Gandeng APRDI, Tokopedia Dorong Inklusi Keuangan

Gandeng APRDI, Tokopedia Dorong Inklusi Keuangan
AVP of Fintech Tokopedia Samuel Sentana (kedua kiri) bersama  Ketua Presidium Dewan APRDI Prihatmo Hari Muljanto (kiri), dan disaksikan dengan Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fawzi (ketiga kiri) dan Direktur Pengelolaan Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sujanto (kanan) berbincang seusai peresmian kampanye #InvestasiAjaDulu yang merupakan kemitraan strategis Tokopedia dengan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) di Jakarta, Senin (18/11/2019). (Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Senin, 18 November 2019 | 15:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tokopedia, perusahaan teknologi yang bertransformasi menjadi super ecosistem, menjalin kemitraan strategis dengan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) yang didukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia IBEI). Kolaborasi ini merupakan bagian Gerakan Money Market Fund (GM2F) yang dicanangkan APRDI dan pelaku industri pengelolaan investasi yang memfokuskan edukasi investasi untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

AVP of Fintech Tokopedia Samuel Sentana mengatakan, Tokopedia berkolaborasi dengan berbagai mitra strategis di bidang keuangan untuk meresmikan kampanye #InvestasiAJaDulu. "Kolaborasi ini merupakan proses yang berkelanjutan sekaligus dukungan Tokopedia terhadap gerakan nasional #PasarUanginAja yang diluncurkan OJK," kata Samuel Sentana di gedung BEI, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Selain itu, kampanye ini merupakan salah satu strategi Tokopedia meningkatkan gairah investasi di masyarakat demi mengakselerasi pemerataan ekonomi secara digital. Melalui kampanye ini, Samuel Sentana berharap literasi dam inklusi keuangan meningkat. "Ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai investasi serta manajemen keuangan dalam mempersiapkan masa depan," kata Samuel Sentana.

Di Tokopedia, produk investasi mendapatkan antusiasme tinggi masyarakat. Transaksi dan jumlah pengguna Tokopedia Reksa Dana masing-masing meningkat 1,5 kali lipat pada September 2019, dibandingkan Maret 2019. Sebagai gambaran, investasi reksa dana melalui Tokopedia memberi kemudahan seperti bisa dilakukan lewat telepon genggam dan harga terjangkau, mulai Rp 10.000. "Tokopeda juga memastikan keamanan dalam berinvestasi karena para mitra penyedia layanan keuangan digital yang terhubung telah diawasi OJK," tambah Samuel.

Hasil studi berjudul "Dampak Tokopedia terhadap Perekonomian Indonesia” oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakuitas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) pada 2018-2019 menyebutkan bahwa Tokopedia telah membantu 78 persen pengguna menjadi lebih paham terhadap produk investasi digital. Selain itu, 82 persen pengguna menjadi semakin paham dalam menggunakan dompet digital.

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fawzi mengungkapkan BEI mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan khususnya generasi milenial untuk berinvestasi. "Untuk itu, kami menyambut baik inisiatif kerja sama Tokopedia dengan APRDI yang bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya berinvestasi di pasar modal," kata Hasan Fawzi.

Di sisi lain, Ketua Presidium Dewan APRDI, Prihatmo Hari Muljanto mengatakan tren investasi mikro di masyarakat terus meningkat. “Minat masyarakat untuk berinvestasi ternyata bertumbuh," kata Prihatmo Hari Muljanto.

Salah satu instrumen investasi yang diminati adalah reksa dana karena dapat dimulai dengan modal terjangkau dan risiko rendah. Dengan inovasi yang mempermudah masyarakat untuk berinvestasi lewat platform digital, seperti Tokopedia, APRDI berharap investasi mikro seperti reksa dana dapat terus bertumbuh.

Direktur Pengelolaan Investasl Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sujanto edukasi investasi merupakan agenda penting dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Strategi pengembangan literasi keuangan nasional merupakan salah satu fokus OJK tahun ini. "Sebagai bagian Gerakan Money Market Fund, inisiatif dari Tokopedia dengan mengawali gerakan ini menyebar ke pelaku industri pengelolaan investasi lainnya," ujar Sujanto.

 



Sumber: BeritaSatu.com