Komisi XI Cecar OJK soal Pengawasan Jiwasraya dan Bumiputera
INDEX

BISNIS-27 541.037 (-2.19)   |   COMPOSITE 6389.83 (-67.98)   |   DBX 1207.48 (-6.95)   |   I-GRADE 186.044 (-1.8)   |   IDX30 536.499 (-4.06)   |   IDX80 144.214 (-1.63)   |   IDXBUMN20 435.358 (-10.84)   |   IDXESGL 149.259 (-0.62)   |   IDXG30 145.988 (-1.78)   |   IDXHIDIV20 471.745 (-3.45)   |   IDXQ30 152.642 (-1.01)   |   IDXSMC-COM 293.915 (-4.87)   |   IDXSMC-LIQ 367.505 (-7.32)   |   IDXV30 148.997 (-3.22)   |   INFOBANK15 1075.9 (-4.86)   |   Investor33 460.647 (-2.84)   |   ISSI 189.211 (-2.58)   |   JII 668.85 (-10.91)   |   JII70 234.095 (-3.95)   |   KOMPAS100 1287.09 (-14.11)   |   LQ45 998.257 (-9.21)   |   MBX 1767.88 (-20.12)   |   MNC36 340.661 (-2.42)   |   PEFINDO25 338.558 (0.19)   |   SMInfra18 329.085 (-4.86)   |   SRI-KEHATI 393.501 (-2.17)   |  

Komisi XI Cecar OJK soal Pengawasan Jiwasraya dan Bumiputera

Senin, 18 November 2019 | 17:09 WIB
Oleh : WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi XI DPR mencecar Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai kualitas pengawasan terhadap industri jasa keuangan menyusul kekurangan permodalan dan likuiditas yang mendera dua perusahaan asuransi terkemuka PT Asuransi Jiwasraya dan AJB Bumiputera 1912.

"Ada pembayaran klaim yang belum terbayar di daerah pemilihan (dapil) saya. Ada juga masalah-masalah di industri keuangan yang terus mencuat, padahal semangat Komisi XI saat menyetujui pendirian OJK, yang berpisah dari Bank Indonesia, agar pengawasan lebih efektif," ujar Anggota Komisi XI DPR Vera Febyanthy dari Fraksi Partai Demokrat di Rapat Anggaran OJK 2020 di Jakarta, Senin (18/11/2019).

Vera meminta Dewan Komisioner OJK mengingat kembali tujuan pendirian lembaga pengawas dan regulator itu. Salah satu tujuannya untuk meningkatkan efektivitas dan kontribusi sektor mikroprudensial terhadap perekonomian. Namun saat ini, ujar Vera, justru, banyak kasus yang mencuat mengenai buruknya kesehatan beberapa perusahaan jasa keuangan, sehingga mengancam stabilitas sistem keuangan.

Anggota Komisi XI DPR Misbakhun meminta sebelum usulan anggaran OJK disetujui oleh parlemen, lembaga pengawas industri keuangan itu harus memaparkan terlebih dahulu rencana menyehatkan industri jasa keuangan. Misbakhun, secara khusus menyoroti masalah kekurangan permodalan Jiwasraya, kekurangan likuiditas Bumiputera, dan pencarian investor oleh PT Bank Muamalat yang tak kunjung rampung. "Hal ini harus dibahas sebelum rapat panitia kerja (panja), karena jarang-jarang juga kita bisa mengumpulkan Dewan Komisioner OJK secara komplit seperti sekarang ini," ujar Misbakhun dari Fraksi Partai Golkar.

Legislator lainnya dari Fraksi PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno mempertanyakan kualitas manajerial di OJK. Menurutnya, sesuai undang-undang, OJK sudah diberikan kewenangan pengawasan yang tinggi. Namun, kewenangan itu tidak dioptimalkan dengan baik oleh OJK. Dia khawatir masalah Bank Century bisa terulang. "Tidak ada sinyal tapi tiba-tiba ada letupan soal banyaknya kasus di jasa keuangan. OJK ini tidak tegas, ingah-ingih, kalau istilah orang Jawa. Padahal, OJK punya kewenangan yang besar," ujar Hendrawan Supratikno.

Namun, sayangnya OJK akan menjawab pertanyaan para anggota Komisi XI DPR tersebut dengan cara tertutup. "Beberapa perusahaan tadi, kita sudah melakukan analisis detail. Ada beberapa pemilik dari industri jasa keuangan yang kita minta untuk tambah modal atau cari investor strategis. Untuk pembahasan detailnya, minta secara tertutup," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Chandra Hamzah akan Perkuat BUMN Perbankan

Dengan masuknya Chandra Hamzah diharapkan BUMN tersebut di mata publik juga akan semakin baik.

EKONOMI | 18 November 2019

Dongkrak Penjualan, Astra Gelar Auto Fest 2019

Acara ini menghadirkan seluruh brand otomotif yang berada di bawah naungan Astra.

EKONOMI | 18 November 2019

Berkat Sustainabilitas, P&G Raih Penghargaan CSR Jabar

Pembangunan lingkungan yang berkelanjutan dipercaya menciptakan nilai dalam dua arah.

EKONOMI | 18 November 2019

Sore Ini, Rupiah Datar di Kisaran Rp 14.070

Rupiah berada di level Rp 14.078,5 per dolar AS atau terdepresiasi tipis 2 poin (0,01 persen).

EKONOMI | 18 November 2019

Adaro Raih Penghargaan Pajak

Tahun 2018 Adaro telah memberikan kontribusi kepada negara senilai total US$ 721 juta

EKONOMI | 18 November 2019

IHSG Terkoreksi Tipis ke 6.122,6 Hari Ini

Investor asing mencatat aksi jual sebesar Rp 415,6 miliar, dengan rincian beli Rp 1,7 triliun dan jual Rp 2,1 triliun.

EKONOMI | 18 November 2019

Perkuat Pasar AS, Ekspor Industri Aneka Ditargetkan Tumbuh 10%

Pemerintah akan memperluas pasar ekspor mainan anak ke AS.

EKONOMI | 18 November 2019

Natal dan Tahun Baru, KAI Prediksi Penumpang KA Naik 4 Persen

Tiket KA jarak jauh reguler pada masa angkutan Nataru 2020 sudah dapat dipesan mulai 19 November 2019.

EKONOMI | 18 November 2019

Gandeng APRDI, Tokopedia Dorong Inklusi Keuangan

Tren investasi mikro di masyarakat terus meningkat.

EKONOMI | 18 November 2019

Isuzu Segera Ekspor Traga ke ASEAN

Penjualan ritel Isuzu Traga hingga September 2019 telah mencapai 4.288 unit, meningkat 180,6 persen.

EKONOMI | 18 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS