333 unit, turun 23,3 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencapai 3.043 unit.

“Seiring dengan penurunan penjualan kendaraan komersial secara keseluruhan, pasar Isuzu juga ikut turun. Sampai September 2019, penjualan ritel kami sebesar 17.697 unit atau turun 0,6 persen. Untuk tahun depan, kami juga memprediksi pasarnya masih akan stagnan, belum terlihat ada indikasi yang kuat kalau pasar kendaraan komersial akan naik,”ujar Rahmat.

Namun ditegaskan Rahmat, dalam menjual kendaraan komersial, angka penjualan bukanlah yang terpenting. Yang paling penting menurutnya adalah usaha customer bisa berkembang berkat adanya kendaraan Isuzu. “Bila mereka berkembang dan menjadikan Isuzu sebagai partner terbaik, saya yakin volume penjualan juga akan ikutan naik” ujar Rahmat.



Sumber: BeritaSatu.com